SuaraSumedang.id - Berikut profil Ali Haji bin Raja Haji Ahmad atau lebih dikenal Raja Haji Ahmad adalah seorang ulama dan peletak dasar Bahasa Indonesia.
Sosok pun turut dirayakan oleh Google Doodle hari ini, 5 November 2022 dengan menampilkan gambar pria, buku dan pena.
Raja Haji Ahmad pun dikenal sebagai pencatat pertama dasar, dan tata bahasa Melayu. Lalu, Raja Haji Ahmad ditetapkan sebagai Pahlawan Nasional Indonesia, 5 November 2004.
Biografi singkat Raja Haji Ahmad, lahir di Pulau Penyengat, Kesultanan Lingga (sekarang Kepulauan Riau) sekitar tahun 1808-1809.
Ayahnya bernama Raja Ahmad, pemilik gelar Engku Haji Tua setelah setelah ke Mekah, dan ibunya, Encik Hamidah binti Malik merupakan keturunan suku Bugis.
Raja Haji Ahmad merupakan cucu dari Raja Ali Haji Fisabilillah, merupakan bangsawan Bugis dari Kesultanan Lingga-Riau.
Pada 5 November 2004 lalu, melalui Keppres Nomor 89/TK/2004, Jakarta. Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menganugerahi gelar Pahlawan Nasional pada Raja Haji Ahmad atas kontribusinya pada bahasa, sastra, budaya Melayu, dan sejarah Indonesia.
Kemudian tanggal kematiannya masih menjadi perdebatan hingga saat ini, tetapi berdasarkan bukti-bukti kematian yang dirangkum dari sejumlah sumber, Raja Haji Ahmad dinyatakan wafat pada tahun 1873 di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau.
Bahkan, di batu nisannya, terukir sebuah karya miliknya berjudul Tuhfat al-Nafis, yang berarti Hadiah Berharga untuk bisa dibaca oleh orang-orang saat berkunjung ke makamnya.
Baca Juga: Google Doodle Hari Ini Tampilkan Raja Haji Ahmad, Simak Asal-usulnya
Perjalanan Raja Haji Ahmad
Raja Haji Ahmad bersama ayahnya pergi ke Jakarta pada tahun 1822. Ia mendapatkan banyak kesempatan untuk belajar.
Selain itu, pada 1828, Raja Haji Ahmad masih bersama ayahnya dan 11 kerabat Bugis lainnya pernah menjadi Bangsawan Bugis pertama yang pergi ke Mekah untuk melaksanakan ibadah haji.
Saat memasuki usia 32 tahun, Raja Haji Ahmad berserta saudara sepupunya, Raja bin Jafar dipercaya untuk memimpin wilayah Lingga, pada tahun 1845, mewakili Sultan Mahmud Muzaffar Syah.
Sepupunya diangkat menjadi Dipertuan Muda Riau VIII, dan Raja Haji Ahmad menjadi penasehat keagamaan kesultanan.
Pada masa-masa itu, Raja Haji Ahmad mulai menerbitkan sejumlah karya-karya, seperti puisi pada tahun 1847 yang berjudul Gurindam Dua Belas.
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Warna Pakaian yang Dipercaya Bawa Keberuntungan untuk Shio di Tahun Kuda Api 2026
- Jokowi Sembuh dan Siap Keliling Indonesia, Pengamat: Misi Utamanya Loloskan PSI ke Senayan!
- 5 HP Xiaomi RAM Besar Termurah, Baterai Awet untuk Multitasking Harian
- 5 Lipstik Wardah Tahan Lama dan Tidak Luntur Saat Makan, Cocok untuk Daily hingga Kondangan
- 5 HP Xiaomi Paling Murah 2026, Mulai Rp1 Juta Spesifikasi Mantap untuk Harian
Pilihan
-
Maut di Perlintasan! Kereta Hantam Bus di Bangkok hingga Terbakar, 8 Orang Tewas
-
Setahun Menggantung, Begini Nasib PSEL di Kota Tangsel: Pilih Mandiri, Tolak Aglomerasi
-
Di Tengah Maraknya Klitih, Korban Kejahatan di Jogja Harus Cari Penjamin Biaya Medis Sendiri
-
Admin Fansbase Bawa Kabur Duit Patungan Voting, Rio Finalis Indonesian Idol Tereliminasi
-
Menilik Sepatu Lari 'Anak Jaksel' di Lapangan Banteng: Brand Lokal Mulai Mendominasi?
Terkini
-
Sarwendah Dikaitkan dengan Ritual Gunung Kawi, Video Pengakuan Juru Kunci Viral
-
Cara Cek NIK Penerima Bansos Kemensos Usai Update dari DTKS Jadi DTSEN
-
Drama Musikal MAR Kembali Menggema, Kisah Bandung Lautan Api Bikin Penonton Haru
-
Seberapa Kompetitif Suzuki Burgman 15 untuk Ladeni PCX dan Nmax? Begini Komparasinya
-
Malam Mencekam di Panhead Palembang, Dentuman Senjata Tewaskan Pratu Ferischal di THM
-
Pelajar di Luwu Tewas Mengenaskan usai Bercanda Ingin Nikahi Ibu Teman
-
Man on Fire, Series yang Sibuk Jadi Thriller Politik Sampai Lupa Rasa
-
Ini Urutan Zodiak yang Ditakdirkan Sukses dan Kaya Raya, Anda Nomor Berapa?
-
Spesialis Jalan Jelek: X-Ride vs BeAT Street vs NEX Crossover Mending Mana?
-
5 Lipstik Nude Lokal di Bawah Rp50 Ribu untuk Makeup Natural dan Anti Menor