SuaraSumedang.Id - Setelah pemerintah memberlakukan tarif untuk tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), jalur arteri Sumedang-Cileunyi ramai kembali.
Itu terjadi karena para pengguna jalan yang biasanya menggunakan tol, kembali menggunakan jalur gratis, yakni jalur arteri yang melewati Cadas Pangeran.
Saat beberapa pengguna jalan dikonfirmasi SuaraSumedang, Rabu 1 Maret 2023, diperoleh keterangan, bahwa mereka sejatinya ingin menggunakan jalur tol seperti ketika masih gratis.
Yang jadi masalah bagi mereka, tarif tol Cisumdawu dirasa terlalu mahal.
"Masalahnya ya itu, tarif tol terasa mahal, Jadi, sekarang, kalau tidak mendesak, lebih baik menggunakan jalur arteri saja," kata Mohammad, pengendara kendaraan pribadi yang sedang istirahat makan di sebuah warung nasi di kawasan Cigendel, Kecamatan Pamulihan.
Mohammad menambahkan, awalnya dia menduga tarif tol Cisumdawu cukup manusiawi. Namun setelah melihat besaran tarif yang beredar di berita dan media sosial, diketahui bahwa tarifnya terlalu tinggi.
Pengendara lain merasa heran, mengapa pihak tol Cisumdawu memberlakukan tarif yang terbilang mahal,.
"Jadi, pemerintah membangu tol itu untuk siapa?" tanya Dedi, yang juga ditemui di warung nasi yang sama.
Mereka mengaku sedang dalam perjalanan ke Bandung bersama keluarganya.
Dikonfirmasi wartawan, Bagus Meidi, Direktur Teknik dan Operasional PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT), pengelola, sekaligus penerima manfaat Jalan Tol Cisumdawu tidak mempermasalahkan soal sepinya tol, dan pengguna menggunakan jalur arteri.
Menurut Bagus, menggunakan tol atau jalur arteri itu merupakan pilihan pengguna jalan. Pengguna bisa memilih mana yang terbaik.
"Itu merupakan pilihan pengguna jalan, mau ke Tol Cisumdawu monggo, mau ke jalur lama Cadas Pangeran silakan," kata Bagus Meidi.
Sebelumnya, Selasa malam tadi, tol Cisumdawu mulai memberlakukan tarif untuk beberapa seksi yang sudah bisa digunakan.
Selain mulai mengenakan tarif, pengelola juga menaikan tarif dari sebelumnya.
Tarif seksi 1 (Cileunyi-Pamulihan) yang sebelumnya Rp 11.000,- misalnya, kini jadi Rp 14.500 untuk kendaraan golongan 1 dengan panjang ruas 11,45 km.
Tarif tersebut dinilai mahal, termasuk tarif dari GT Cileunyi ke GT Sumedang mencapai Rp 36.500, padahal jaraknya hanya 18,44 1 km saja. ***
Berita Terkait
Terpopuler
- 3 Sepatu New Balance Tanpa Tali, Bantalan Nyaman untuk Jalan Kaki Jauh
- Warga Kayumanis Bogor Tolak PSEL
- 5 Sepatu Adidas Tanpa Tali yang Serbaguna, Anti Pegal Dipakai Jalan Seharian
- 5 HP Baru 2026 Memori Besar dan Baterai Badak untuk Multitasking, Harga Rp2 Jutaan
- 5 Moisturizer Mengandung SPF untuk Pagi Hari, Melembapkan dan Mencerahkan Kulit
Pilihan
-
Kesehatan Donald Trump Bermasalah? Gedung Putih Dituding Tutupi Hasil Medical Check-up
-
Kebakaran RSUD Syekh Yusuf Gowa, Begini Kondisi Terkini Pasien
-
Israel Bombardir Lebanon, 74 Warga Jadi Korban Satu Keluarga Tewas Saat Kabur
-
AS-Iran Kembali Sepakati Gencatan Senjata, Harga Minyak Stabil di USD 90
-
Skandal! Jaksa AS Selidiki FIFA, Penjualan Tiket Piala Dunia 2026 Diduga Bermasalah
Terkini
-
Apakah Sunscreen Bisa Bikin Awet Muda? Ini Kata Dokter dan 5 Pilihan yang Layak Dicoba
-
Jelang Piala AFF 2026: Pemain Domestik Timnas Indonesia Jalani Gemblengan Fisik Ketat di Bali
-
Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
-
Enam Pelaku Perundungan Siswi Tana Toraja Ditangkap
-
Sumber Teror Api Misterius di Seyegan Mulai Terkuak, Tim UPN Soroti Gas Metana dari Bekas Rawa
-
3 Rekomendasi Mesin Cuci Panasonic yang Terbukti Awet dan Laris, Harga Murah!
-
Emmanuel Eboue Punya Misi Gila: Yakin Arsenal Bisa Rayu Kvaratskhelia Tinggalkan PSG
-
Lomba Sihir Meremajakan Melompat Lebih Tinggi dengan Nuansa Indie Pop
-
Bukan Mistis! Misteri Barang Terbakar Sendiri di Sleman Terungkap, Pakar UGM Bongkar Biang Keroknya
-
Kapolres Perintahkan Tembak di Tempat Jika Begal Membahayakan