Pemain muda Persib Bandung Ferdiansyah mengaku cukup percaya diri untuk menatap kelanjutan Liga 1 Indonesia yang kini bergulir kembali. Kepercayaan diri pemain timnas U-20 ini muncul setelah dirinya baru saja kembali dari tour Eropa bersama Timnas Garuda pada Oktober-November kemarin.
Ferdiansyah mengaku mendapat banyak pelajaran dan pengalaman berharga sepulang dari pemusatan latihan dan digenjot habis-habisan oleh pelatih Shin Tae Yong.
“Saya percaya ke diri sendiri saja. Terus melihat sekarang pelatihnya (Luis Milla), jadi ada harapan lah untuk kesempatan bertanding,” ucapnya, Sabtu (4/12/2022) kemarin.
Ferdiansyah memang menjadi salah satu dari sekian nama talenta muda sepak bola Tanah Air yang berkesempatan untuk mengikuti program pemusatan latihan di Turki dan Spanyol dan berkesempatan untuk melakukan laga uji coba melawan negara-negara dan klub Eropa.
Ferdiansyah mengatakan sangat berkesan mendapat kesempatan menjajal lawan-lawan tangguh dari Benua Biru.
“Sebenarnya banyak sih, tapi mental saat berlatih dan bertanding itu yang paling ditingkatkan sama pelatih Shin (Shin Tae Young). Sebab kalau mental jelek, main pasti tidak pede, jadi tidak keluar kemampuannya,” kata Ferdiansyah.
Sementara itu, pemain senior Persib Bandung yakni Ahmad Jufriyanto menyambut baik bergulirnya lagi Liga 1 Indonesia yang memang sudah dinanti-nantikan oleh banyak pihak.
Bek PERSIB bernomor punggung 16 tersebut mengatakan, hal tersebut adalah harapan semua pemain. Dia pun berharap dan berdoa, rencana kembalinya kompetisi awal bulan Desember ini bisa berjalan sesuai rencana.
“Sangat senang. Liga kembali bergulir adalah harapan semua pemain. Sebelumnya, latihan tanpa kepastian kompetisi sangat menguras tenaga dan pikiran pemain. Semoga liga berjalan lancar,” katanya.
Rencananya, lanjutan kompetisi akan berlangsung dengan sistem bubble, tanpa penonton, serta terpusat di Jawa Tengah dan Yogyakarta. Sistem ini hanya akan berlangsung sampai akhir putaran kedua, atau akhir Desember 2022.
Pemain yang karib disapa Jupe tersebut menilai, meskipun tidak ideal, sistem bubble adalah pilihan terbaik dalam situasi saat ini. Dia pun berharap kompetisi bisa berjalan lancar, baik dan pada sisa pertandingan di putaran kedua semua sudah normal kembali sebagaimana seharusnya.
“Tidak ideal sebenarnya sistem bubble, tapi untuk sementara ini mungkin pilihan terbaik. Semoga kedepannya liga berjalan lancar dan kembali dengan sistem home away dengan penonton,” ungkapnya.
Berita Terkait
Terpopuler
- Cara Menata Isi Dompet yang Baik Menurut Feng Shui agar Rezeki Lebih Lancar
- Amplop Raja Juli Menyusut SGD2.000, KPK Buka Peluang Periksa Ajudan hingga Kapolres Kuansing
- Masuk Desil 10 Padahal Penghasilan Pas-pasan? Jangan Panik, Ini Arti dan Penjelasan Resminya
- Contoh Teks Sambutan Ketua RT Malam Tirakatan 17 Agustus yang Singkat, dan Penuh Makna
- 4 Rice Cooker Mini Murah yang Cepat Matang dan Hemat Listrik Sesuai Review Pembeli
Pilihan
-
Prabowo: Ojol Sekarang Dapat 92 Persen Hasil Kerja, Pendapatannya Naik 3 Kali Lipat
-
Hadiri Sidang Tahunan, Intip Gaya Prabowo dan Gibran saat Tiba di Gedung Parlemen Senayan
-
Kampung Bahari Memanas! Massa Lawan BNN dan Brimob Pakai Petasan saat Gerebek Narkoba
-
Sudah Dibangun Sejak 2023, Sejauh Mana Bibit Sriwijaya Kemampo Pulihkan Hutan Sumsel?
-
Napak Tilas Jejak Kolonial Londo Ireng di Makam Kherkof Purworejo
Terkini
-
Renjana Perca, Saat Fashion Indonesia Bertemu Ekonomi Sirkular
-
Modal Foto AI Berseragam Polisi, Pria di Bandung Tipu Korban dan Bawa Lari Uang
-
Insentif Guru Ngaji di Bogor Jadi Rp1,2 Juta per Tahun
-
Jaga Gajah Sumatera, Pertamina Kilang Plaju Perkuat Upaya Melestarikan Warisan Alam Sumsel
-
Temukan 1.500 Warga Terjebak Grup LGBT Daring, Pemkab Serang Siapkan Langkah Pembinaan
-
Bank Sumsel Babel dan Unsri Bersinergi Menyiapkan Generasi Pemimpin Masa Depan
-
Havaianas Debut Kitten Heel di Copenhagen Fashion Week
-
Perombakan Buku Sekolah, Solusi Literasi atau Cuma Proyek Bisnis Baru?
-
Filosofi Baru Oscar Bruzon Mulai Menggila, Pemain Bhayangkara FC Dipaksa Beradaptasi
-
Polda DIY Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Pembubaran Ibadah Gereja di Bantul