Pemain tim nasional Iran akhirnya menyanyikan lagu kebangsaan mereka setelah sebelumnya memutuskan untuk tidak melakukannya pada pertandingan pertama melawan Inggris kemarin. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk protes mereka terharap pemerintahannya sendiri.
Mereka tetap diam di Stadion International Khalifa pada laga melawan Inggris kemain sebelum pertandingan dimulai.
Pada saat para pemain menyanyikan laku kebangsaan mereka melawan Wales Jumat hari ini (25/11/2022), para pendukung timnas Iran dari tribun stadion menyoraki mereka dengan teriakan keras.
Sebelum pertandingan dimulai, striker Iran Mehdi Taremi mengatakan bahwa para pemain tidak sedang dalam rekanan apapun. "TIdak berada di bawah tekanan apapun," kata dia setelah tidak menyelesaikan lagu kebangsaan melawan Inggris.
"Faktanya adalah kami datang ke sini untuk bermain sepak bola - bukan hanya kami, tapi semua pemain yang hadir di Qatar datang ke sini untuk bermain sepak bola," tambahnya.
"Saya tidak dapat mengubah apa pun; ribuan orang lain seperti saya tidak dapat mengubah apa pun."
Sementara itu, pelatih timnas Iran Carlos Queiroz yang berasal dari Portugal yang duduk di sebelah Taremi pada saat konferensi pers mengatakan bahwa dia tidak berani menanyakan hal seperti kepada pemainnya karena itu merupakan hak mereka sebagai warga negara.
"Adalah hak Anda untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan itu, tetapi yang saya rasa aneh, sebagai warga dunia yang normal, adalah Anda tidak melakukannya." Saya tidak mengajukan pertanyaan yang sama kepada pelatih lain dan tim nasional lainnya, mengetahui bahwa mereka memiliki begitu banyak masalah di rumah, dan menyebabkan begitu banyak masalah di seluruh dunia."
Protes massal di Iran dalam beberapa bulan terakhir dipicu oleh kematian Mahsa Amini dalam tahanan pada bulan September lalu. Mahsa Amini adalah seorang wanita berusia 22 tahun yang ditahan oleh polisi moralitas karena diduga melanggar aturan ketat seputar penutup kepala.
Baca Juga: Pemerintah Bakal Bagikan 680 Ribu Rice Cooker Gratis Tahun Depan, Siapa Saja yang Dapat?
Aktivis hak asasi manusia mengatakan lebih dari 400 pengunjuk rasa telah tewas dan 16.800 lainnya ditangkap dalam tindakan keras oleh pasukan keamanan Iran.
Para pemimpin Iran mengatakan protes itu adalah "kerusuhan" yang didalangi oleh musuh asing negara itu.
Berita Terkait
Terpopuler
- Dexlite Mahal, 5 Pilihan Mobil Diesel Lawas yang Masih Aman Minum Biosolar
- Sepeda Polygon Paling Murah Tipe Apa? Ini 5 Pilihan Ternyaman dan Tahan Banting
- Awas! Jakarta Gelap Gulita Besok Malam, Cek Daftar Lokasi Pemadaman Lampunya
- Warga 'Serbu' Lokasi Pembangunan Stadion Sudiang Makassar, Ancam Blokir Akses Pekerja
- Pakar UGM Bongkar 'Dosa' Satu Dasawarsa Jokowi: Aturan Dimanipulasi Demi Kepentingan Rente
Pilihan
-
Cek Fakta: Viral Pengajuan Pinjaman Koperasi Merah Putih Lewat WhatsApp, Benarkah Bisa Cair?
-
Jadi Tersangka Pelecehan Santri, Benarkah Syekh Ahmad Al Misry Sudah Ditahan di Mesir?
-
Kopral Rico Pramudia Gugur, Menambah Daftar Prajurit TNI Korban Serangan Israel di Lebanon
-
Ingkar Janji Taubat 2021, Syekh Ahmad Al Misry Resmi Tersangka Kasus Pelecehan Santri
-
Sebagai Ayah, Saya Takut Biaya Siluman Terus Menghantui Pendidikan Anak di Masa Depan
Terkini
-
Dugaan Motif Anti-Kristen Terungkap dalam Manifesto Penembakan di Gala Dinner Donald Trump
-
Terungkap! 5 Fakta Mengerikan Kasus Kekerasan Berantai di Daycare Little Aresha Jogja
-
Purbaya Ungkap Rahasia BBM Indonesia Masih Aman dari Krisis Minyak Global
-
Analisis Teknikal IHSG Hari Ini, Cek Rekomendasi Saham Pilihan Para Analis
-
Klasemen IBL Pekan ke-12: Pelita Jaya Makin Kokoh di Puncak
-
Honor 600e Nongol di Geekbench Bawa Chipset MediaTek Terbaru, Seberapa Ngebut?
-
Pendidikan Tanpa SPP, Tapi Tidak Tanpa Beban: Membaca Pelanggaran Hak Anak
-
Pamer ke IMF & World Bank, Purbaya Klaim RI Siap Ekspor Pupuk di Tengah Krisis Global
-
AC Milan vs Juventus Berakhir Antiklimaks, Drama VAR Gagalkan Kemenangan Bianconeri
-
QRIS Ditargekan Bisa Dipakai di China Mulai 30 April, BI-FAST Terhubung di 5 Negara