Eri Cahyadi, Wali Kota Surabaya, menyampaikan jika pihaknya ingin ada perbedaan tarif PDAM bisa dibedakan antara perumahan kelas menengah ke atas dengan perkampungan.
Eri Cahyadi berharap tidak ada lagi warga miskin mensubsidi warga kaya.
Sesuai dengan penuturan Wali Kota Surabaya, maka warga yang memiliki ekonomi menengah ke atas tetap membayar PDAM.
Sedangkan untuk warga yang kurang mampu mendapatkan subsidi dari pemerintah.
Menurutnya sumber daya air menjadi salah satu kebutuhan warga yang harus dipenuhi. Maka dari itu Eri ingin pemerintah Kota hadir di tengah-tengah warganya untuk mencukup kebutuhan ini.
Di sisi lain, Eri Cahyadi juga meminta PDAM supaya melakukan pengkajian ulang soal tarif air bersih bagi warga miskin.
Ia mencontohkan untuk pelanggan dari kalangan masyarakat berpenghasilan rendah dengan kebutuhan air di bawah 10.000 liter maka mereka akan mendapatkan skema subsidi.
Kalau air ini digunakan untuk kepentingan pribadi, kepentingan keluarga, air 10.000 liter bisa digunakan untuk lima orang yang tinggal di rumah berluas 70 meter persegi. Jika keluarga yang tinggal adalah masyarakat berpenghasilan rendah bisa gratis, Eri mengharuskan untuk menggratiskan.
Selanjutnya Eri Cahyadi meminta camat dan lurah untuk menginformasikan ini ke masing – masing wilayah yang belum teraliri PDAM.
Baca Juga: Kawasan Industri Nikel Terbesar di Indonesia Bakal Berikan Pelatihan Kepada 17 Ribu Pekerja
Pada akhir 2023, Pemkot Surabaya menargetkan seluruh wilayah sudah teraliri PDAM.
Pihaknya meminta PDAM mengumpulkan lurah dan camat untuk menginformasikan di mana wilayah yang masih belum dialiri air.
Eri Cahyadi menyatakan informasi yang disampaikan akan sangat membantu jajaran PDAM Surya Sembada untuk segera mengambil langkah-langkah penyelesaian.
Dengan adanya kaji ulang terkait tarif air, ia menginginkan agar tarif PDAM bisa dibedakan.
Dengan pentarifan yang tepat, maka warga yang benar-benar mampu tetap membayar.
Sedangkan untuk warga yang tidak mampu dapat disubsidi oleh pemerintah.
Dengan cara ini subsidi akan ditargetkan ke orang yang tepat.
Berita Terkait
Terpopuler
- Megawati: Saya Dipanggil Polisi 3 Kali, Diperiksa Jaksa Sampai Malam
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- Besok, Front Mahasiswa UI hingga IPB Siap Gelar Aksi 'Merebut Kemerdekaan' di Jakarta
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
- 5 Sunscreen Brand Jepang untuk Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harga
Pilihan
-
Polwan Ditarik Mundur, Aksi BEM UI di Menara UOB Berujung Saling Dorong dengan Aparat
-
Gaji Manajer Kopdes Merah Putih Rp7,8 Juta per Bulan Viral, Benarkah Batal Rp16 Juta?
-
Dihadang Polisi di UOB Plaza, Massa UI: Ini Bukti Kita Belum Merdeka!
-
Bundaran HI Dijaga Ketat, Solidaritas Warga Mengalir: Ini Titik Logistik untuk Pendemo
-
Jelang Demo Mahasiswa, Bundaran HI Dijaga Ketat: Kendaraan Taktis Siaga, Lalin Masih Normal
Terkini
-
Promo Anniversary Bukan Cuma Diskon, Ada Treasure Hunt dan Mini Games
-
URI Bukan Solusi! Pengangguran Terdidik Terjadi karena Sarjana Tak Punya Skill
-
Sekolah Ramah Anak Tak Selalu Dimulai dari Hal Besar, Dua Inovasi Siswa Ini Buktinya
-
KPK Ungkap Dugaan Permintaan Opini WTP oleh Bupati PALI, Ada Nama Anggota BPK RI
-
Kapal Tanzania MV Ocean Porter Tertangkap di Riau, Angkut 2,6 Ton Sabu Cair dan Rokok China
-
Kapolri Terjun Langsung ke Lokasi Gempa NTT, Boni Hargens Sebut Polri Garda Terdepan Kemanusiaan
-
BRI Turut Berperan Aktif Dalam Percepat Pemulihan Gempa NTT Lewat Posko Logistik BRI Peduli
-
Video Penjemputan Tiga Orang yang Diduga Pejabat Disdik Lubuklinggau Viral, Ada Apa?
-
BRI Tinjau Posko BRI Peduli dan Dapur Umum Untuk Korban Gempa NTT
-
BRI Perluas Dukungan Pascagempa NTT, Tiga Posko Logistik dan Dapur Umum Disiapkan