SUARA SUMEDANG – Pekan ke-11 BRI Liga 1 diwarnai dengan komentar rasisme yang dilontarkan salah satu oknum Bonek kepada Yohanes Kandaimu.
Diketahui saat laga Persebaya Surabaya vs Borneo FC, Yohanes Kandaimu merupakan salah satu pemain yang disorot para Bonek.
Semua itu tidak terlepas lantaran sang bek asal Papua tersebut melakukan kesalahan hingga berujung gol bunuh diri tepatnya pada perpanjangan waktu babak pertama 45+2.
Gol tersebut membuat kedudukan menjadi sama dipenghujung babak pertama Persebaya vs Borneo FC 1-1.
Sontak hal ini yang membuat banyak para supporter Persebaya ikut memberikan komentar di akun official resmi.
Akan tetapi ada salah satu komentar pedas yang berujung rasisme disorot sang kapten Persebaya Reva Adi.
Dimana ia membagikan screenshoot komentar yang bernada rasisme ditujukan pada Yohanes Kandaimu.
"Pendukung macam opo kon cok (Pendukung macam apa kamu) @r_verder12 kalian boleh kritik pemain, saya tidak akan pernah melarang dan pemain tidak boleh tersinggung jika dikritik." Captions Reva Adi di akun instagramnya.
Namun ia berharap aksi rasis jangan dibiarkan begitu saja di lingkungan Bonek Bonita. (*)
Baca Juga: Ulasan Novel Pasta Kacang Merah, Harmoni Kudapan Manis dan Persahabatan
Berita Terkait
-
Kalahkan Borneo FC, Persebaya Pertahankan Rekor 5 Laga Tanpa Kekalahan
-
Jungkalkan Tim Kuat Borneo FC, Persebaya Kini Pede Kejar Target Juara Liga 1 2023/2024
-
Aji Santoso Kena Damprat Bonek, Tak Bisa Berikan Poin Penuh untuk Persikabo 1973 saat Lawan Dewa United
-
Tangan Dingin Uston Nawawi Bawa Persebaya Surabaya Kandaskan Borneo FC, Ze Valente Jadi Pahlawan Kemenangan
Terpopuler
- Gaji di Bawah Rp 8 Juta Kini Masuk Kategori Berpenghasilan Rendah
- 4 Genset Mini Portable Praktis dan Senyap, Solusi Saat Mati Listrik
- Mahasiswa UBK Tuntut Pengurus BEM Mundur usai Diduga Terima Suap dari Wapres Gibran
- Ikuti Jejak Hotel Sultan, Otto Hasibuan Diminta Ikhlas Lepas Lapangan Golf Ottolima ke Negara
- Isu Rapat Khusus Berisi Perintah Awasi Gibran, Gerindra Sebut Hanya Mengawasi Harga Sembako
Pilihan
-
Program Ayah Ambil Rapor Tuai Dilema, Anak Yatim hingga Buruh Harian Punya Cerita Berbeda
-
Jelang Lawan Mesir, Striker Iran Mehdi Taremi Ditahan Otoritas AS
-
Semua Pengurus BEM FH UBK Dipecat, Kasus Suap Rp 20 Juta dari Polisi
-
Satu Kapal Tanker Pertamina Lolos dari Selat Hormuz
-
Tahan Inggris, Pelatih Ghana Sindir VAR: Saya Tak Yakin Masih Berfungsi
Terkini
-
Nasib Ratusan Siswa SMA di Sumsel Terancam, Ombudsman Temukan Dugaan Pelanggaran SPMB
-
BI Sumsel Perkuat Pariwisata dan Ekonomi Digital Lewat Gemilang Palembang Raya x DKG 2026
-
AFC Ajax Boyong Marc-Andre ter Stegen, Maarten Paes Dibuang?
-
Duka Mendalam Klub Juara Liga Champions untuk Korban Gempa Venezuela
-
Mengapa Dokumen WDP Jadi WTP Dicari KPK? Fakta Baru dari Penggeledahan BPK Sumsel
-
3 Manajer KDMP-KNMP Meninggal, Amnesty Desak Latsarmil Dihentikan
-
Gempa Besar Venezuela: Ribuan Orang Hilang Dampaknya Sampai Sejauh 1700 Km
-
Sore di Pantai, Berburu Produk Lokal hingga Menikmati Musik di WKND Market PIK2
-
Sudah Bayar Rp128 Juta, Rumah Tak Kunjung Dibangun, Konsumen Lapor Polda Sumsel
-
Strategi Keliru Hong Myung-Bo, Korea Selatan Terancam Angkat Koper Lebih Cepat dari Piala Dunia 2026