Direktur AMAN Indonesia Ruby Kholifah mengungkapkan kisah sukses yang dilakukan oleh Kongres Ulama Perempuan Indonesia (KUP!) melalui advokasi peningkatan usia menikah dan mendorong pengesahan RUU Tindak Pidana Kekerasan Seksual yang merupakan sesuatu unik dan mungkin belum banyak terjadi di negara lain.
"Biasanya kalau saya temui di banyak negara, kalau bicara tentang ulama itu sudah terisolasi di dalam konteks cuma membicarakan kitab dan mengajarkan Al Quran saja,” kata Ruby di Jakarta, Kamis.
“Tapi Indonesia ini memberikan contoh yang sangat baik bagaimana pemikiran baru dan tafsir baru itu secara kolektif didorong dalam ranah advokasi dan itu terjadi pertemuan antara gerakan sosial, gerakan perempuan, dan gerakan keulamaan perempuan;’ ungkapnya.
Menurut dia, kemunculan gerakan KUPI membuat Indonesia dipandang lebih maju dalam hal memproduksi tafsir ramah perempuan dan mempopulerkan pandangan keagamaan adil gender di akar rumput.
Ruby menuturkan gerakan ulama perempuan Indonesia itulah yang mesti dibagikan kepada internasional agar mereka bisa mengajak dari Indonesia untuk mendorong gerakan keulamaan di negara mereka masing-masing.
“Tapi Indonesia ini memberikan contoh yang sangat baik bagaimana pemikiran baru dan tafsir baru itu secara kolektif didorong dalam ranah advokasi dan itu terjadi pertemuan antara gerakan sosial, gerakan perempuan, dan gerakan keulamaan perempuan;’ katanya.
Menurut dia, kemunculan gerakan KUPI membuat Indonesia dipandang lebih maju dalam hal memproduksi tafsir ramah perempuan dan mempopulerkan pandangan keagamaan adil gender di akar rumput.
Ruby menuturkan gerakan ulama perempuan Indonesia itulah yang mesti dibagikan kepada internasional agar mereka bisa mengik jak dari Indonesia untuk mendorong gerakan keulamaan di negara mereka masing-masing.
Pada (23/11/2022), Kongres Ulama Perempuan Indonesia bakal menggelar konferensi internasional di Universitas Islam Negeri (UIN) Walisongo Semarang, Jawa Tengah.
Baca Juga: Peringati Hari Pahlawan, Pekik Merdeka Bung Tomo di Surabaya
Dalam konferensi internasional tersebut, para ulama perempuan dari 29 negara bersama para ulama perempuan Indonesia memetakan perjuangan yang dialami para ulama di negaranya masing-masing.
Terdapat 32 orang pembicara dari 18 negara yang akan memperkaya diskusi di konferensi internasional tersebut, di antaranya Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, Turki, India, Afrika Selatan, Kanada, Amerika Serikat, Inggris, Finlandia, Libia, Irak, Burundi, dan Kenya.
Islam dalam perkembangan positif kesetaraan gender, serta prestasi dan kesenjangan gerakan Muslimah di seluruh dunia.
Berita Terkait
Terpopuler
- Kecil tapi Lega: Hatchback Bermesin Avanza Kini Cuma 50 Jutaan, Makin Layak Dilirik?
- Promo JCO Mei 2026, Paket Hemat Donat dan Kopi yang Sayang Dilewatkan
- 5 Rekomendasi Bedak Wardah Colorfit yang Warnanya Auto Menyatu di Kulit
- 4 Rekomendasi Parfum Lokal Wangi Tidak Lebay dan Tahan Lama untuk Perempuan
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Guru SD Ungkap Beratnya Tekanan Al dan El Waktu Kecil: Sekarang Gak Gila Saja Alhamdulillah
-
Segini Jumlah Uang yang Diterima Para Bos Bea Cukai di Hotel Borobudur
-
Jogja yang Romantis bagi Pelajar, tapi Terasa Pedih bagi Pekerja
-
Kapolri Bakal Lakukan Revisi Perkap Hingga Perpol Usai Terbitnya Rekomendasi KPRP
-
Pemkab Kolaka Sewa 6 Pesawat Wings Air 2,7 Miliar untuk Calon Haji 2026
-
Purbaya Akui Kebobolan soal Pengadaan Motor Listrik BGN, Anggaran Bakal Diperketat
-
Profil Timnas Amerika Serikat: Tuan Rumah Piala Dunia yang Siap Jawab Ekspektasi Publik
-
5 Lipstik Viva Terbaik untuk Usia 40 ke Atas, Anti Menor dan Tahan Lama
-
Simfoni Kesederhanaan Didikan Mamak Nur dan Bapak Syahdan dalam Novel Pukat
-
Syarat Mutlak Iran Ikut Piala Dunia 2026, Amerika Serikat Harus Menjamin Tidak Ada Penghinaan