SuaraSumedang.id - Anne Ratna tengah menjadi sorotan warganet lantaran video yang mengungkap tentang hutang Kang Dedi Mulyadi ketika menjabat Bupati Purwakarta.
Selain itu Anne Ratna dianggap tidak konsisten usai menyindir soal pencitraan yang dilakukan Kang Dedi Mulyadi.
Baru-baru ini publik kembali menyoroti cuplikan video lawas Anne Ratna ketika sebelum menjadi Bupati Purwakarta.
Video lawas tersebut diunggah oleh akun TikTok @padadangpadadang99 pada Rabu, (30/11/22).
Dalam video tersebut Anne Ratna mengaku sosialisasi yang dilakukannya bersama Kang Dedi pada masa itu membuat masyarakat mendukungnya.
“Saya tidak menyangka juga bahwa gerakan saya kepada masyarakat berdampak politis dan akhirnya masyarakat sangat mengharapkan estafet pembangunan dijalankan oleh saya sebagai istri Kang Dedi,” tuturnya.
Anne juga menambahkan jika dirinya melanjutkan dari apa yang sudah dilakukan oleh KDM sewaktu menjabat sebagai bupati.
"Makanya waktu itu saya betul-betul memberikan ruang yang leluasa bagi seorang Kang DM untuk berinteraksi," ujar Ambu Anne dilansir dari akun TikTok @padadangpadadang99.
Pada saat itu dirinya memberikan ruang kepada Kang Dedi untuk bisa bersosialisasi dengan masyarakat.
"Bersosialisasi, kemudian bersilaturrahmi dengan warga masyarakat," sambungnya.
Baca Juga: Adegan Panas Laura dan Arif Dirgantara di Series Kupu - Kupu Malam, Ganti Baju sampai ....
Akan tetapi yang menjadi sorotan publik pernyataan Anne berbanding terbalik dengan perkataan sebelumnya yang menyebut Kang Dedi seolah pencitraan.
"Matakna jadi bupati teh sing leres," tutur Ambu Anne
"Entong pencitraan wae, gitu kan ieu pencitraan wae," sambungnya.
Cuplikan video yang diunggah TikTok @padadangpadadang99 mendapat berbagai komentar dari warganet.
“Saya jadi tahu seperti apa Ibu Anne aslinya,” tulis @org bandung.
“Orang bisa menilai pribadi sesorang dari pembicaraannya,” tulis @nyai siti413.
“Kata-kata ibu yang akan menunjukan siapa ibu sebenarnya," tulis warganet lainnya.
Sumber: TikTok @padadangpadadang99.
Berita Terkait
Terpopuler
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- Habiburokhman Ngamuk di DPR, Perwakilan Pengembang Klaster Vasana Diusir Paksa Saat Rapat di Senayan
Pilihan
-
Update Kuota PINTAR BI Wilayah Jawa dan Luar Jawa untuk Penukaran Uang
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
Terkini
-
Demo Mahasiswa di Mabes Polri saat Ramadan, Polisi Berpeci dan Bersorban Siap Bagi Takjil
-
Tawuran Sahur Patrol di Gresik Berujung Pembacokan, Dua Pemuda Luka Parah
-
Pemerintah Gandeng AS Kembangkan Ekosistem Semikonduktor, Potensi Investasi Rp 530 Triliun
-
Bogor Dikepung Cuaca Ekstrem, Menko AHY Dorong Infrastruktur Adaptif di Kota Hujan
-
Digugat Cerai Mawa, Insanul Fahmi Masih Pikir-Pikir Talak Inara Rusli
-
Geger Mobil Dinas Rp8,5 M, Golkar "Semprot" Gubernur Kaltim: Ukur Kondisi Rakyat
-
Mahasiswi Dibacok, DPR Desak Evaluasi Keamanan Kampus UIN Suska Riau
-
TNI Dikirim ke Gaza, Misi Damai atau Jebakan Perang Maut Lawan Hamas?
-
Shazam!: Ketika Kekuatan Dewa Bertemu dengan Jiwa Remaja yang Jenaka, Sahur Ini di Trans TV
-
Program Pelatihan Vokasi Nasional 2026 Dibuka, Dapat Uang Saku hingga JKK-JKM