SUARA SUMEDANG - Timnas Indonesia gagal meraih juara usai takluk lawan Vietnam di final Piala AFF U-23.
Dalam pertandingan tersebu, Timnas Indonesia harus kalah dari Vietnam lewat adu penalti.
Ernando Ari, kiper Timnas Indonesia menjadi penendang terakhir dalam adu penalti lawan Vietnam.
Sayang seribu sayang, tendangan Ernand Ari mampu ditepis dengan baik oleh kiper Vietnam.
Di lain sisi, hal menarik terjadi saat pertandingan final itu berjalan di waktu normal.
Diketahui, Vietnam mendapatkan peluang emas melalui titik putih. Namun, Ernando Ari tampil gemilang dan berhasil menepis bola muntah dari Vietnam.
Lebih lanjut, aksi Ernando Ari yang gagal dalam adu penalti dan keberhasilannya mematahkan tendangan dari titik putih di waktu normal ternyata ikut disorot warganet.
Sebagai informasi, tak sedikit dari warganet yang tetap memberikan apresiasi kepada Ernando Ari atas penampilan apiknya menjaga gawang skuad Garuda hingga tak kebobolan di waktu normal.
Dalam unggahan akun Instagram @timnas.indonesia, beragam komentar dari warganet atas aksi Ernando Ari itu bermunculan.
Baca Juga: Gagal Eksekusi Penalti, Kiper Timnas Indonesia Ernando Ari Curahkan Isi Hatinya
"Tanpa nando kita udh kalah 90 menit. Tpi adanya dia kita bisa bertahan sampai adu penalti," kata akun @arhamqulub.
"RESPECT SUPER NANDO," tulis akun @affanafhan.
"Seandainya indo juara mungkin dia yang akan dapat penghargaan kiper terbaik..cumn belum rezeki saja. Ttp smngat nando," kata warganet lainnya.(*)
Berita Terkait
-
Gagal Eksekusi Penalti, Kiper Timnas Indonesia Ernando Ari Curahkan Isi Hatinya
-
GO PUBLIK! Cinta Laura dan Arya Vasco Ungkap Hubungan Asmara Keduanya selama Satu Tahun Bersama
-
Ulang Tahun ke-23, Dul Jaelani Dapat Kejutan Spesial dari Tissa Biani
-
Kecewa dengan Timnas Indonesia, Saddil Ramdani Pilih Bela Malaysia?
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Pameran Foto "Perisai Tunas" Soroti Perlindungan Anak di Ruang Digital
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel