SUARA SUMEDANG - Pegasus, alat penyadap yang berasal dari Israel, yang disinyalir telah ada di Indonesia. Bahkan sejumlah lembaga penegak hukum rela mendatangkan alat zero click itu dengan harga ratusan miliar rupiah dengan mekanisme bawah tangan.
Lantas apa sih Pegasus, dan bagaimana cara kerja alat hingga disebut-sebut dapat membungkam demokrasi massa.
Dilansir dari liks.suara.com, Pegasus adalah alat surveilans sekaligus penyadapan dengan teknologi canggih berbentuk software atau yang biasa disebut perangkat lunak.
Pegasus dibuat oleh NSO Group, sebuah perusahaan teknologi ternama di Israel. Didirikan pada tahun 2010, oleh Niv Karmi, Omri Lavie, dan Shalev Hulio.
Laporan Citizen Lab dan Amnesty International menyebutkan jika Pegasus dapat memecahkan komunikasi yang terenkripsi dari iPhone, android, Mac dan semua perangkat elektronik berbasis OS yang lainnya.
Pada penggunaannya, Pegasus dikenal sebagai alat yang dikenal zero klik, sehingga tidak memerlukan aktivasi klik dari pemilik smartphone maupun komputer.
Ini cukup membahayakan, pasalnya Zero Click adalah serangan yang tak nampak. Dengan demikian pemilik smartphone tidak akan menyadari bahwa dirinya sedang berada dalam pengawasan atau target.
Pada umumnya software dalam perangkat smartphone maupun komputer memerlukan klik lampiran atau tautan atau yang biasa disebut dengan one click.
Tapi tidak dengan Pegasus, alat ini bisa berjalan otomatis dan mengintai ponsel anda atau komputer anda.
Baca Juga: 4 Fakta Menarik yang Membuat Osho no Ko Berbeda dari Anime Kebanyakan
Lebih mengerikan, Pegasus bisa terinstal sendiri tanpa memerlukan konfirmasi dari pengguna ponsel maupun komputer.
Usai terpasang, Pegasus akan menginfeksi seluruh perangkat, mengambil sebagian data yang tersimpan di telepon, komputer, berupa email, foto, video, chat, kontak pribadi, lokasi keberadaan terkini.
Boleh dibilang alat ini sangat canggih, pasalnya Pegasus dapat membuka microphone hingga mengendalikan kamera telepon maupun komputer tanpa diketahui pengguna. (*)
Berita Terkait
-
Desas-desus Alat Sadap Canggih Buatan Israel Pegasus Diduga Digunakan untuk Pembungkaman di Indonesia
-
Indonesia Open 2023: Jonatan Christie Berharap Tuah Manis Istora Senayan
-
Tiket Indonesia Open 2023 Masih Tersedia, Begini Cara Belinya
-
3 Hal yang Akan Terjadi Pada Timnas Indonesia Jika Argentina Tak Turunkan Skuad Utama
Terpopuler
- Rumor Cerai Nia Ramadhani dan Ardi Bakrie Memanas, Ini Pernyataan Tegas Sang Asisten Pribadi
- 5 Sepeda Murah Kelas Premium, Fleksibel dan Awet Buat Goweser
- 5 City Car Bekas yang Kuat Nanjak, Ada Toyota hingga Hyundai
- 5 HP Murah RAM Besar di Bawah Rp1 Juta, Cocok untuk Multitasking
- Link Epstein File PDF, Dokumen hingga Foto Kasus Kejahatan Seksual Anak Rilis, Indonesia Terseret
Pilihan
-
Misi Juara Piala AFF: Boyongan Pemain Keturunan di Super League Kunci Kekuatan Timnas Indonesia?
-
Bukan Ragnar Oratmangoen! Persib Rekrut Striker Asal Spanyol, Siapa Dia?
-
Obsesi Epstein Bangun 'Pabrik Bayi' dengan Menghamili Banyak Perempuan
-
5 HP Baterai Jumbo untuk Driver Ojol agar Narik Seharian, Harga mulai dari Rp2 Jutaan
-
Bom Molotov Meledak di SMPN 3 Sungai Raya, Polisi Ungkap Terduga Pelaku Siswa Kelas IX
Terkini
-
Geger Tragedi Siswa SD di NTT, Amnesty International: Ironi Kebijakan Anggaran Negara
-
On Point! 4 Inspirasi Street Style ala Juhoon CORTIS buat Daily OOTD-mu
-
Derbi Panas hingga Big Match di GBK, Ini Jadwal Lengkap BRI Super League 2025/2026 Pekan ke-20
-
Rute MRT Balaraja Dapat Restu Komisi D DPRD DKI: Gebrakan Baru Transportasi Aglomerasi
-
Wamensos Minta Kepala Daerah Kaltim & Mahakam Ulu Segera Rampungkan Dokumen Pendirian Sekolah Rakyat
-
Rencana Pendidikan Solo 2026, Respati Fokus Kesejahteraan Guru dan Kualitas Pembelajaran
-
Dukung 'Gentengisasi' Prabowo, Legislator Demokrat: Program Sangat Menyentuh Masyarakat
-
Auto2000 Kantongi Ribuan Unit Pemesanan Veloz Hybrid Meski Belum Ada Harga Resmi
-
5 Tanda Kampas Kopling Mobil Habis, Jangan Paksa Jalan Tanjakan
-
Pemulihan Pascabencana Sumatera Berlanjut: Pengungsi Terus Berkurang, Aktivitas Ekonomi Mulai Pulih