Suara.com - Organisasi Kesehatan Dunia sedang pantau kasus"pneumonia yang tidak diketahui asalnya". Tindakan itu dilakukan setelah setelah pejabat kesehatan di Argentina memberi tahu badan tersebut bahwa sembilan orang telah jatuh sakit, termasuk tiga orang yang telah meninggal.
Semua kasus terhubung ke klinik swasta di provinsi Tucumán Argentina, menurut laporan 1 September dari Pan American Health Organization, bagian dari WHO. Delapan petugas kesehatan di klinik dan satu pasien telah mengembangkan penyakit tersebut, yang oleh pejabat kesehatan setempat digambarkan mirip dengan COVID-19.
Namun, pejabat kesehatan telah mengesampingkan Covid-19, flu, dan virus pernapasan lainnya. Empat pasien dirawat di rumah sakit dan laporan PAHO mengatakan penyelidikan awal "menunjukkan bahwa kasus fatal memiliki penyakit penyerta."
"Kesamaan pasien ini adalah kondisi pernapasan parah dengan pneumonia bilateral dan kompromi dalam gambar [x-ray] yang sangat mirip dengan Covid-19, tetapi itu dikesampingkan," kata Dr. Luis Medina Ruiz, menteri kesehatan Tucumán, kepada media lokal. outlet 31 Agustus, menurut The Telegraph.
Pejabat kesehatan di Tucumán mengatakan mereka terus menyelidiki agen infeksi, meskipun tidak mengesampingkan penyebab lingkungan di fasilitas tersebut. Sejauh ini, tidak ada patogen di air fasilitas yang ditemukan, dan hasil tes kimia masih menunggu.
Orang-orang yang terkena mengalami onset gejala antara 18 Agustus dan 22 Agustus dan pada 1 September, tidak ada kontak dari pasien pertama yang mengalami gejala.
Berita Terkait
Terpopuler
- Ratusan Honorer NTB Diberikan Tali Asih Rp3,5 Juta Usai Putus Kontrak
- Lupakan Aerox atau NMAX, Skutik Baru Yamaha Ini Punya Traksi dan Agresivitas Sempurna di Trek Basah
- Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
- 5 Serum Penumbuh Rambut Terbaik untuk Rambut Menipis dan Area Botak
- Anggota DPR RI Mendadak Usul Bangun 1.000 Bioskop di Desa Pakai Dana APBN 2027
Pilihan
-
Cara Buka Tabungan Pesirah Bank Sumsel Babel dari HP, Tak Perlu Antre di Bank
-
Nathalie Holshcer Sebut Pengawal Pribadinya Ditembak Polisi, Minta Tanggung Jawab Polri
-
Modus Oknum Ustad di Lubuk Linggau Ajak Santri ke Kebun Sawit, Berujung Kasus Pencabulan
-
Bawa Bukti ke Istana, Purbaya 'Bongkar' 10 Perusahaan Sawit Manipulasi Harga Ekspor
-
Beredar Salinan Dokumen Danantara Sumberdaya Indonesia Perusahaan Swasta Bukan BUMN
Terkini
-
Obesitas Tak Lagi Sekadar Masalah Berat Badan, Kapan Perlu Bedah Bariatrik?
-
Risiko Paparan Darah Tenaga Medis Masih Tinggi, Prosedur IV Jadi yang Paling Diwaspadai
-
Dari Saraf hingga Kanker, MRI Berbasis AI Tingkatkan Akurasi dan Kecepatan Penanganan Pasien
-
Merasa Sehat Bisa Menipu, Cerita Iwet Ramadhan dan Dave Hendrik Jadi Peringatan Bahaya Hipertensi
-
Robekan Aorta Tingkatkan Risiko Kematian Tiap Jam, Layanan Terpadu Jadi Kunci Penyelamatan
-
Heboh Wanita Bekasi Tunjukkan Wajah Khas Gagal Ginjal, Waspadai Ciri-cirinya!
-
Diskon BRI untuk Paket MCU dan Perawatan Ortopedi di Primaya Hospital, Cek di Sini
-
IDAI Ingatkan Risiko Susu Formula di MBG: ASI Tak Bisa Digantikan Produk Pabrik
-
Jangan Asal Cari di Internet! Dokter Ingatkan Bahaya Self-Diagnosis saat Nyeri Dada
-
Hati-hati Memilih ART, Ini Alasan Rekrutmen Tradisional Justru Ancam Keamanan Keluarga