SUARA SUMEDANG - Bundesliga bersama platform 433, merilis sebuah video dokumenter tentang sepak bola Indonesia.
Dalam video yang berdurasi sembilan menit, membahas mengenai ‘Why Indonesia Never Produced a Top Level Footballer.’
Video tersebut diproduksi oleh 433, sebuah platform yang membahas khusus tentang sepak bola. Studio yang berpusat di Belanda itu, mengemas dokumenter edisi Jakarta dengan apik.
Video dokumenter itu, menggambarkan tentang pembinaan pemain muda yang masih kurang memadai di Indonesia. Baik dari sektor lapangan juga pelatih.
Ada beberapa narasumber yang di wawancarai, satu diantaranya pemain Persija Jakarta dan timnas Indonesia, Muhammad Ferrari.
Ferrari menceritakan bagaimana dirinya jatuh cinta kepada sepak bola. Ia juga menuturkan bahwa fasilitas dan pembinaan pemain muda di Indonesia itu masih kurang.
“Fasilitas dan pembinaan pemain usia muda kadang masih kurang,” tutur Ferrari.
Dalam sesi interviewnya, ia juga mengucapkan kekurangan pengetahuan pelatih dalam membina pemain muda yang sesuai dengan umurnya.
“Banyak pelatih-pelatih yang belum terlalu paham dalam membina pemain muda, seperti apa sih yang harus dilakukan disaat pemain usia segini kemudian di usia lainnya,” ucapnya.
Baca Juga: PSIS Semarang Didenda Rp 75 Juta Buntut Ricuh Suporter
Di sisi lain, dokumenter tersebut menunjukan harapan-harapan besar untuk sepak bola Indonesia juga pemain-pemain muda masa depan Indonesia.
Sebagai tambahan informasi, Bundesliga membuat program Common Ground yang bertujuan untuk merevitalisasi lapangan sepak bola dan bekerjasama dengan komunitas lokal dalam menjalankan programnya.
Indonesia khususnya Jakarta, termasuk dalam program ini dan menjadikan lokasi pertama program Common Ground di wilayah Asia Tenggara.
Project revitalisasi ini sudah diluncurkan pada (11/2/2023) lalu di Pesanggrahan, Jakarta.
Dalam video dokumenter tersebut juga digambarkan tentang minimnya infrastruktur lapangan sepak bola yang bisa dijangkau oleh setiap orang. (*)
Sumber: YouTube 433
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 4 Pompa Air Kedalaman 20 Meter ke Atas, Hemat Listrik dan Tekanan Air Stabil
- Bedak Marcks Tabur untuk Usia Berapa? Ini Penjelasan dan 3 Pilihan Variannya
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- 3 Pompa Air Otomatis untuk Sumur Dalam, Air Deras dan Mesin Awet
- Daftar Pertanyaan Sensus Ekonomi 2026: Petugas BPS Datangi Rumah, Tanya Gaji dan Usaha
Pilihan
-
UBK Nonaktifkan Ketua BEM FH dari Jabatan Usai Mengaku Terima Suap Rp20 Juta dari Oknum Polisi
-
Sisi Gelap 'Operasi Penertiban Sawit' Satgas PKH dan Tentara di Tesso Nilo
-
Pertama Kali Dalam Sejarah Piala Dunia! Badai Petir Hentikan Prancis vs Irak
-
Anak Mantan Bupati Sleman, Raudi Akmal Jadi Tersangka Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Resmi! Roy Suryo dan Dokter Tifa Tak Ditahan Jaksa, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Terkini
-
EcoGrow Mom, Langkah PTBA Wujudkan Perempuan Tani Berdaya dan Sejahtera
-
Wujud Nyata Komitmen ESG, Pegadaian Gelar Khitanan Massal 2026 Bagi 500 Anak
-
Sering Mangkir, KPK Pertimbangkan Jemput Paksa Model Fitri Assidikki
-
3 Sampo Penghitam Rambut yang Dipuji Pengguna karena Ampuh Menutupi Uban
-
Gas Melon Langka di Indramayu, Lucky Hakim Endus Praktik Pengoplosan: Pertamina Harus Gandeng Polisi
-
Klaim MBG Bukan Proyek! KemenHAM: Ini Instrumen Negara Penuhi Hak Dasar Siswa
-
5 Bedak Tabur yang Memberikan Efek Glowing di Wajah, Hasil Makeup Halus dan Natural
-
Gagal Jadi JC, Sony Sonjaya Ternyata Belum Akui Perbuatan di Kasus Korupsi MBG
-
Satu Tahun Dicuekin, Fariz RM Akhirnya 'Gas Pol' Seret Pelanggar Hak Cipta Lagunya ke Polisi
-
Militerisme Menguat! 1.047 Pembela HAM Diserang di Era Prabowo-Gibran