SUARA SUMEDANG – Persebaya Surabaya dibuat kocar-kacir kala bertemu dengan PSIS Semarang dalam laga lanjutan pekan ketiga BRI Liga 1.
Kekalhan lawan PSIS Semarang menjadi pukulan telak bagi anak asuh Aji Santoso, pasalnya secara hed to head Persebaya lebih unggul.
Aji Santoso kini benar-benar memberikan wejangan pada anak asuhnya supaya bisa bangkit lebih cepat jelang lawan Rans Nusantara FC.
“Saya pikir dalam sepak bola ada menang, seri dan kalah tapi yang terpenting adalah cepat bangkit dari kekalahan tersebut,” ucap Aji Santoso dikutip dari laman resmi Liga Indonesia, Sabtu (22/7/2023).
Lebih lanjut ia juga menekankan supaya tim berjuluk Bajol Ijo ini supaya lebih optimis bisa meraih 3 poin di kandang kala menjamu klub milik Raffi Ahmad.
Terlebih kali pertama laga kandang Persebaya Surabaya hanya bisa mendulang satu poin kala menjamu Barito Putera.
“Main di kandang pertama kita sudah kehilangan poin,” lanjut eks pelatih Timnas Indonesia.
Sontak Aji Santoso kembali terus menekankan pada anak asuhnya sebelum berlatih agar fokus dan melupakan kekalahan atas PSIS Semarang.
“Saya sudah sampaikan ke pemain sebelum latihan tidak boleh memikirkan kesedihan lawan PSIS,” lanjut eks penggawa PSM Makassar itu.
Baca Juga: Makin Bar-Bar, Dewi Perssik dan Saipul Jamil Saling Bongkar Aib Masa Lalu
Tampil dihadapan Bonek Mania, eks pelatih Persela Lamongan ini tegaskan pada pemain kemenangan merupakan harga mati.
“Konsentrasi ke depan mengamankan tiga poin itu harga mati,” sambungnya.(*)
Berita Terkait
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Kayumanis Memanas! Warga Pasang Banner Tolak Keras Pembangunan PSEL Kota Bogor
-
Siap-Siap Pesta Musik Terbesar, PBB Bakal Gebrak Cibinong: Catat Waktunya!
-
Tiga Pegawai PTBA Raih Penghargaan Nasional Satyalancana Wira Karya dari Presiden
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Bank Sumsel Babel Bedah Rumah Ibu Ojol di Palembang, Nurmalinda Kini Punya Harapan Baru untuk 3 Anak
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Mencoba Tuak Dayak: Minuman Tradisional yang Hanya Keluar Saat Pesta Panen Gawai
-
Detik-detik Kebakaran Hebat di Pasar 16 Ilir Palembang Malam Ini, Pedagang Panik saat Muncul Kilatan
-
Misi Besar Bojan Hodak Lanjutkan Tren Positif Persib Bandung atas Persija Jakarta