/
Senin, 12 September 2022 | 14:51 WIB
Perawat Ditemukan Tewas Gantung Diri di Pintu Kamar Mandi, Diduga Terjerat Pinjol (okenews)

Warga asal Jalan Suripto, Surabaya ini mengakhiri hidupnya karena terjerat pinjol. Ia juga mendapatkan teror karena tidak dapat membayar cicilan pinjolnya. 

Kejadian ini berlangsung pada hari Sabtu (10/9/2022) pagi.

Pada saat itu korban yang juga berprofesi seorang perawat berinisial GRD ditemukan tewas gantung diri di dekat pintu kamar mandi.

GRD ditemukan dalam keadaan gantung diri sekitar pukul 10 pagi.

Korban ditemukan pertama kali oleh ibu kandungnya berinisial AN. Pada saat itu, AN hendak akan mengirim barang ke rumah korban sekaligus mencari keberadaan anaknya. 

Kanit Reskrim Polsek Rungkut Iptu Joko Soesanto menjelaskan bahwa ibu korban berkunjung ke rumah korban karena selama dua hari korban tidak ada kabar dan tidak pernah bertemu. 

Saat ibu korban terakhir bertemu dengan korban, AN sempat memarahi korban lantaran banyak rentenir yang datang ke rumah di Jalan Suripto untuk mencarinya.

Setelah itu, AN tidak pernah bertemu korban hingga ditemukan tewas gantung diri di rumah kontrakannya. 

Dari hasil olah TKP, tidak ada tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

Baca Juga: Ketua Komnas HAM Ungkap Maksud Dugaan Istri Ferdy Sambo Ikut Tembak Brigadir J

Korban berhasil dievakuasi pada pukul 11.30 WIB dan jenazah langsung dibawa ke RSUD dr. Soetomo untuk dilakukan visum luar guna mengetahui penyebab kematian korban.

Menurut salah satu kerabat korban, sudah sejak tiga hari terakhir sebelum kejadian, korban sering ditelepon oleh orang yang tidak dikenal.

Telepon itu ternyata untuk menagih pinjaman online yang dilakukan oleh korban. Sejak saat itulah korban terlihat sangat gelisah.

Dari penuturan dari ibu korban, GRD memang sudah lama terjerat pinjaman online hingga banyak yang menagih dan meneror korban.

Meski selama ini korban bekerja sebagai perawat, ibu korban tidak mengetahui pasti uang hasil pinjaman online itu digunakan untuk apa.

Bahkan ibu GRD juga pernah mendapatkan ancaman dari para penagih pinjaman online. Sebab, selama ini korban mencantumkan nomor ibunya sebagai saudara tidak serumah yang bisa dihubungi.

Bahkan tak jarang ibunya juga membayar utang korban. 

Load More