SuaraSumedang.id - Permintaan maaf Ferdy Sambo terhadap keluarga Brigadir J tengah menjadi sorotan dari publik.
Selain itu Pakar Mikro Ekpresi, Kirdi Putra juga buka suara menganalisa bahasa tubuh Ferdy Sambo.
Usai melihat bahasa tubuh Ferdy Sambo, Kirdi mengaku heran karena dalam permohonan maafnya masih mencari pembenaran.
"Buat saya permintaan maaf adalah saya minta maaf untuk apa yang sudah saya lakukan. Nggak usah dikasih penjelasan," tuturnya dilansir dari Suara Rabu (2/11/22).
Terlebih menurutnya permintaan maaf itu ditambahi dengan pembenaran yang mengungkit perbuatan korban.
"Tapi ditambahi lagi (mengungkit) karena sesuatu yang dilakukan sebelumnya, segala macam, buat saya itu bukan permintaan maaf sih. Itu sebuah alasan kalau bahasa kita komunikasi sehari-hari," sambungnya
Pakar Mikro Ekpresi ini menilai bahwa permohonan maaf yang dilakukan Ferdy Sambo hanya formalitas untuk mencuri hati mejelis hakim.
Dia menambahkan permohonan maaf ini diperlukan karena hakim perlu melihat penyesalan dari terdakwa dan memastikan apakah berkelakuan baik atau tidak.
Kirdi juga menganalisa bahwa bahasa tubuh dari Ferdy Sambo menandakan kepercayaan diri yang masih tingi darinya.
Dia menerangkan ada tiga faktor yang membuat Ferdy Sambo tetap percaya diri.
Pertama menurutnya bisa jadi karena telah berpengalaman menangani masalah pidana ketika masih di Kepolisian.
Kedua dia merasa benar dengan apa yang diperbuatnya sehingga tidak merasa takut.
Sementara untuk yang ke tiga menurut analisanya bisa jadi dia memiliki pegangan dalam hal ini.
"Yang ketiga, nah ini yang menarik, apakah kemudian dia merasa mempunyai pegangan sesuatu atau seseorang, yang membuat dia sebetulnya tidak terlalu dalam berada posisi bahaya," ujar Kirdi.
Padahal menurutnya dalam kasus ini Sambo dalam masalah berat karena berkaitan dengan Pembunuhan Berencana yang sanksi minimalnya bisa hukuman mati.
Artikel ini telah tayang di Suara dengan judul: Ahli Mikro Ekspresi sampai Heran Ferdy Sambo Masih Pede dan Tak Tulus Minta Maaf, Gara-gara Kakak Asuh?
Berita Terkait
-
Amarah Ibu Brigadir J Tak Terbendung Usir Hendra Kurniawan, Cerita 11 Juli Lalu Keluarga Yosua Diperlakukan bak Teroris!
-
Kesaksian Adzan Romer Todong Pistol ke Ferdy Sambo usai Penembakan Brigadir J: Angkat Tangan!
-
Karir Brigjen Hendra Tamat, Seali Syah Tak Aktif di Medsos: Sibuk Kerja, Kerja, Kerja...
Terpopuler
- 5 Kulkas 1 Pintu Anti Bunga Es dan Hemat Listrik, Harga Mulai Rp1 Jutaan
- Tok! Panja DPR Sepakati RUU Polri: Usia Pensiun Bintara 59 Tahun, Perwira 60 Tahun
- Resmi! Chatib Basri Dapat Jabatan Baru Hari Ini
- Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
- Beda Cushion Wardah Colorfit Hijau dan Krem: Intip Harga, Kandungan, dan Manfaatnya
Pilihan
-
Haji Bolot Dikabarkan Terkena Serangan Jantung, Posisi Masih di Rumah Sakit
-
Derita Masyarakat RI Bertambah Kini Harga Pertamax Naik, Apa yang Harus Dilakukan?
-
Anaknya Terlibat di Program MBG, Wamenaker Afriansyah Noor Beri Penjelasan Usai Namanya Terseret
-
Namanya Terseret Isu Dugaan Korupsi BGN, Yahya Golkar: Semua Anggota Komisi IX DPR Tak Terlibat!
-
Perhatian! Harga Pertamax Naik Jadi Rp 16.250/Liter
Terkini
-
BBM Non-Subsidi Naik Drastis: 5 Langkah Efisiensi Walikota Bandung untuk Hemat Anggaran
-
6 Fakta Pabrik Vape Narkoba 'Labubu' di Medan yang Dikendalikan WNA Singapura
-
Mendarat dari Bangkok, 10 Penumpang WNI Langsung Positif Narkoba di Bandara Soetta
-
Layanan Perumda Tirtanadi Lumpuh, LAPK Sumut: Jangan Jadikan Listrik Sebagai Alasan
-
Kawanan Tawon Serang Hajatan Gegara Musik Organ Tunggal, Tamu Kocar-kacir
-
Triliunan Rupiah Mangkrak! 21 Ribu Motor Listrik Program Makan Gratis Menumpuk di Gudang Sentul
-
Hornbills Mengamuk! Tiket Final IBL 2026 di Depan Mata Usai Tumbangkan Satria Muda
-
'Bapak dan Anak Saya Juga Prajurit!' Isak Warga Diusir Paksa dari Asrama Eks Yon Zikon Lenteng Agung
-
Skor PCMB Jabar 2026 Menyusut? Dedi Mulyadi: Jangan Panik, Itu Penyesuaian Sertifikat Prestasi
-
Pertamax Tembus Rp16.250, Walikota Bandung Instruksikan Langkah Efisiensi Besar-besaran