Warga asal Jalan Suripto, Surabaya ini mengakhiri hidupnya karena terjerat pinjol. Ia juga mendapatkan teror karena tidak dapat membayar cicilan pinjolnya.
Kejadian ini berlangsung pada hari Sabtu (10/9/2022) pagi.
Pada saat itu korban yang juga berprofesi seorang perawat berinisial GRD ditemukan tewas gantung diri di dekat pintu kamar mandi.
GRD ditemukan dalam keadaan gantung diri sekitar pukul 10 pagi.
Korban ditemukan pertama kali oleh ibu kandungnya berinisial AN. Pada saat itu, AN hendak akan mengirim barang ke rumah korban sekaligus mencari keberadaan anaknya.
Kanit Reskrim Polsek Rungkut Iptu Joko Soesanto menjelaskan bahwa ibu korban berkunjung ke rumah korban karena selama dua hari korban tidak ada kabar dan tidak pernah bertemu.
Saat ibu korban terakhir bertemu dengan korban, AN sempat memarahi korban lantaran banyak rentenir yang datang ke rumah di Jalan Suripto untuk mencarinya.
Setelah itu, AN tidak pernah bertemu korban hingga ditemukan tewas gantung diri di rumah kontrakannya.
Dari hasil olah TKP, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
Baca Juga: Ketua Komnas HAM Ungkap Maksud Dugaan Istri Ferdy Sambo Ikut Tembak Brigadir J
Korban berhasil dievakuasi pada pukul 11.30 WIB dan jenazah langsung dibawa ke RSUD dr. Soetomo untuk dilakukan visum luar guna mengetahui penyebab kematian korban.
Menurut salah satu kerabat korban, sudah sejak tiga hari terakhir sebelum kejadian, korban sering ditelepon oleh orang yang tidak dikenal.
Telepon itu ternyata untuk menagih pinjaman online yang dilakukan oleh korban. Sejak saat itulah korban terlihat sangat gelisah.
Dari penuturan dari ibu korban, GRD memang sudah lama terjerat pinjaman online hingga banyak yang menagih dan meneror korban.
Meski selama ini korban bekerja sebagai perawat, ibu korban tidak mengetahui pasti uang hasil pinjaman online itu digunakan untuk apa.
Bahkan ibu GRD juga pernah mendapatkan ancaman dari para penagih pinjaman online. Sebab, selama ini korban mencantumkan nomor ibunya sebagai saudara tidak serumah yang bisa dihubungi.
Bahkan tak jarang ibunya juga membayar utang korban.
Berita Terkait
Terpopuler
- LHKPN Tembus Rp7,2 Miliar, Kendaraan Plt Jampidsus Rudi Margono Cuma Motor Honda Seharga Rp5 Juta
- 4 Shio yang Menarik Keberuntungan 12 Juli 2026, Masa Sulit Diprediksi Berakhir
- 5 Sepatu Kanky Warna Putih Mulai Rp160 Ribuan, Nyaman dan Stylish
- 5 Pilihan Motor Anti Low Back Pain, Cocok Buat Touring di Akhir Pekan
- Tan Kian Orang Terkaya ke Berapa di Indonesia?
Pilihan
-
Kejagung Akhirnya Buka Suara Soal Temuan 74 Kg Emas di Rumah Febrie Adriansyah: Kami Tak Tahu
-
Ada Ancaman Teror Bom, Seluruh Siswa dan Guru SDN 15 Srengseh Sawah Dipulangkan
-
Hari Pertama Sekolah Mencekam! SDN Srengseng Sawah 15 Diteror Bom, Gegana dan Densus 88 Turun Tangan
-
Iran Luncurkan Serangan Balasan ke Amerika, Serbuan Drone Meluncur
-
Garda Revolusi Iran Tutup Lagi Selat Hormuz Sampai Batas Waktu Tak Ditentukan
Terkini
-
Mengabadikan Momen di Taman Yiheyuan, Pusat Politik dan Ibadah Kaisar Dinasti Qing
-
Didampingi BRI, UMKM Brownies Ketan Sidoarjo Ekspor hingga Australia dan Turki
-
Bukan Sekadar Akting, Titi Kamal Ternyata Punya Hobi Berburu Hantu di Lokasi Angker
-
Tensi Panas Ruang Ganti Inggris Jelang Hadapi Argentina, Thomas Tuchel Adu Argumen dengan Pemain
-
Sinopsis Legal Beat: Gyakuten no Houtei, Drama Jepang Terbaru Suzuka Ouji
-
B50 Jadi Juru Selamat, Sudah Cukup atau Ada PR Baru?
-
Berawal dari Dapur Rumah, Brownies Ketan Asal Sidoarjo Tembus Pasar Global
-
Kejagung Bantah Febrie Adriansyah Umrah Usai Tersangka: Sudah Dicekal, Masih di Indonesia
-
KPK Masih Buka Peluang Supervisi Kasus Eks Jampidsus Febrie Adriansyah, Siap Pantau
-
Totalitas Tanpa Batas! Jirayut Rela Tubuh Biru-biru Hingga Leher 'Geser' Demi Film Cek Khodam