Nuruddin Hidayat, Wakil Sekretaris Jenderal DPW Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Jawa Timur, tegas menentang kebijakan pemerintah tersebut.
"Buruh sangat menentang kebijakan pemerintah menaikkan harga BBM," kata Nuruddin kepada detik Jatim, Sabtu (9 September 2022).
Menurut Nuruddin, kenaikan harga BBM menyebabkan inflasi melonjak tajam. Dimana hal tersebut akan berdampak pada menurunnya daya beli pekerja.
Menurut Nuruddin, para pekerja dan serikat pekerja/serikat buruh akan menggelar aksi unjuk rasa di seluruh tanah air pekan depan. Tepat pukul 03.00 Selasa (6/9/2022) di Surabaya.
"Untuk menentang kebijakan pemerintah yang merugikan rakyat. Di Jawa Timur, ada demonstrasi pada 6 September Tahun 2022 direncanakan berlangsung di 3 lokasi yaitu Gedung DPRD Jatim, Kantor Gubernur Jatim dan Gedung Negara Grahadi,” jelasnya.
Yudha pun sependapat dengan seorang buruh atau buruh pabrik di kawasan industri SIER Rungkut.
Menurut dia, kenaikan harga BBM cukup membebani pekerja dan masyarakat ekonomi bawah.
“Ini pastinya sangat sulit bagi kami, terutama bagi mereka yang berpenghasilan di bawah upah minimum dan harus bekerja di luar kota.
Karena kenaikannya yang besar, jika dikalikan beberapa liter, kenaikannya cukup besar. "ucap Prasetya.
Baca Juga: Geger Tiga Orang Meninggal Akibat Pneumonia Misterius, WHO Pantau Langsung
Begitu pula dengan Mohammad Nadif, seorang pekerja di pabrik kayu. Dia menilai kenaikan harga BBM cukup membebani buruh pabrik, dan tuntutan lain tentu saja akan meningkat.
Sayangnya, pemerintah telah menetapkan subsidi yang disalahgunakan oleh orang-orang yang tidak seharusnya menggunakan BBM bersubsidi, kata Nadhif.
Akhirnya seluruh Indonesia terkena dampaknya.
"Jadi kalau bisa, kalaupun meningkat. Kami pekerja berharap pemerintah bisa memberikan solusi, seperti bantuan sosial selama pandemi COVID-19, kami bisa mendapatkan Rp 600.000 per bulan.
Kami membutuhkan BLT pemerintah, karena biayanya akan besar. otomatis meningkat,” jelas Nadhif.
Nadif berharap kepada pemerintah agar BBM yang naik setiap hari bisa turun lagi. Nadif juga menyarankan penggunaan BBM bersubsidi memang tepat sasaran.
Berita Terkait
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- Guru Besar UGM Cium Ada Perubahan Sikap yang Tak Biasa Usai Mama Sinta Lapor Polisi soal Pesta Babi
Pilihan
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
-
Prabowo Pidato 1 Juni 2026: Lawan Asing, Waktunya Kembali ke Ekonomi Pancasila
-
Rambah Cempaka: Perempuan yang Bersemayam di Batu Lumpang
-
Jay Idzes Tercoret! Ini Daftar Pemain Timnas Indonesia Hadapi FIFA Matchday
Terkini
-
5 HP Midrange Paling Dicari Juni 2026: Chip Kencang, Skor AnTuTu 2,1 Juta Poin
-
4 Sepatu Wanita Casual dari Brand Lokal, Nyaman di Kaki dan Enak Dipandang
-
Usai Filing for Love, Shin Hae Sun Dikonfirmasi Main Drama Genre Misteri
-
PT GMM Pastikan Penyampaian Aspirasi Petani Tebu di Blora Berjalan Tertib dan Kondusif
-
Budget Rp3 Juta Dapat iPhone Apa? Ini 4 Pilihan HP yang Masih Sangat Layak Pakai di 2026
-
Mulai Bawa Tas Lipat, Langkah Kecil Menuju Gaya Hidup Less Waste
-
Hari Lahir Pancasila, Menteri PANRB Rini: Kita Hadirkan Pelayanan Publik yang Memberi Manfaat Nyata
-
Penemuan Kerangka Wanita Tanpa Identitas di Batam, Kepala Sudah Lepas
-
Aturan Baru Piala Dunia 2026: FIFA Sahkan Regulasi Pembatalan Gol Akibat Pelanggaran Bola Mati
-
Nomor 3 Jadi Favorit Banyak Orang, HP Kamera 2 Jutaan Terbaik