"Sejauh ini, belum ada laporan seorang anak meninggal setelah menelan sirup.
Dua kasus yang terjadi di NTT sama dengan yang terjadi saat ini,” kata Presiden IDAI NTT Dr. kata Woro Indri Padmosiwi, Sp.A kepada ANTARA di Kupang, Kamis.
Indri mengatakan dua anak meninggal, satu di kawasan Rote Ndao pada September 2022 dan lainnya di wilayah Sumba Barat.
fa menambahkan, di Sumba Barat skemanya akan dialihkan atau dikirim ke rumah sakit di Sumba Barat Denpasar, Bali untuk penanganan lebih lanjut karena belum ada rumah sakit di NTT yang memiliki perangkat untuk mendiagnosis atau mengobati anak-anak dengan penyakit tersebut.
“Seseorang dari Sumba Barat kemarin diinformasikan meninggal pada Rabu (19/10) malam.
jadi dikirim ke RS Denpasar,” katanya. Anak yang meninggal itu berusia 1 tahun 10 bulan, asal Kota Waikabubak, Kabupaten. Sumba Barat.
Menurut laporan dari rumah sakit setempat, bocah lelaki berusia satu tahun itu dirawat di rumah sakit rumah sakit setempat karena tidak buang air kecil atau buang air kecil dalam tiga hari terakhir.
Karena itu, ia memberitahu orang tua di rumah jika ada gejala seperti buang air kecil.
Demam, ISPA, pilek, mual atau muntah sehingga harus segera diperiksa
Baca Juga: Ada Unsur LGBT, Game Coral Island Tuai Kontroversi
Ke dokter. Waikabubak, Kabupaten Sumba Barat.
“Kami juga tidak percaya bahwa dua anak yang meninggal memiliki penyakit ginjal yang parah. ikuti konsumsi sirup jika dia sakit," kata Woro Indri Padmosiwi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dicukur Timnas Indonesia 5-1, Pemain Naturalisasi Kamboja Jadi Sasaran Kemarahan Fans
- 4 Serum Wardah untuk Mengecilkan Pori, Kulit Halus dan Mulus Bertahap
- Daftar Harga Motor Listrik dengan Subsidi Pemerintah, Ada yang Cuma Rp5 Jutaan!
- Nasib Berubah, Ini 4 Shio yang Panen Keberuntungan dan Rezeki pada 29 Juli 2026
- Siapa Ipda Ambarita? Ini Profil Polisi yang Viral Saat Pengamanan Bentrok Matraman
Pilihan
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
-
Dicecar 23 Pertanyaan Penyidik KPK, Ini Kata Plt Bupati Sukoharjo
-
Cuma Sisa Rp200 Juta! Perampok Rp1,2 Miliar di Kalideres Diciduk Usai Habiskan 1 M Dalam 8 Hari
Terkini
-
Jika Tim 9 Gagal, KPK Disebut Wajib Ambil Alih Kasus Febrie Adriansyah
-
Sungai Cileungsi Menghitam, DLH Bogor Gandeng Polda Jabar Bidik 5 Perusahaan
-
Diperiksa Kejagung Terkait Dugaan Kasus, Kekayaan Kasi Pidsus Bogor Capai Rp6,1 Miliar Tanpa Utang
-
Kembalikan Hak Pejalan Kaki, Satpol PP Bandung Ratakan 36 Bangunan Liar di Jalan Rajiman
-
Sempat Sebut PDIP, Ustaz Das'ad Latif Edit Unggahan soal Putusan MK Larang Dana Pendidikan untuk MBG
-
Kejagung Bongkar Alasan Periksa Tan Kian dan Ferry Boboho di Kasus Febrie Adriansyah
-
Alasan Keselamatan, Kejagung Titipkan Ferry Boboho Saksi Kunci Kasus TPPU Febrie Adriansyah ke LPSK
-
Angela Tanoesoedibjo Apresiasi Legislator yang Dinilai Berdampak bagi Masyarakat
-
Arus Peti Kemas IPC TPK Panjang Melonjak 73,7 Persen
-
Gandeng TP PKK Hingga Tingkat RT, Bupati Bogor Rudy Susmanto Pacu Kesejahteraan Warga