/
Kamis, 13 April 2023 | 20:10 WIB
TikToker Bima asal Lampung yang studi di Australia Viral gegara kritik Lampung (TikTok/@Awbimax Reborn)

SUARA SUMEDANG - Viral di TikTok sebuah video yang berisi sindiran maupun kritik terkait alasan Lampung yang disebutkan sebagai daerah kelahirannya itu tidak maju-maju.

Videonya yang viral tersebut terpantau telah disukai sekira 692 ribu suka dan dikomentari lebih sekira 18.9 ribu netizen.

Seorang TikToker yang mengaku bernama Bima melalui akunnya Awbimax Reborn membuat presentasi di depan kamera dan menunjukkan sejumlah alasan kenapa Lampung sulit maju.

"Kenalin nama gue Bima, gue berasal dari provinsi yang satu ini dajjal dan gue sekarang lagi menjalani proses studi gua di Australia," kata Bima mengenalkan dirinya di awal video.

Dikatakan Bima, alasan Lampung tidak maju salah satunya terkait dengan masalah infrastruktur seperti proyek pemerintah yang mangkrak hingga jalan yang rusak.

"Jalan-jalan di Lampung tuh kayak 1 km bagus, 1 km rusak, terus jalan ditempel-tempel doang, ini apa sih? Ini pemerintah main ular tangga atau apa? Aduh gedeg banget dah," ujarnya.

Selain itu ia juga sempat mengkritik soal masalah pendidikan yang menyinggung soal seleksi pendidikan dan kecurangan dalam sistem yang ada.

"Proses penyaringan peserta didik yang ada di Lampung itu sendiri itu banyak banget kecurangannya, bahkan yang berkontribusi itu orang-orang yang bekerja di sektor pendidikan, kayak dosen nitipin anaknya, rektor nitipin ponakannya, ini apa sih?" tuturnya.

Bukan hanya itu, dalam videonya, ia juga menyinggung soal korupsi yang terjadi, birokrasi tak efisien, lemahnya hukum, hingga masalah suap menyuap.

Baca Juga: Tanggapan Ibu Boy William Tentang Ayu Ting Ting: Enggak tahu

"Tata kelola yang lemah, korupsi di mana-mana, birokrasi nggak efisien, hukumnya nggak ditegakkan, lemah banget. Terus juga suap, aduh nggak usah bahas suap ya mak, di mana-mana udah kayak makanan sehari-hari gitu kan," kata Bima.

Sementara itu di penjelasan terakhir videonya, Bima menyempatkan mengkritik soal sektor pertanian yang dinilainya juga masih belum memuaskan.(*)

Load More