SuaraSumedang.id - Film KKN Di Desa Penari yang sudah tayang pada 30 April 2022 lalu, kemudian secara resmi turun layar setelah 75 hari tayang.
Film garapan Awi Suryadi ini pun sukses meraih jumlah penonton sebanyak 9.233.847, dan menjadi film Indonesia dengan penonton terbanyak sepanjang masa.
Bukan itu saja, film KKN Di Desa Penari pun sukses menggeser Pengabdi Setan, yang sebelumnya berhasil bertahan selama 5 tahun sebagai film horor Indonesia terlaris.
Oleh sebab itu, CEO MD Entertainment sekaligus produser KKN Di Desa Penari: Luwih Dowo, Luwih Medeni, Manoj Punjabi percaya diri film tersebut dapat bersaing dengan film asing.
Pasalnya, film yang dibintangi oleh Tissa Biani hingga Adinda Thomas itu akan tayang dalam waktu hampir bersamaan dengan film asing di Desember nanti.
"Kalau saya nggak (lawan) musuh raksasa, saya nggak puas. Menang dari sesuatu yang gampang nggak puas," kata Manoj di Jakarta Selatan, pada Rabu (30/11/2022).
Manoj menerangkan, bahwa dia memang sengaja menempatkan tanggal tayang berdampingan dengan film-film asing.
Sebab, dia memang ingin membuktikan bahwa masyarakat Indonesia bisa lebih mencintai film dari negeri sendiri dibanding film asing.
"Sekarang misi saya sih jujur ya, daripada lawan film Indonesia yang kuat mendingan sekalian lawan film besar biar ubah mindset."
Baca Juga: Ilija Spasojevic Dipanggil ke Timnas Indonesia Buat Gantikan Dimas Drajad
"Nggak mungkin dari ratusan film itu berkualitas. Mungkin 30 persen berkualitas yang komersial 10 persen. Dan film asing apakah berkualitas semua? nggak juga. Jadi strategi saya, ayo fight asal ada kesempatan," kata Manoj.
Manoj pun menjelaskan, bahwa film KKN Di Desa Penari: Luwih Dowo, Luwih Medeni, akan berbeda dari film KKN Di Desa Penari sebelumnya.
Sebab, kali ini akan menampilkan 40 adegan baru. Adegan-adegan tambahan itu pun merupakan adegan yang melalui proses syuting baru serta tambahan dari adegan yang tidak ditayangkan di film sebelumnya.
"Jadi kami syuting sebagian. Lalu ada adegan bagus yang nggak kita edit sebelumnya. Jadi yang menarik di sini apa ada gimmick, ada sesuatu yang nggak bisa saya ceritakan, tunggu Desember kami akan reveal ada apa di dalam 40 menit lebih itu," kata Manoj.
"40 menit adegan baru kita tambah juga adegan dengan syuting, editing, dan juga ada adegan di film lama yang kita potong. Jadi sudah bukan utuh, per gambarnya beda."
"Maksudnya adegan-adegan syuting beberapa persen sekitar 10 atau 15 persen, sisanya kita ambil dari editing stok," tambahnya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- Promo JSM Superindo Minggu Ini, Kue Lebaran dan Biskuit Kaleng Cuma Rp15 Ribuan
- Daftar Lokasi ATM Pecahan Rp10 Ribu dan Rp20 Ribu di Palembang
- Apakah Ada Penukaran Uang Baru BI Pintar Periode 3? Ini Pengumuman Pastinya
- 5 Body Lotion Terbaik untuk Memutihkan Kulit Sebelum Lebaran
- Di Balik Serangan ke Iran: Apa yang Ingin Dicapai AS dan Israel?
Pilihan
-
Persebaya Babak-belur di Kandang Borneo FC, Ini Dalih Bernardo Tavares
-
Here We Go! Elkan Baggott Kembali Dipanggil ke Timnas Indonesia
-
Sejumlah Artis Mendatangi Rumah Duka Vidi Aldiano, Wartawan Dilarang Masuk
-
Setelah Bertahun-tahun Berjuang, Inilah Riwayat Kanker Ginjal Vidi Aldiano
-
Vidi Aldiano Meninggal Dunia Sabtu 7 Maret Pukul 16.33 WIB
Terkini
-
30 Link Download Poster Hari Raya Idul Fitri 2026 Gratis untuk Spanduk Maupun Medsos
-
Bikin Miliano Jonathans Cedera Serius, Instagram Bek Bulgaria Digeruduk Netizen Indonesia
-
Aksi Tinju Jalanan saat Waktu Sahur Terekam CCTV Warga di Pekanbaru
-
BGN Beri Tenggat 30 Hari: SPPG Tak Kantongi Sertifikat Laik Higiene, Siap-siap SUSPEND!
-
Anggaran Desa Cair Jelang Lebaran, Rudy Susmanto: Tak Ada Alasan Minta THR ke Pengusaha
-
LBH Palembang Tegaskan Gugatan terhadap 25 Media di Sumsel Harus Dihentikan
-
Makna Baju Biru Para Sahabat di Pemakaman Vidi Aldiano, Bukan Cuma Warna Favorit Almarhum
-
Apa Itu Cedera Ligamen Krusiatum Diduga Dialami Miliano Jonathans?
-
aespa dan RIIZE Isi Lagu Tema Utama Anime Kill Blue, Tayang April 2026
-
Buntut Kericuhan Malut United vs PSM, PWI Turun Tangan Investigasi Intimidasi Jurnalis