Kekecewaan muncul dan diungkapkan oleh menantu Tri Rismaharini, Erra Masita di kolom media sosialnya.
Sedangkan putra Risma, Fuad Bernardi membenarkan dan menceritakan kronologi anaknya diusir dari taman bermain anak tersebut.
Peristiwa diawali dari Fuad, Erra, dua anaknya, dan baby sitter pergi ke salah satu pusat berbelanjaan yang cukup terkenal di Surabaya.
Mereka masuk ke salah satu playground dan Fuad memilih menunggu di luar playground.
Ini merupakan kebijakan dari playground dimana satu anak dapat gratis satu pendamping dan yang masuk hanya Erra dan baby sitternya.
Dalam playground terdapat aturan bahwa setiap pengunjung wajib memakai masker.
Sesampainya di playground, anak kedua Fuad sudah antusias masuk wahana dan dibuntuti oleh istri dan baby sitternya.
Pada saat itu istrinya berusaha memakaikan masker ke Luigi, anak keduanya
Sebelum masuk sudah diminta memakai masker, makanya pintu tidak dibuka.
Baca Juga: 4 Fakta Menarik Film Miracle in Cell No 7 Korea yang Dibuat Versi Indonesia
Tapi pintu hanya tertutup sampai pinggang jadi gampang dibuka.
Luigi langsung merosot masuk akhirnya mau tidak mau istrinya menyusul masuk ke dalam.
Selama bermain di dalam, petugas membututi istrinya dan anaknya saat bermain.
Petugas juga mengingatkan untuk memakaikan masker ke Luigi. Namanya anak kecil pasti susah jika terus memakai masker.
Karena tidak memakai masker, petugas mengusir istri dan anaknya keluar dari wahana.
Fuad mengaku masih bisa menerima hal ini karena memang sudah sesuai SOP yang diterapkan oleh playground tersebut.
Saat menunggu, Fuad mengaku kecewa melihat fakta bahwa ada anak-anak lain yang bermain bebas di dalam meskipun tidak memakai masker.
Mereka juga tidak diingatkan atau dibuntuti seperti anaknya.
Akhirnya ia sempat terpancing emosi hingga meminta penjelasan kepada karyawan disana karena merasa diperlakukan tak adil dan merasa didiskriminasi.
Fuad menceritakan peristiwa ini ke ibunya. Fuad menyebut pada saat mendengar cerita bahwa cucunya diusir disertai adanya diskriminasi.
Ibunya yang pernah menjabat menjadi Wali Kota Surabaya itu pun marah.
Meski marah, ibunya hingga saat ini belum melakukan apa-apa berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Fuad sendiri masih menunggu penjelasan dari manager playground tersebut.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
Thom Haye dan Marceng Bakal Absen, Siapa yang Layak Gantikan Peran Keduanya di Timnas?
-
'Dia Pernah Jadi Klienku 25 Tahun', Hotman Paris Colek Prabowo Soal Nasib ABK Fandi Ramadhan
-
LPDP Mau Gandeng Danantara Siapkan Lapangan Kerja buat Alumni Penerima Beasiswa
-
4 Moisturizer Korea Mugwort untuk Rawat Kulit Breakout yang Mudah Kemerahan
-
John Herdman Dipuji Pundit Malaysia: Jauh Lebih Visioner Dibanding Patrick Kluivert
-
PITT Jual Bisnis Hotel dan Fokus Sektor Kapal Usai Diakusisi Jinlong Resources
-
Kas Keliling BI Tukar Uang Baru THR Lebaran 2026 Buka Sampai Kapan? Cek Jadwal dan Lokasinya
-
Jelang Vonis Anak Riza Chalid, Pengadilan Tipikor Jakarta Dipadati Massa Berkaos Tuhan Maha Baik
-
8 Rekomendasi Tone Up Cream untuk Makeup Sat-Set Saat Bukber
-
Hotman Paris di DPR: Tak Masuk Akal ABK Baru Kerja 3 Hari Dituntut Mati karena Narkoba 2 Ton!