Setelah beberapa saat lalu banjir besar melanda Aceh Utara juga Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah kini banjir mulai terjadi di beberapa wilayah Ibukota.
Banjir terjadi di daerah Kebon Pala, Kampung Melayu, Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur. Diketahui bahwa banjir ini diakibatkan luapan sungai Ciliwung.
Banjir sudah mulai merendam rumah warga pada pukul 02.00 dini hari dan mencapai ketinggian hingga 70 centimeter.
Banjir ini merupakan imbas dari tingginya curah hujan di kawasan Jawa Barat yang menyebabkan air di Bendungan Katulampa, Bogor mengalami kenaikan.
Dari bendungan ini saja, air sudah memasuki kategori siaga 1 yang artinya warga sekitar harus berjaga apabila ada banjir sewaktu-waktu.
Dengan ditetapkannya status siaga 1 membuat warga di sekitar sungai CIliwung bersiaga akan ancaman sungai Ciliwung yang meluap.
Dari diumumkannya status siaga 1 di Bendungan Katulampa sejak malam sebelumnya, membuat para warga di sekitar bantaran Sungai ciliwung mengamankan barang dan benda berharga ke tempat yang aman.
Menurut pemaparan warga setempat, air mulai naik pada sekitar pukul 02.00 dan paling parah banjir merendam pemukiman warga dengan ketinggian dua meter tepatnya di pemukiman warga RW 04 dan 05 Kebon Pala, Kampung Melayu, Jatinegara, Jakarta Timur.
Air mulai surut hingga pukul 11.30 WIB, ketinggian air sekarang sekitar 165 sentimeter.
Baca Juga: DPRD Gianyar Usulkan Buka Arena Tajen Secara Resmi Seperti Halnya Arak
BPBD melakukan pemasangan tali untuk akses jalan warga untuk membantu mobilitas warga di tengah banjir. Selain itu BPBD dan pemadam kebakaran juga bersiaga apabila sewaktu-waktu debit air semakin tinggi.
Meskipun sudah disediakan pengungsian, tapi warga Kebon Pala enggan untuk mengungsi dan memilih bertahan di lantai dua masing-masing rumah.
Daerah ini sering dilanda banjir terutama akibat luapan Sungai Ciliwung karena sudah tidak mampu menampung debit air kiriman dari Bogor.
Sebelumnya sudah dua kali kawasan ini dilanda banjir akibat luapan sungai Ciliwung.
Banjir kiriman ini sudah diprediksi akan terjadi di kawasan seperti Kebon Pala.
Berita Terkait
Terpopuler
- Feng Shui Warna Cat Rumah Pembawa Keberuntungan Berdasarkan Shio
- Debitur Dikejar Utang, Yasonna Laoly Minta PPATK Telusuri Sumber Dana Pinjol
- Apa Itu IKD dan Kenapa Wajib Memilikinya?
- 5 Rice Cooker Murah untuk Keluarga Kecil, Hemat Listrik dan Awet
- HP RAM 16 GB Berapa Harganya? Ini 5 Pilihan Termurah dengan Performa Ngebut
Pilihan
-
Pernyataan Prabowo Soal Gaji Pengupas Bawang Dipertanyakan, Keluarga Susanah: Itu Salah
-
Prabowo Sebut Upah Kupas Bawang Rp700 Ribu per Kg, Emak-emak Bogor Tertawa: Sini Cuma Rp1.200
-
Prabowo Salah! Upah Susanah Bukan Rp 700 Ribu Tapi Rp 700 Perak per Kilogram
-
Gempa 6,4M Guncang Sumatera Utara sampai Sumbar
-
Masih Banyak Warga NTT Terjebak di Bawah Reruntuhan Bangunan, 2000 Orang Mengungsi
Terkini
-
Tawa dan Harapan di Balik Tembok Tinggi: Potret Kemeriahan HUT ke-81 RI di Lapas Salemba
-
Replika Gajah Raksasa Semarakkan Karnaval HUT ke-81 RI di Kota Banjar
-
Buku Gramedia Diskon 25 Persen Pakai BRI, Ini Syaratnya
-
IHSG Bisa Kembali Terbang Besok, Saham-saham Ini Bisa Dilirik
-
Unjuk Rasa hingga Saling Dorong,Mahasiswa Papua Sebut Kolonialisme Masih Tumbuh
-
Sultan Syarif Kasim II 'sang Donatur' Sumbang Rp1 Triliun untuk Kemerdekaan Indonesia
-
Harga Minyak Stabil, Pemerintah Janji Neraca Perdagangan Tak Tekor pada Juli
-
Program MBG di Sumsel Sudah Jangkau 2 Juta Penerima, Lalu Mengapa 10 Dapur Masih Disuspensi?
-
Di Balik Kemeriahan Lomba 17-an, Napas Ekonomi Akar Rumput yang Menjaga Dapur Tetap Ngebul
-
BBM Mulai Normal, 47 SPBU di Flores Kembali Beroperasi Setelah Gempa