Demo dilakukan di Luar Gedung DPR RI, sedangkan di dalam Gedung DPR para wakil rakyat sedang sibuk merayakan Ultah Puan Maharani, Ketua DPR RI.
Rayakan Ultah Puan Maharani di Rapat Paripurna
Massa aksi tolak kenaikan BBM menuntut kehadiran Ketua DPR, Puan Maharani untuk menemui massa di depan Gedung DPR.
Puan sendiri diketahui berada di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta memimpin jalannya rapat paripurna.
Menariknya, pada rapat tersebut Puan mendapatkan ucapan selamat ulang tahun dari para anggota Dewan dan para undangan yang hadir.
Tak tanggung-tanggung, ucapan selamat ulang tahun disampaikan melalui pengeras suara oleh seseorang di ruang rapat.
Sontak ucapan tersebut membuat Puan tersipu malu ketika duduk di kursi pimpinan. Meski begitu terlihat senyum gembira sembari mengucapkan terima kasih melalui gestur tangannya.
Saat itu lagu yang diputar di ruang sidang adalah lagu dari Jamrud yang berjudul Selamat Ulang Tahun.
Kritikan Datang Dari Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia
Baca Juga: Twitter Hapus Cuitan Keji dan Rasis atas Wafatnya Ratu Elizabeth II
Di tengah demo tolak kenaikan BBM, anggota DPR malah merayakan ultah ketuanya, Puan Maharani.
Peneliti Formappi. Lucius Karius menilai kelakuan para legislator tersebut merupakan sebuah ironi.
Rakyat sedang panas-panasan memperjuangkan aspirasi penolakan kenaikan BBM, di dalam ruangan DPR malah sedang berleha-leha merayakan ulang tahun.
Lebih lanjut Lucius mengemukakan bahwa lakon para anggota DPR memperlihatkan seberapa seriusnya komitmen mereka terhadap kepentingan rakyat.
Pantaskah lakon tersebut dipertontonkan kepada publik yang notabene menitipkan aspirasinya pada anggota DPR?
Jangankan berkomitmen memperjuangkan aspirasi, untuk sekedar menemui massa aksi saja tidak bisa.
“seolah-olah mengolok-olok rakyat yang sedang menyampaikan aspirasi di gerbang gedung DPR” ungkap Lucius.
Padahal seharusnya Puan Maharani menggunakan posisinya sebagai Ketua DPR untuk bicara dengan rakyat. Terlebih kepada massa aksi yang berharap kehadiran Puan di tengah-tengah mereka.
Terakhir, Lucius menganggap Puan sudah lupa diri karena menggunakan paripurna sebagai forum resmi malah diremehkan dengan ajang hura-hura merayakan ulang tahun.
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengenal Lisda Cancer, Perwira Tinggi Polri yang Pensiun Tak Lama Usai Jadi Brigjen
- Pelatih FC Twente Usir Mees Hilgers: Saya Tak Berharap Dia Kembali ke Klub!
- PIP Termin II 2026 Kapan Cair? Ini Jadwal Lengkap dan Cara Ceknya agar Dana Tidak Hangus!
- Skenario Timnas Indonesia Jika Imbang atau Kalah dari Vietnam di Piala AFF 2026
- Sunscreen Apa yang Bagus untuk Menghilangkan Flek Hitam di Wajah? Ini 3 Rekomendasi sesuai Review
Pilihan
-
Aktris Sali Irsalina Dianiaya Pacar di Fatmawati, Mata Lebam Hingga Diselamatkan Polantas
-
Dipilih Lewat Seleksi Ketat, Bank Dunia Kembali Tunjuk Sri Mulyani Duduki Jabatan Strategis
-
Pagar Besi di Mal-mal, Benarkah untuk Antisipasi Plot Kerusuhan Agustus?
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
Terkini
-
Menyoal PHK 178 Buruh Garmen di Cimahi, Dedi Mulyadi Minta Pekerja Fleksibel Ikuti Peta Industri
-
Kronologi Misteri Jasad Mutilasi dalam Karung di Pancoran Mas Depok
-
Final Piala Presiden 2026 Antara Persib vs Persebaya Digelar Tanpa Penonton, Ini Alasannya
-
Potongan Kaki Masih Dicari, Polisi Buru Motif Pelaku Mutilasi Pria Tanpa Identitas di Depok
-
Lawan Kejagung dan Polri, Sidang Perdana Praperadilan Febrie Digelar Usai HUT RI
-
Waktu Istirahat Minim Jelang Final, Pelatih Persib: Mari Kita Lihat Siapa yang Bisa Bertahan
-
Gubernur Andra Soni Sebut Gedung Baru DPD RI Rp4,1 M Kebutuhan Daerah, Bukan Senator
-
Pelaku Mutilasi Depok Semula Korban? Polisi Diminta Uji Klaim Percobaan Pelecehan
-
Soroti Kasus 46 Juta Obat Ilegal di Tangsel, DPR: Bongkar Mata Rantai Distribusi Sampai ke Akar!
-
BRI Perkuat Sinergi dengan Ditjenpas DIY Melalui Optimalisasi Layanan Pemasyarakatan