/
Rabu, 16 November 2022 | 11:48 WIB
Ilustrasi Kejahatan ((freepik.com))

Beberapa waktu terakhir pihak kepolisian telah menindak tegas beberapa penjahat jalanan di Surabaya. 

Namun, sepertinya para penjahat jalanan Surabaya tidak takut dan jera untuk melancarkan aksinya. Seperti yang dialami oleh Aditya di Jalan Jagir Wonokromo, Selasa (15/11/2022) pagi sekitar pukul 09.00 WIB.

Dihubungi wartawan, Adit mengatakan jika kejadian tersebut terjadi di pagi hari ketika ia hendak keluar dari ruko tempat ia bekerja. 

Tiba-tiba Adit dihampiri oleh sepasang anak muda yang mengendarai motor dan langsung mengambil tas yang dipegangnya. Beruntung, kedua jambret tersebut gagal menjalankan aksinya mengambil tas karena Adit sempat melawan.

“Pelakunya dua orang masih anak-anak. Mungkin mereka mangkel karena gagal merampas tas saya sehingga langsung mengayunkan senjata tajam ke lengan saya, ini tadi dibawa ke RS,” kata Aditya, Rabu (14/11/2022).

Aditya lantas heran karena aksi kedua jambret tersebut terbilang nekat. Aksi penjambretan tersebut terjadi di Jalan utama dan waktu masih menunjukan jam 09.00 WIB.

Ia menambahkan, saat itu ia baru melaju beberapa puluh meter dari kantornya. Lalu, motor Aditya dipepet dua pelaku dari arah kiri dengan mengendarai motor jenis Honda Scoopy abu-abu. “Dua bocil (bocah cilik). Pakai Scoopy abu-abu tanpa plat nomor, yang depan nyetir sama ngambil tas saya,” imbuh Adit.

Saat dirampas, Adit reflek langsung menarik tangannya dan penjahat jalanan tersebut gagal menarik tas Adit. Namun, pelaku yang dibonceng langsung mengayunkan sajam ke tangan Adit dan kabur.

“Nah, saat itu juga pelaku yang belakang langsung menyabetkan sajam ke arah saya hingga mengenai lengan saya. Keduanya lantas kabur ke timur arah Panjang Jiwo. Sedang saya berhenti sejenak sebelum melanjutkan perjalanan,” tegas Aditya.

Baca Juga: Anggap Anies Baswedan Caper ke Gibran, Guntur Romli Soroti Sikapnya saat Pertemuan: Biasanya Arogan

Atas insiden tersebut, Aditya belum melaporkan kasus ini ke pihak berwajib. Ia beralasan, karena tak ada barang yang dibawa oleh para pelaku. Meski begitu, ia berharap kepolisian bisa lebih intens untuk menggelar patroli baik di lokasi kejadian dan lokasi rawan lain.

Dikonfirmasi terpisah, Kanit Reskrim Polsek Wonokromo AKP I Made Gede Sutanaya tak mengetahui kejadian tersebut. “Saya belum tahu. Coba saya cek dulu ya,” kata Made via telepon.

Meski demikian, Made berjanji akan lebih intens menggelar patroli kring serse serta patroli penggal jalan di lokasi itu maupun di lokasi rawan kejahatan lain. “Nanti akan lebih intens patroli,” pungkas mantan Kanit Idik Satreskoba Polrestabes Surabaya itu. 

Load More