SUARA SUMEDANG - Hari Raya Idulfitri menjadi hari yang penting bagi umat Islam di seluruh dunia.
Pada hari tersebut semua kaum muslim merayakan hari kemenangan setelah berpuasa ramadhan yang dalam satu bulan penuh.
Di Indonesia sendiri makna dari Idulfitri selaras bersama budaya masyarakat yang ada. Idulfitri disambut dengan penuh suka cita. Setiap orang mengumandangkan takbir dan melaksanakan salat Id.
Selain itu, serangkaian silaturahmi dilakukan di Hari Raya Idulfitri. Momen berkumpul bersama keluarga menghiasi hari yang fitri tersebut.
Namun, makna dari Idulfitri bukan hanya kembali ke fitrah atau suci.
Dikutip dari NU online oleh suara.sumedang.com esensi dari Idulfitri ialah ketaatan pada Allah yang semakin bertambah. Sebab, selama sebulan penuh kita dilatih untuk menahan hawa nafsu dan berlomba-lomba beramal shalih serta berbuat kebaikan.
Jangan sampai paska ramadhan amal-amal kebaikan itu turut pergi, yang diharapkan ialah kebaikan-kebaikan tetap senantiasa diamalkan bahkan jika mampu untuk bertambah kadarnya.
Kemudian, Idulfitri juga dimaknai sebagai bentuk dari rasa syukur kepada Allah SWT atas kemenangan yang diperoleh setelah menjalankan puasa ramadhan selama satu bulan penuh.
Hal ini pun disebutkan dalam sebuah kitab Kanjun Najah was Surur, yang isinya.
Baca Juga: Prediksi Timnas Indonesia U-22 vs Lebanon Malam Ini: Susunan Pemain, Skor dan Link Live Streaming
: : ...
“Dan diketahui, bahwa kata id’ diambil dari kata ‘aud (kembali), lalu disebut id karena berulang-ulang setiap tahun. Dikatakan demikian, sebab banyaknya kembalian (imbalan) Allah ta’ala bagi hambanya dengan keutamaan-keutamaan yang telah tersedia di hari itu. Atau karena sesunggunnya Allah jalla wa ‘alaa kembali (mengunjungi) makhluk-Nya dengan kebahagiaan. Dikatakan pula, karena pada hari itu terdapat imbalan-imbalan kebaikan dan beberapa anugerah yang menjadikan bersyukur” (Lihat Kanzun Najah was Surur, h. 265).
Berdasarkan penuturan yang terdapat dalam kitab tersebut, sesungguhnya makna Idulfitri terletak pada hubungan kita kepada Sang Pencipta, yaitu Allah subhaanahu wa ta’ala.
Disebut sebagai hari raya atau hari kemenangan, sebab umat Islam mendapat imbalan atas amal ibadahnya selama bulan Ramadhan. (*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
- Gibran Bukan Panglima! Pakar UGM: Keamanan Papua Tetap Tanggung Jawab TNI dan Polri
- 3 Sabun Muka Rekomendasi Dokter Estetika yang Ampuh Jaga Skin Barrier
Pilihan
-
Pertemuan di Rumah Presiden, Jampidsus Febrie Adriansyah Diminta Jentelmen Mundur
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
-
Penampakan 50 Pria Baju Loreng Geruduk Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Febrie Adriansyah
-
Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
Terkini
-
Mesin Belgia Mulai Panas, Courtois Yakin Setan Merah Pulangkan Spanyol
-
Staycation Rasa Liburan di Tengah Jakarta, Menemukan Oase Hijau Bernama Park 5 Simatupang
-
Jelang Lawan Inggris, Norwegia Diserang Wabah Flu: Bagaimana Kabar Haaland?
-
Masa Depan Pariwisata Yogyakarta: Menjaga Budaya di Tengah Arus Global
-
5 Daya Tarik Utama Wisatawan Asing Berlibur di Indonesia
-
Panduan Lengkap Urus Sertifikat Halal Gratis untuk UMKM, Ini Syarat dan Caranya
-
Benarkah Jampidsus Febrie Adriansyah Mengundurkan Diri? Ini Jawaban Komisi III DPR
-
5 Slingback Heels dengan Desain Minimalis, Cocok untuk Gaya Office Look!
-
Penjualan Anjlok 87 Persen, Kia Kapok Jualan Sedan dan Pilih Suntik Mati
-
Tak Hanya Saksi, IPW Sebut 2 Brigjen TNI Satroni Polda Metro Hendak Ambil Paksa Barang Bukti