/
Rabu, 22 Maret 2023 | 12:03 WIB
Mamat Alkatiri dan Arie Kriting di podcast Deddy Corbuzier. (YouTube/Deddy Corbuzier)

SuaraSumedang.id - Duo timur, Arie Kriting dan Mamat Alkatiri diundang ke podcast Deddy corbuzier. Tidak hanya lucu, melainkan diskusi mereka membuka fakta yang jarang diketahui banyak orang.

Arie Kriting dan Mamat Alkatiri terkenal sebagai dua comika yang berasal dari Indosia bagian Timur, tepatnya Papua. Tak diduga, biasanya mereka tampil dilayar kaca untuk menghibur tapi kali ini tampil berbeda. 

Dikutip Suara Sumedang dari kanal Youtube Deddy Corbuzier pada Rabu, (22/3/2023) mereka tampak asik mendiskusikan seputar kebudayaan. menurut Arie kriting, Indonesia kehilangan banyak warisan budaya, salah satunya adalah bahasa daerah.

"Sebenarnya Indonesia tuh sudah kehilangan sekitar 25 bahasa daerah, dan puluhan lainnya hampir punah, karena penuturnya sudah 50 tahun keatas. Jadi kalau mereka sudah meninggal maka bahasa itu punah dengan sendirinya. sempat dibuatkan kamus sebenarnya namun tidak efektif. Penutur dan kamus itu dua hal yang berbeda. penutur itu lengkap dengan dialektikanya" Ungkap Arie Kriting dari hasil pengumpulan informasi melalui berbagai media.

Terlepas dari polemik hilangnya bahasa daera, tentunya masing-masing bangsa memiliki tugas yang sama yaitu merawat warisan daerah yang masih ada. Demikian pula dengan Arie Kriting dan Mamat Alkatiri, keduanya terlihat kompak saat mengemukakan alternatif untuk melestarikan budaya.

"Tidak hanya pendokumentasian publik saja, melainkan anak bangsa juga perlu berperan dalam melestarikan dan memperkenalkan budaya ke kancah Mancanegara. seperti memenuhi kebutuhan anak muda lewat lagu yang dimodifikasi instrumennya, menggunakan alat yang enak di dengar tapi liriknya pakai bahasa daerah, seperti Weird Genius dengan lagu Lathi," ungkap Mamat Alkatiri saat disinggung mengenai solusi melestarikannya.

"Sebelumnya kita disana ada event berupa konser musik, dihadirkan tamu undangan yang punya banyak fans di tanah papua dan cukup terkenal, begitu om Dedd. nah tamu undangan itu hanya 3 kali tampil saja, sisanya adalah penampilan utama yang pentas dengan ke-khas-an papua. bahasa, budaya dan lain-lain," lanjut mamat Alkatiri.

Arie Kriting juga sempat disinggung mengenai alasan ciptakan lagu. Dirinya menjawab bahwa dirinya menerbitkan sebuah lagu dengan bahasa daerah untuk melestarikan warisan budaya, dengan harapan lagunya menjadi salah satu simbol di tanah Papua.

"Tujuannya untuk itu, melestarikan budaya dengan kebutuhan masa kini melalui lagu. lagu, tarian-tarian, bahasa, rumah adat semuanya kan ada yang ciptain. Nah saya dengan teman-teman berharap bisa sampai seperti itu di masa kini, menjadi salah satu pencipta atau pelestari warisan budaya di tanah Papua," ungkap Arie Kriting yang terlihat serius menjawab pertanyaan Deddy Corbuzier.(*)

Baca Juga: Geger, Ardhito Pramono Ngamuk di Club Malam dan Lempar Gelas, Ternyata Gara - gara Hal Ini


Sumber: YouTube Deddy Corbuzier

Load More