Para pemain, staf oficial, pelath, dan jajaran manajemen Persib Bandung menggelar doa bersama untuk para korban gempa bumi yang terjadi di Cianjur pada Senin (21/11/2022) siang.
Pada momen tersebut Persib Bandung menyampaikan bela sungkawa dan duka cita yang mendalam atas terjadinya bencana alam yang menimpa waga masyarakat Kabupaten Cianjur.
Sebagai bentuk belasungkawa tersebut, seluruh pemain dan ofisial mengadakan doa bersama untuk para korban gempa bumi di Cianjur sebelum menggelar sesi latihan di Stadion Siliwangi, Kota Bandung pada Selasa 2 November 2022 kemarin.
Pada acara doa bersama itu, hadir Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat, Umuh Muchtar dan Direktur PT PBB, Teddy Tjahjono. Ia langsung memimpin sesi doa bersama.
"Kita berdoa bersama sebagai ungkapan belasungkawa. Yang terjadi di sana (Cianjur) adalah musibah. Kami semua berdoa semoga korban diterima di sisi Allah SWT. Kami sangat bersedih dengan musibah ini," kata Umuh.
Umuh berharap para korban dan keluarga yang ditinggalkan bisa tegar menghadapi musibah ini. "Mereka, keluarga kami juga. Semoga mereka diberikan ketabahan dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kesabaran, yang luka semoga cepat sembuh, dan tidak ada lagi korban meninggal dunia," harapnya.
Sementara itu, Persib baru saja kembali menggelar latihan setelah diiistirahat selama dua hari. Pekan lalu, program latihan Pangeran Biru ditutup dengan gim internal pada Jumat, 18 November 2022.
Dalam sesi latihan petang ini, tim sudah kembali diperkuat Beckham Putra Nugraha yang sebelumnya sempat terganggu kesehatannya. Di sisi lapangan, I Made Wirawan tengah menjalani latihan penguatan otot bersama Kevin Rumakiek.
Latihan dimulai dengan permainan Rondo dalam grup besar. Mereka harus mengalirkan bola dengan satu sentuhan untuk menghindari tiga pemain yang bertugas mengejar. Setelah itu, pemain juga berlatih passing mendatar dan penyelesaian akhir.
Baca Juga: Gempa Cianjur Berulang Tiap 20 Tahun, Literasi Rendah Picu Banyak Korban
Dalam sesi terakhir, pemain mendapat menu latihan permainan dalam grup kecil 8 vs 8, tapi hanya dengan memanfaatkan setengah panjang lapangan. Kembali, para pemain dituntut bisa menguasai bola dan mengalirkannya dengan cepat ke daerah lawan.
Terpopuler
- Putusan MK soal Kuota Internet Hangus Ubah Peta Bisnis Operator, Pakar: Paket Data Bakal Berubah
- Melayat ke Yogya, Susi Pudjiastuti Kenang Sosok Nasirun
- Fortuna Sittard Ogah Jual Justin Hubner ke Klub Super League
- Kado Kemerdekaan: Pemutihan Pajak Kendaraan di Agustus 2026, Buruh dan Ojol Dapat Diskon Khusus
- Prabowo Singgung Nuklir Iran, Badan Atom Internasional Ungkap Faktanya
Pilihan
-
Desa Kecil, Mimpi Mendunia: Ketika Kolaborasi Mengubah Wajah Kemiren
-
Kejagung Geledah Rumah Eks Jampidsus Febrie yang Pernah Dijaga TNI
-
Kematian Sutrimo dan Rangkaian Kejanggalan yang Muncul dari Kampung Halaman
-
Pengintai Misterius dan CCTV Mendadak, Kejanggalan di Rumah Sutrimo
-
Banyak Air Galon Isi Ulang di Bangka Barat Belum Diuji, Amankah Dikonsumsi Setiap Hari?
Terkini
-
Prabowo dan PM Thailand Sepakati Kemitraan Strategis Baru, Fokus Pangan hingga Energi
-
Jangan Korbankan Nyawa Demi Target! BGN Didesak Usut Tuntas Keracunan Massal MBG di Semarang
-
Trauma Kolektif: Pagar Tinggi Mal Ingatkan Warga pada Kerusuhan Agustus
-
Kasus Bayi Dijual Rp20 Juta Belum Tuntas, Polisi Didesak Usut Sosok Pemberi Uang
-
Dipukul Balok Kayu, Wanita di Palembang Gagalkan Aksi Begal hingga Pelaku Ditangkap
-
Dua Kata Tijjani Reijnders Usai Timnas Indonesia Dibantai Vietnam 0-3
-
Ingin Rumah Terasa Lebih Elegan? Tren Interior Kini Mengandalkan Permainan Cahaya dari Keramik
-
Haykal Ungkap Hal yang Bikin Tak Nyaman di Palembang, Pengemis hingga Sungai Jadi Sorotan
-
Kreativitas Generasi Muda Indonesia Berbuah Manis, Ribuan Pelajar Sukses Bangun Bisnis
-
Klasemen Piala AFF 2026 Usai Timnas Indonesia Digebuk Vietnam: Wajib Menang di Singapura