Pelaku penusukan anak ini adalah Rizaldi Nugraha Gumilar alias Ical, pria berusia 22 tahun. Pelaku sudah berhasil ditangkap oleh tim gabungan Satreskrim Polres Cimahi bersama Ditreskrimum Polda Jabar pada hari Minggu (23/10) sore hari. Diketahui Rizaldi ini merupakan warga Andir, Kota Bandung.
Pelaku sebelumnya menghabisi nyawa seorang anak perempuan berusia 12 tahun selepas pulang mengaji. Aksinya ini berhasil terekam CCTV dan viral di media sosial dalam beberapa hari terakhir.
Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat sebelumnya menyatakan sudah mengantongi identitas Rizaldi pada hari Minggu (23/10). Pada hari yang sama, polisi memasukkan nama Rizaldi ke Daftar Pencarian Orang (DPO).
Pelaku sempat kucing-kucingan dengan aparat hingga menjadi buron. Saat ini pelaku sudah berhasil diamankan di Polres Cimahi dan menunggu dijatuhi sanksi pidana.
Kasus pembunuhan keji ini mengambil nyawa anak perempuan di bawah umur dan juga pelaku terbilang masih berusia muda. Sebenarnya apa motif pelaku hingga mendorong dirinya melakukan perbuatan keji semacam ini?.
Kabid Humas Polda Jabar Kombes Pol Ibrahim Tompo menjelaskan kronologi lengkap dari kejadian ini. Awalnya pelaku ingin meminjam hp dari temannya yang berinisial G. Akan tetapi G menolak dan malah meledek pelaku karena tidak memiliki hp.
Karena sakit hati, pelaku berniat mencari hp dengan cara yang salah. Pelaku meminjam motor dan keluar dari rumahnya sambil membawa tas berisi sangkur dan mencari sasaran.
Dari rekaman CCTV yang terpasang di TKP di Kelurahan Cibeureum, Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Jawa Barat, merekam aksi keji yang dilakukan oleh Rizaldi. Pada CCTV terlihat PS melintas di gang sepi yang diketahui saat itu baru saja pulang dari pengajian di masjid.
Di dalam gang yang sepi tersebut, Rizaldi menghampiri PS dengan niat mengambil ponselnya. Tetapi pada saat itu, PS sedang tidak membawa ponsel dan sempat menolak paksaan dari RIzaldi. Secara tiba-tiba, Rizaldi menikam RS lantaran tak memenuhi permintaannya. Setelah ditikam, pelaku menggeledah tas korban dan tidak menemukan apapun.
Baca Juga: Mulai 10 November! Pelajar di Surabaya Bebas PR
Kemudian PS berlari menahan sakit menuju rumahnya. Saat perjalanan menuju ke rumah sakit, nyawa PS tidak dapat diselamatkan. Sedangkan pelaku dengan motornya melarikan diri.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Mengapa Pertalite Mau Dihapus?
- Apa Itu Sepatu Hybrid? Ini 5 Rekomendasi Buatan Lokal Terbaik dan Serbaguna
- Soal TNI-Komcad Dikerahkan di Demo Mahasiswa, Ini Reaksi Komisi I DPR
- Neymar Dipastikan Absen di Piala Dunia 2026, Kesalahan Pertama Ancelotti
- Motor Mirip Harley-Davidson Harga Rasa Matic: Mending Morbidelli C252V atau QJ Motor SRV250?
Pilihan
-
Aksi di DPR Memanas! Peserta Demo Cipayung Menggugat Ngaku Dianiaya Polisi usai Ditangkap
-
Wasit Liga Indonesia 'Berulah', FIFA Investigasi Kemenangan Timnas Jerman vs Curacao
-
Mahasiswa Gelar Demo di DPR, Tagih Janji 19 Juta Lapangan Kerja dan Desak Hentikan MBG
-
Mau Aksi di Patung Kuda, Mahasiswa UBK Sempat Dihadang di Tugu Tani
-
Anggaran Kunjungan Luar Negeri Prabowo Tembus Rp1,1 T! Lebih Besar dari TKD Satu Kabupaten di NTB
Terkini
-
Gagal Masuk Negeri? Jangan Cemas, 800 Lebih Sekolah Swasta di Banten Kini Gratis
-
12 Kali Raih WTP, Mengapa BPK Masih Minta Sumsel Benahi Sejumlah Hal?
-
6 Fakta Penangkapan Pelaku Pembacokan Maut di Kebon Pedes
-
Puasa 1 Muharram, Sunnah atau Sekadar Tradisi? Ini Niat dan Penjelasan Ulama
-
6 Fakta Nasib Pedagang Usai Pembongkaran Kios Ilegal di Jalur Puncak
-
Di Balik Gemerlap Podium, Nasib Atlet Indonesia Masih Terkatung-katung
-
Korban Terus Bertambah, Dugaan Penipuan Rp1,4 Miliar yang Seret Ibu Bhayangkari Bikin Heboh
-
7 Poin Penting di Balik Tuntutan Soal BBM dan Program MBG
-
Sudah Dapat Rp10 Juta, Pedagang Puncak Tetap Merana: Modal Segitu Mana Cukup
-
PTBA Uji Biomassa Kaliandra Merah untuk Kurangi Emisi Karbon dan Dukung Transisi Energi