Tanah dan Bangunan seluas 74 m2/22 m2 di Kabupaten/Kota Tangerang, diperoleh dari hasil sendiri senilai Rp. 250.000.000
Tanah dan Bangunan seluas 133 m2/80 m2 di Kabupaten/Kota Bogor, diperoleh dari hasil sendiri senilai Rp. 1.700.000.000
Tanah dan Bangunan seluas 70 m2/30 m2 di Kabupaten/Kota Tangerang Selatan, diperoleh dari hasil sendiri senilai Rp. 350.000.000
Tanah dan Bangunan seluas 70 m2/80 m2 di Kabupaten/Kota Tangerang Selatan, diperoleh dari hasil sendiri senilai Rp. 2.000.000.000
Aset Alat Transportasi dan Mesin senilai Rp. 214.000.000
Mobil Innova V tahun 2018, diperoleh dari hasil sendiri senilai Rp. 200.000.000
Motor Honda Beat tahun 2020, diperoleh dari hasil sendiri senilai Rp. 14.000.000
Aset Bergerak Lainnya senilai Rp. 250.000.000
Surat Berharga Rp. ----
Kas dan Setara Kas senilai Rp. 215.000.000
Aset Lainnya Rp. ----
Total Nilai Aset Rp. 5.229.000.000
Utang senilai Rp. 2.752.200.000
Total Kekayaan Bersih Rp. 2.476.800.000.
Bawaslu Kacau
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi II DPR Fraksi PDI-P Junimart Girsang mengkritik sistem perekrutan yang diadopsi oleh Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI, menyebutnya kacau.
Hal ini disebabkan oleh penundaan pengumuman calon anggota terpilih Bawaslu kabupaten/kota di seluruh Indonesia, yang berujung pada kekosongan jabatan.
Junimart berpendapat bahwa Bawaslu saat ini telah terpengaruh oleh kepentingan kelompok tertentu.
Dia menyatakan bahwa sistem rekrutmen di Bawaslu tidak berjalan sesuai peraturan dan justru kacau.
Menurutnya, proses ini terlihat jelas dipenuhi oleh motif-motif kelompok tertentu. Pada hari Selasa (15/8/2023).
"Sistem rekrutmen di Bawaslu menurut saya sudah keluar dari koridor yang seharusnya. Semuanya dipengaruhi oleh kepentingan kelompok-kelompok tertentu," kata Junimart. (*)
Berita Terkait
-
Bau Busuk Kepentingan Tercium Selama Proses Seleksi Bawaslu Kabupaten-Kota, Rahmat Bagja Segera Digarap DKPP dan Komisi II DPR
-
Tahu Bobrok Bawaslu RI, Komisi II DPR Ditantang Berhentikan Rahmat Bagja dan Komisioner Lainnya
-
Mahfud MD Dianggap Politisi yang Keren, Mamat Alkatiri: Orang Ini tuh Paham Situasi
-
Masih Minim, Sebanyak 31.627 Pemilih Pemilu 2024 di Sumedang Belum Memiliki KTP Elektronik
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
Terkini
-
Jangan Asal Investasi! Pahami 3 Hal Ini Sebelum Uang Anda Ludes di Pasar Berjangka
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Kenduri Kurban di Pidie Jaya, Tradisi yang Sembuhkan Duka Penyintas Banjir
-
Cushion Sudah Mahal tapi Tetap Abu-Abu? Mungkin Undertone Anda Salah
-
7 Sepatu Lari Daily Trainer Paling Awet: Tetap Nyaman Meski Sudah Menempuh Ribuan Kilometer
-
Catat! Laga Timnas Putri Indonesia vs Singapura Digelar Tanpa Penonton di Arcamanik
-
Dulu Rusak Akibat PETI, Sungai di Tebo Kini Jadi Tempat Anak Muda Menanam Kehidupan
-
Bandung Terancam Jadi Lautan Sampah Pasca Libur Panjang
-
Teddy ke Dino Patti Djalal: Jangan Kaburkan Fakta Hasil Lawatan Prabowo
-
Peringati Hari Lahir Pancasila, Bupati Bogor: Persatuan Adalah Benteng Terakhir Bangsa