/
Rabu, 02 November 2022 | 17:46 WIB
Salah satu ajudan Ferdy Sambo, Adzan Romer berikan kesaksian dalam sidang lanjutan Bharada E (YouTube polar tv)

SuaraTasikmalaya.id -  Ferdy Sambo usai menghabisi Brigadir J ternyata sempat ditodong pistol oleh ajudannya sendiri yakni Adzan Romer. Di hadapan majelis hakim pada sidang Bharada E pada Senin (31/10/2022), Romer memberikan kesaksiannya.

Mendengar suara tembakan dari rumah dinas Ferdy Sambo di Duren Tiga, Adzan Romer sontak mendatangi rumah tersebut. Tidak dengan tangan kosong, ia datang sambil membawa pistol dengan amunisi aktif.

Sampai di lokasi, Adzan Romer menyaksikan sendiri Ferdy Sambo dengan Yosua yang sudah tergeletak tak bernyawa. Eks ajudan Sambo tersebut langsung menodongkan pistol ke arah atasannya dan memerintahkan untuk angkat tangan.

"Bapak keluar saya kaget langsung angkat senjata arahkan ke dia (FS). Bapak angkat tangan", ungkap Romer di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan.

Setelah mengungkapkan keterangan tersebut, pandangan publik sekarang beralih ke Romer yang berani memberikan kesaksian dan juga menodongkan pistol kepada dalang pembunuhan Brigadir J.

Eks ajudan Sambo tersebut merupakan rekan kerja Brigadir J sebagai sesama ajudan. Diketahui bahwa Romer merupakan Brigadir polisi yang masuk ke dalam tingkat Bintara. Beberapa ajudan dari eks Kadiv Propam ini diketahui hadir di lokasi ketika pembunuhan dilaksanakan.

Akibatnya, Romer juga terseret dalam kasus pembunuhan berencana terhadap rekan kerjanya sendiri dan saat ini menjadi saksi di sidang kasus tersebut. Di hadapan majelis hakim, Romer sebenarnya mengaku takut dengan Sambo.

Ketika kejadian pembunuhan berencana itu terjadi di rumah dinas, meski berani menodongkan pistol ke arah atasannya, ia mengaku tetap takut lantaran Sambo saat itu masih menjabat sebagai Kadiv Propam Polri dengan dua bintang di bahunya.

Kesaksian penting lainnya juga ia utarakan di hadapan majelis hakim dan menjadi keterangan penting dalam sidang ini. Terutama draft BAP sudah dirancang oleh Sambo sejak jauh hari dan Romer didesak untuk tanda tangan meski isinya berbeda dari realita saat pembunuhan terjadi.

Baca Juga: Mesra di Perayaan Halloween, Cinta Laura dan Arya Vasco Resmi Jadian?

Salah satu isi BAP yang menurutnya tak sesuai dengan realita yaitu dalam BAP tertulis bahwa Romer tidak mendengar suara tembakan. Ia pun membantah dan mengungkapkan keterangan di depan hakim.

"Jadi kayak kami tidak mendengar suara tembakan", ungkap Romer.

"Siap. Kami disuruh tanda tangan," lanjutnya. (*)

Sumber: Suara.com


 
 
 
 
 

Load More