SUARA SUMEDANG - Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat mengakui potensi campur tangan dalam proses pemilihan anggota Badan Pengawas Pemilu di 514 daerah kabupaten dan kota.
Pengumuman dan pelantikan ditangguhkan karena pimpinan Badan Pengawas Pemilu masih melakukan "utak atik" lebih lanjut terhadap calon komisioner di daerah.
Yanuar Prihatin, Wakil Ketua Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa, mengumumkan bahwa Komisi II DPR akan mengadakan pertemuan untuk mendiskusikan alasan di balik penundaan pengumuman dan pelantikan anggota Bawaslu di 514 kabupaten/kota dalam waktu dekat.
Mereka ingin mengetahui alasan mengapa pengumuman ditunda, yang berdampak pada kekosongan posisi Bawaslu di daerah tersebut setelah masa jabatan sebelumnya berakhir pada 14 Agustus.
Yanuar mengatakan, terkait dengan proses seleksi yang kontroversial, masalah teknis, atau mungkin Bawaslu belum siap dalam merencanakan jadwal seleksi.
"Apakah ini ada kaitannya dengan hiruk-pikuk rekrutmen, persoalan teknis, atau ketidaksiapan Bawaslu dalam membuat jadwal seleksi,” katanya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/8/2023).
Awalnya, jadwal pengumuman anggota Bawaslu terpilih di 514 kabupaten/kota direncanakan pada tanggal 12 Agustus, dengan pelantikan pada tanggal 14 Agustus.
Tetapi, Ketua Bawaslu, Rahmat Bagja, mengeluarkan surat edaran yang menetapkan jadwal baru untuk pengumuman dan pelantikan anggota Bawaslu di kabupaten/kota pada tanggal 16 hingga 20 Agustus.
Untuk mengatasi kekosongan posisi Bawaslu di daerah tersebut, Bagja telah mengeluarkan surat yang menginstruksikan Bawaslu provinsi untuk mengambil alih tanggung jawab Bawaslu kabupaten/kota. Surat tersebut, tertanggal 15 Agustus, menginstruksikan Bawaslu provinsi untuk sementara mengambil alih tugas, wewenang, dan kewajiban Bawaslu kabupaten/kota periode 2018-2023 dalam pengawasan tahapan pemilu hingga anggota Bawaslu periode 2023-2028 dilantik. Pengambil alihan ini dimulai pada tanggal 15 Agustus.
Yanuar tidak menolak kemungkinan adanya intervensi dalam proses seleksi Bawaslu di daerah tersebut.
Sebagai pengawas pemilu, intervensi atau campur tangan dari pihak-pihak dengan kepentingan tertentu adalah hal yang bisa terjadi.
Namun, intervensi semestinya tidak melanggar aturan, memiliki kualifikasi yang sesuai, serta mengikuti jadwal seleksi yang telah ditetapkan.
Yanuar berpendapat, jika pengumuman ditunda, kemungkinan karena proses seleksinya belum selesai diatur dengan baik.
"Kalau sampai pengumumannya ditunda, mungkin belum selesai utak-atiknya,” ujarnya. (*)
Berita Terkait
-
PDIP Gedor Bawaslu RI, Kinerja Timsel Merugikan, Ini Langkah Tegas Anak Buah Megawati untuk Rahmat Bagja
-
CATAT SEJARAH Bikin Bawaslu Kacau, Segini Harta Kekayaan Ketua Bawaslu RI Rahmat Bagja
-
Bau Busuk Kepentingan Tercium Selama Proses Seleksi Bawaslu Kabupaten-Kota, Rahmat Bagja Segera Digarap DKPP dan Komisi II DPR
-
Tahu Bobrok Bawaslu RI, Komisi II DPR Ditantang Berhentikan Rahmat Bagja dan Komisioner Lainnya
Terpopuler
- Prabowo Timbang Chatib Basri Gantikan Purbaya, Senin Disebut Bakal Ada Reshuflle Kabinet
- Purbaya Disebut Bakal Jadi Gubernur BI, Prabowo Sedang Timbang Chatib Basri Jadi Menkeu
- HP Rp1,5 Jutaan yang Bagus Merek Apa? Ini 5 Rekomendasi Terbaik David GadgetIn
- 4 HP realme dengan Chipset Snapdragon dan RAM 8 GB Termurah Juni 2026
- Berapa Harga Sepatu Lari Ortuseight Ori? Ini 5 Pilihan Bagus untuk Daily Run
Pilihan
Terkini
-
Berada di Polda Sumsel, Bupati Edison Dijadwalkan Dibawa ke Jakarta Besok Pagi usai OTT KPK
-
BRI Salurkan Rp9,21 Triliun Kredit Perumahan, Tertinggi Secara Nasional
-
Dukung Program Perumahan Nasional, Penyaluran KPP BRI Tembus Rp9,21 Triliun
-
BRI Jadi Penyalur Terbesar Kredit Program Perumahan Nasional, Realisasi Rp9,21 Triliun
-
BRI Perkuat Akses Keuangan di 5 Pulau Halmahera Selatan Lewat Teras Kapal
-
BRI Salurkan KUR Rp2,5 Miliar untuk Masyarakat Pesisir Halmahera Selatan Lewat Teras Kapal
-
BRI Didukung 705 Agen BRILink untuk Perluas Layanan di Halmahera Selatan
-
BRI Melayarkan Bank ke Laut, Teras Kapal Jangkau 27 Pulau di Indonesia
-
BRI Layani 216 Warga Suku Bajo dan Dorong Ekonomi Pesisir di Maluku Utara
-
Geger Video Pesta LGBT di Karawang: Ini 6 Fakta dan Desakan MUI Terkait THM Tak Berizin