SuaraSumedang.Id – Rencana pemerintah untuk reaktivasi jalur kereta api (KA) Tanjungsari-Jatinangor-Rancaekek (Bandung), Jawa Barat tak terdengar lagi, sejak mencuat tahun 2019 lalu.
Namun demikian warga yang selama bertahun-tahun tinggal di areal jalur kereta api antara Tanjungsari-Jatinangor, Sumedang, tetap harap-harap cemas.
Mereka cemas dan khawatir, pemerintah benar-benar merealisasikan rencana reaktivasi jalur KA, dalam waktu dekat ini.
“Ya, saya tentu saja khawatir pembangunan kembali rel kereta api benar-benar dilaksanakan, dalam waktu dekat,” kata Mang Hendra (69) kepada sumedang.suara.com, baru-baru ini.
Dia mengatakan, ketika berita soal reaktivasi jalur kereta api mencuat kira pertengahan 2019 lalu, warga resah sekali. Mereka menduga, reaktivasi itu akan segera dilakukan pemerintah.
Semakin resah lagi warga, setelah PT KAI memasang patok di sepanjang rel kareta api sebagai tanda bahwa lahan yang dipasangi patok bukan milik warga.
“Saya dan warga lainnya saat itu pasrah, harus mencari tempat tinggal baru, sambil menunggu uang ganti rugi bangunan walau sekedarnya,” kata Yati (65), yang rumahnya berada di atas lahan PT KAI di kawasan Kaum, Tanjungsari.
Akan tetapi, ternyata reaktivasi itu belum dilakukan pemerintah, sampai saat ini. Kabarnya pun tidak ada lagi.
“Syukur deh. Lebih syukur lagi, rencananya batal,” kata Yati lagi, sambil tersenyum.
Baca Juga: Kutip Omongan Hotman Paris soal Komunikasi, Sunan Kalijaga Ditertawakan Venna Melinda
Yati menambahkan, dirinya memang yakin, lambat atau cepat, pemerintah benar-benar melakukan reaktivasi jalur KA. Dia juga sadar dan menerima jika itu terjadi.
Ia hanya berharap, jika memang benar dilaksanakan, tolong pemerintah memikirkan juga nasib ratusan bahkan ribuan kepala keluarga yang selama ini tinggal di rumah yang dibangun di atas lahan milik PT KAI.
“Tolong fikirkan juga ganti ruginya yang memadai, walaupun lahan itu milik PT KAI,” harapnya.
Seperti diketahui, sekira pertengahan 2019 lalu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menyampaikan rencana pemerintah pusat untuk reaktivasi jalur kereta api (KA) dari Rancaekek – Jatinangor- Tanjungsari, Sumedang.
Reaktivasi jalur KA itu dimaksudkan agar warga di Bandung Raya punya alternatif transportasi. Selain itu, untuk mengurai kemacetan di jalur jalan raya yang biasa terjadi di Tanjungsari-Jatinangor-Cileunyi-Bunderan, Cibiru.
DPRD Jabar, berdasarkan catatan, sudah menyetujui rencana tersebut.
Namun entah karena apa, rencana itu, tidak terdengar lagi kabar beritanya, hingga masa jabatan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil segera habis. ***
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Jakarta Siap Pungut Pajak Mobil Listrik Tahun Ini, Kendaraan Mewah Kena hingga 75% PKB
- Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
- 6 Shio Paling Beruntung pada 23 Juli 2026, Keberuntungan Memihak
- Resmi Daftar Kemenkum, Partai Gerakan Rakyat Pastikan Usung Anies Baswedan Capres
- 5 Warna Lipstik Wardah untuk Bibir Hitam dan Kulit Sawo Matang
Pilihan
-
Febrie Adriansyah Resmi Ditahan Kejagung, Teriak Kriminalisasi Saat Digiring ke Mobil Tahanan
-
Takut Lumpuh, Hotman Paris Pilih Mundur Jadi Pengacara Febrie Usai Pijit di Bojong Gede Tak Mempan
-
Saraf Terjepit, Hotman Paris Putuskan Mundur Jadi Kuasa Hukum Eks Jampidsus Febrie Adriansyah
-
Dokter Tifa Menang, Sidang Kasus Ijazah Jokowi Resmi Dihentikan
-
Menang Lima Gol, Timnas Putri Indonesia Back to Back Juara AFF Women's Cup 2026
Terkini
-
Jangan Anggap Sepele Nyeri Pinggang Mendadak, Bisa Jadi Tanda Batu Saluran Kemih
-
Motul Perluas Jangkauan di Jawa Barat, Dorong Pertumbuhan Ekosistem Otomotif Nasional
-
Igor Tolic Beberkan Faktor X yang Bikin Persib Hajar Arema di Piala Presiden 2026
-
Naik Kereta untuk Liburan? Jangan Lupa Siapkan Antisipasi Jika Jadwal Berubah
-
Febrie Adriansyah Ditahan di Rutan KPK, Koalisi Sipil Desak Pengusutan Tuntas Tanpa Intervensi
-
MAXI Yamaha Day Jabar 2026 Pikat Komunitas dengan Budaya dan Alam Kuningan
-
Gap antara Kampus dan Industri Masih Lebar, Mahasiswa Bisa Rugi Kalau Tak Bersiap
-
Hanya Gara-gara Colokan Kabel, Bisnis MUA di Tuban Kebakaran Rugi Rp400 Juta
-
Tangis Ayah untuk NH, Dugaan Perundungan yang Berulang, Bocah Kelas 3 SD Meninggal
-
Gunung Anak Krakatau Erupsi Dua Kali: Abu Hitam Pekat Selimuti Langit Selat Sunda