Pelatih Tim Nasional Brazil Tite telah mengonfirmasi bahwa Neymar telah pulih dari cederanya. Penyerang berusia 30 tahun itu melewatkan dua pertandingan grup terakhir Brasil setelah mengalami kerusakan ligamen di pergelangan kaki kanannya pada pertandingan pembukaan melawan Serbia.
Brazil merupakan salah satu tim favorit yang lolos ke babak 16 besar dengan satu pertandingan tersisa dan memuncaki Grup G meski kalah dari Kamerun.
Ditanya pada hari Minggu apakah Neymar akan fit untuk kembali, Tite menjawab "ya".
Dia menambahkan: "Neymar akan berlatih hari ini di sore hari dan jika dia berlatih dengan baik dia akan bermain."
Bintang Paris St-Germain itu digantikan pada menit ke-80 saat negaranya menang 2-0 atas Serbia setelah mendapat tekel berat dari Nikola Milenkovic dan kemudian menyebut cedera itu sebagai salah satu momen terberat dalam kariernya.
"Tidak ada dalam hidup saya yang mudah dan saya selalu harus bekerja untuk impian dan tujuan saya. Saya tidak pernah berharap hal buruk kepada siapa pun dan selalu membantu siapa yang membutuhkan," kata Neymar di Instagram.
"Saya cedera, ya itu tidak baik, itu akan menyakitkan tetapi saya yakin saya akan memiliki kesempatan untuk kembali karena saya akan melakukan segala yang mungkin untuk membantu negara saya, rekan satu tim saya dan diri saya sendiri," tambahnya.
Neymar telah mengalami sejumlah masalah cedera dengan kaki kanannya selama beberapa tahun terakhir, absen di Copa America 2019 setelah menderita ligamen robek di pergelangan kakinya dan kemudian menghabiskan beberapa minggu untuk pulih dari cedera serupa pada tahun 2021.
Bek Danilo juga fit untuk kembali ke Brasil, tetapi Alex Telles dan pemain depan Gabriel Jesus harus absen selama sisa turnamen.
Baca Juga: Jelang Lawan Senegal, Kane: Kaki Saya Terasa Baik-Baik Saja
Ini akan menjadi pertemuan kedelapan antara Brasil dan Korea Selatan tetapi pertemuan kompetitif pertama antara kedua belah pihak. Brasil telah memenangkan enam dari tujuh pertandingan sebelumnya (K1), terakhir dengan kemenangan 5-1 pada bulan Juni.
Brasil telah kehilangan empat dari 10 pertandingan terakhir mereka di Piala Dunia. Empat kekalahan mereka sebelumnya di kompetisi tersebut tersebar di 36 pertandingan.
Ini akan menjadi pertandingan sistem gugur Piala Dunia pertama Korea Selatan sejak 2010, ketika mereka dikalahkan oleh Uruguay di babak 16 besar.
Brasil telah maju dari masing-masing dari tujuh pertandingan putaran kedua terakhir mereka di Piala Dunia. Mereka terakhir tersingkir pada tahap ini pada tahun 1990 melawan Argentina.
Berita Terkait
Terpopuler
- Apakah Jateng Tak Punya Gubernur? Ketua TPPD: Buktinya Pertumbuhan Ekonomi Jateng Nomor Dua di Jawa
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- 6 Fakta Mencekam Pembacokan di UIN Suska Riau: Pelaku Sempat Sandera Korban di Ruang Seminar
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- HP yang Awet Merek Apa? Ini 6 Rekomendasi Terbaik dengan Performa Kencang
Pilihan
-
Iran Akui Ayatollah Ali Khamenei Meninggal Dunia, Umumkan Masa Berkabung 40 Hari
-
Iran Bantah Klaim AS dan Israel: Ali Khamenei Masih Hidup!
-
Ayatollah Ali Khamenei Diklaim Tewas, Foto Jasadnya Ditunjukkan ke Benjamin Netanyahu
-
Iran Klaim 200 Tentara Musuh Tewas, Ali Khamenei Masih Hidup
-
Israel Klaim Ali Khamenei Tewas, Menlu Iran: Ayatollah Masih Hidup
Terkini
-
Gandeng BDO, Kawasan Rebana Disiapkan Jadi Magnet Investasi Global Berbasis ESG
-
Heboh Perang AS - Israel vs Iran Dikaitkan dengan Hadis Dajjal, Angka 70 Ribu Jadi Sorotan
-
Situasi Memanas: Otoritas UEA Tutup Ruang Udara, Ini Imbauan Khusus Bagi WNI di Abu Dhabi!
-
5 Rekomendasi Outfit Butter Yellow untuk Lebaran 2026 Paling Modis
-
Wakil Iran di PBB: Amerika Serikat-Israel Langgar Kedaulatan dan Integritas
-
The Citizen: Luka Imigran Muslim 2001 dan Wajah Amerika di Era Trump
-
Apa Fungsi Asli Baju Scrub? Viral Dipakai Pegawai SPPG hingga Ditegur Nakes
-
Kata-kata Berkelas Justin Hubner Usai Cetak Gol ke Gawang Nijmegen
-
Masih Ingat Djibril Cisse? Anaknya Kini Jadi Kapten Liverpool U-18 dan Beda Kewarganegaraan
-
Ulasan Novel Animal Farm, Ketika Kesetaraan Hanya Menjadi Ilusi