/
Senin, 07 November 2022 | 21:12 WIB
Presiden Jokowi berpidato di acara HUT ke-58 Golkar di JIExpo Kemayoran, Jakarta Pusat. (Suara.com/Ria Rizki)

SuaraSumedang.id - Presiden Joko Widodo (Jokowi) lagi-lagi meminta agar partai politik (Parpol) berhati-hati dalam memilih calon presiden dan calon wakil presiden yang bakal berlaga di pemilihan presiden (Pilpres) 2024, mendatang. 

Orang nomor wahid di Indonesia tersebut beralasan penggantinya di 2024 bakal mengemban amanah berat karena harus memimpin ratusan juta rakyat Indonesia. 

"Ya, memang harus hati-hati. Ini menahkodai 270 juta rakyat Indonesia. 270 juta lebih rakyat Indonesia. Kenapa selalu saya ulang-ulang ya memang harus hati-hati, jangan sembrono," kata Jokowi setelah menghadiri Perayaan HUT ke-8 Partai Perindo, Senin (7/11/2022). 

Jokowi mengatakan rakyat Indonesia menjadi yang paling tahu kriteria capres dan cawapres ideal yang bakal terpilih dalam dua tahun mendatang. 

"Ya, semua rakyat tahu (soal kriteria), semua kita tahu. Kalau tanya saya kriteria bisa dua hari (baru) rampung," kata dia. 

Semula, Jokowi mengungkapkan hal yang sama saat berpidato dalam acara puncak HUT ke-58 Partai Golkar di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat, Jumat (21/10/2022), lalu. 

Ia menyebut kalau Partai Golkar sudah berpengalaman dalam dunia politik praktis di Tanah Air. Ia pun menyakini Partai berlogo pohon beringin tersebut tidak akan sembrono dalam menentukan capres dan cawapres di Pilpres 2024, mendatang.

"Golkar sebagai partai yang sudah matang punya pengalaman malang melintang, sudah 58 tahun sudah banyak makan asam garam dalam perpolitikan Indonesia," katanya. 

"Oleh sebab itu saya yakin, saya yakin, saya yakin Golkar akan dengan cermat, akan dengan teliti, akan dengan hati-hati tidak sembrono dalam mendeklarasikan calon presiden dan wakil presiden 2024," ia melanjutkan. (Sumber: Suara.com)

Baca Juga: Lanjutkan Proses Hukum Penghinanya, Langkah Dewi Perssik Direspon Warganet: Jangan Kaya yang Onoh Dicabut, Sindir Lesti Kejora?

Load More