Rencananya Kya-kya akan muncul dengan konsep baru yang lebih fresh dan berbeda dari konsep Kya-kya 19 tahun lalu.
Pembaruan kawasan kampung pecinan ini langsung tangani oleh 3 dinas sekaligus yaitu Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Pemukiman serta Pertanahan (DPRKPP) dan Dinas Kebersihan dan Ruang Terbuka Hijau (DKRTH) untuk mengerjaan infrastruktur dan dekorasi.
Sedangkan untuk pengelola dilakukan oleh Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar).
Karena konsep Kya-kya reborn akan dibuat berbeda dari sebelumnya, maka Kepala Bidang Pariwisata akan membuat rute yang berbeda dengan rute seperti dulu.
Jika dulu rute dibuat lurus, sekarang akan dibuat melingkar.
Selain itu sekarang Kya-kya reborn hanya menyediakan pintu masuk tunggal yaitu di gerbang naga sebelah barat yang berada di dekat Jembatan Merah.
Setelah pengunjung melewati gerbang, tempat parkir sudah disediakan di Jalan Kalimati Kulon.
Jaraknya sekitar 150 meter dari gerbang. Jika pengunjung membeludak, aka nada tempapt parkir tambahan di lahan parkir pergudangan di Jalan Kalimalang.
Lokasinya berhadapan dengan ujung selatan Jalan Kalimati Kulon.
Di Kya-kya reborn ini pengunjung dapat menikmati berbagai macam street food. Selain itu ada beberapa UMKM yang ikut meramaikan.
Tapi hanya sekitar 50 stan UMKM yang tertata berhadap-hadapan hingga perempatan jalan Slompretan. Sayangnya area street food ini semakin dipersempit.
Tidak sampai ke gerbang naga sisi timur. Namun, telah ditambahkan destinasi lainnya dan tetap mempertahankan tema agar nuansa kampung pecinan lama tetap terasa.
Area Kya-kya reborn telah disterilkan dari kendaraan bermotor. Untuk pengunjung yang menginginkan menikmati area Kya-kya bisa dengan menggunakan becak.
Sudah disediakan 10 becak yang tetap stay disana. Rute dari becak ini sama dengan rute pejalan kaki.
Hingga saat ini masih ada banyak PR yang harus dilakukan oleh Dinas untuk mempercantik kawasan Kya-kya.
Salah satunya adalah pengelolaan saluran air yang banyak tersumbat dengan sampah. Apalagi ditambah dengan pedagang yang banyak membuang sampah secara sembarangan.
Berita Terkait
Terpopuler
- Aliansi BEM Bersatu: Mobil Fortuner Tiyo Ardianto Tercatat Milik Adik Letjen Purn Setyo Sularso
- 6 Sepatu Adidas Samba Lagi Diskon 50 Persen di Website Resmi, Kesempatan Langka Separuh Harga
- Struktur Kuno Muncul Kembali di Sendang Kamulyan Trenggalek
- Jadwal Pemadaman Listrik PLN Kamis 18 Juni 2026 Wilayah Jogja Jateng, Cek Daftar Lokasinya
- 7 Sunscreen Flek Hitam untuk Usia 50 Tahun ke Atas sesuai Review dan Harga
Pilihan
-
Wamensesneg Terluka Kena Batu, Kivlan Zen Berdarah Saat Eksekusi Hotel Sultan GBK Ricuh
-
Ketegangan Memuncak di Hotel Sultan: Eksekusi Lahan Jadi Arena Perlawanan
-
'Sempurna Hanya Milik Allah!' Massa Gelar Aksi Damai Minta MBG Lanjut dan Sikat Koruptornya!
-
Link Live Streaming Portugal vs Kongo: Panggung Sesungguhnya CR7?
-
Demo Pakai Daster ke Istana, Aliansi Perempuan Tuntut Prabowo Turunkan Harga BBM dan Setop MBG
Terkini
-
Lebih dari Sekadar Awet Muda, Ini Alasan Healthy Aging Jadi Tren Baru Dunia Kecantikan
-
Sungai Ciujung Menghitam dan Berbau Menyengat, Warga Serang: Mau Tidur Saja Enggak Nyaman
-
DPR dan OJK Sepakat Benahi Tata Kelola Bursa, Pengawasan Pasar Modal Bakal Diperketat
-
8 Cara Feng Shui untuk Mendapatkan Jodoh, Mulai dari Menata Kamar hingga Dekorasi Rumah
-
Kolaborasi Positif Mandiri Jogja Marathon 2026: Dari Lintasan Lari untuk Kesejahteraan Masyarakat
-
Ketegangan Warnai Demo Mahasiswa di Patung Kuda, Niat Bakar Sampah Picu Gesekan dengan Polisi
-
EA Sports FC 26 Dapat Diskon Besar: Cuma Rp50 Ribu di Steam, Versi Switch Gratis
-
39 Ribu Siswa di Pulau Jawa Tak Lagi Terima MBG, BGN Fokuskan Program ke Daerah 3T
-
CELIOS: Penggunaan Dana Pribadi Prabowo buat Kunjungan Luar Negeri Langgar Undang-Undang!
-
Purbaya Akui China Sempat Khawatir soal Kondisi Fiskal RI