SuaraSumedang.id - Kasus penganiayaan yang dilakukan Mario Dandy, Shane Lukas, dan Agnes Gracia kian memanas.
Kerumitan kasus ini yang melibatkan elemen dan pihak lain perlahan mulai terbongkar pasca rekonstruksi adegan yang digelar beberapa hari lalu.
Diketahui, rekonstruksi adegan tersebut dilaksanakan di lokasi kejadian, Perumahan Green Permata yang melibatkan beberapa unsur seperti pelaku, saksi kejadian, kuasa hukum, wartawan dari berbagai media dan tentunya pihak kepolisian.
Terlepas dari hal itu, kuasa hukum David Ozora sebagai korban, Mellisa Anggraini menanggapi kejadian usai rekonstruksi tersebut.
Dikutip Suara Sumedang dari akun Twitter @MellisA_An pada Selasa, (21/3/2023) menyebutkan bahwa terdapat kebohongan yang dilakukan Mario Dandy dalam melancarkan aksi penganiayaan tersebut.
"Dalam rekonstruksi hari Jumat lalu banyak kebohongan dari tersangka MDS yang terungkap," tulisnya dalam akun Twitter pribadi.
kuasa hukum David Ozora, Mellisa Anggraini kemudian mengemukakan pendapatnya mengenai empat kebohongan yang dimaksudkan.
1. Bohong Soal Pelecehan
Dia berbohong dengan menyampaikan adanya pelecehan yang dilakukan anak korban D kepada anak adiknya yang entah siapa maksudnya
Baca Juga: Ikatan Cinta, Sedihnya Askara Anak Aldebaran yang Ditirikan : Mas Al Lebih Pilih Reyna
2. Bohong Soal Free Kick
kebohongan lain ketika security datang pertama kali, lalu kebohongan terkait free kick yang katanya itu kata-kata dari tersangka S.
3. Tidak Ada Konfirmasi Pelecehan
Dari rekaman atau rekonstruksi tidak ada bahasa-bahasa konfirmasi terkait pelecehan tersebut, yang ada hanya kata-kata arogansi seperti "berani ga lu sama gua anj**", "gua ga takut anak orang mati" dan sebagainya, dari awal dia hanya ingin membuktikan kepada anak AG bahwa dia lebih hebat, lebih jago!
4. Hanya Tanya Soal Anak Korban
Hari ini di berbagai media dia sampaikan melalui kuasa hukumnya dia hanya bertanya kondisi anak korban D tanpa pernah bertanya terkait ayahnya juga anak AG," pungkas Mellisa Anggraini.(*)
Berita Terkait
-
Cek Fakta: Mario Dandy Alami Depresi karena Keluarga Sudah Tak Peduli dan Tidak Pernah Jenguk?
-
Sosok Ini Ingin Mario Dandy Cs Dihukum Berat, Ternyata karena Hal Ini
-
Intip Profil Reda Manthovani Kejati DKI Jakarta Tawarkan Damai David dan Mario Dandy
-
CEK FAKTA: Video Panas Mario Dandy dan Agnes di Hotel Beredar, Benarkah?
-
Kuasa Hukum David Ozora Ungkap Fakta Mengejutkan Soal Mario Dandy, Ternyata...
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Strategi Amir Ghalenoei, Boyong Timnas Iran Lebih Awal ke Amerika Serikat Sebelum Kick-Off
-
Thom Haye Sesumbar Jelang Persija vs Persib: Kami Datang untuk Menang dan Jadi Juara!
-
Misteri Berdarah di Istana Joseon: Intrik Politik dalam The Red Palace
-
PBNU Tetapkan Jadwal Muktamar ke-35 Agustus 2026, NTB hingga Jatim 'Berebut' Jadi Tuan Rumah
-
Wali Kota Makassar Tegaskan SPMB 2026 Anti Curang, Sistem Canggih dan Transparan
-
Pengamat UMY Sebut Prabowo Rugi Besar Jika 'Pelihara' Homeless Media: Itu Membodohi Publik
-
Biaya Laundry 1 Pakaian Dalam Rudy Mas'ud Rp40 ribu, Warganet Kaget: Sempaknya Titan Kah?
-
OnePlus Ace 6 Ultra Resmi Rilis, Usung Dimensity 9500 dan Baterai Raksasa
-
Modal Cerita Kosong, Mortal Kombat II Bukti Hollywood Salah Arah
-
Sembilan Tahun Sembunyi, Jejak Sang Penipu Mebel Terhenti di Kapas Krampung Surabaya