Sudah lewat dari dua tahun, virus Covid-19 merajalela dan mengakibatkan pandemi di seluruh dunia. Bahkan salah satu variannya, yakni Delta, telah mengakibatnya banyaknya korban virus yang sampai meninggal dunia setelah terjangkit. Baru mulai mereda dan seakan mampu teratasi dengan telah dilakukannya vaksin hingga tiga dosis untuk virus covid-19, muncul virus baru yakni virus cacar monyet yang mulai berkembang. Sebetulnya, cacar monyet bukanlah virus yang benar-benar baru. Dilansir dari Wikipedia, virus monyet pertama kali ditemukan pada tahun 1958 di antara monyet laboratorium di Kopenhagen, Denmark. Walaupun demikian, monyet bukanlah reservoir alami virus tersebut. Kasus pertama pada manusia ditemukan pada tahun 1970 di Republik Demokratik Kongo.
Seseorang dapat terinfeksi virus setelah digigit atau dicakar hewan, bersentuhan dengan daging atau cairan tubuh hewan liar terinfeksi, objek terkontaminasi, atau berada dalam jarak dekat dengan orang yang terinfeksi. Virus cacar monyet umumnya bersirkulasi di antara hewan pengerat. Diagnosis ditegakkan dengan mendeteksi DNA virus dari sampel luka. Tanda klinis penyakit ini mirip dengan cacar air. Cacar monyet dapat pula ditularkan dari manusia ke manusia melalui kontak langsung dengan luka infeksi, koreng, atau cairan tubuh penderita. Penyakit ini juga dapat menyebar melalui droplet pernapasan Ketika melakukan kontak dengan penderita secara berkepanjangan.
Dengan terkonfirmasi masuknya cacar monyet ke Indonesia, yang diumumkan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui Juru Bicara Kemenkes, yakni Mohammad Syahril dalam konferensi pers secara virtual, Sabtu, 20 Agustus 2022, membuat muncul pemberitaan adanya dampak cacar monyet yang lebih akut dan berbahaya daripada Covid-19.
Namun, Syahril tidak membenarkan info tersebut. Syahril mengungkapkan, dampak yang ditimbulkan dari infeksi monkeypox alias cacar monyet tidak separah dengan infeksi virus Covid-19. "Memang agar masyarakat tenang, jadi cacar monyet tidak terlalu berat sakitnya. Kalau kita bandingkan dengan Covid-19, jauh, Covid-19 jauh beratnya," jelas Syahril. Bahkan Syahril menegaskan bahwa efek dari infeksi Covif-19 jauh lebih berat daripada cacar monyet.
Bahkan Syahril menegaskan, bahwa cacar monyet bisa sembuh dengan sendirinya, selama tidak ada penyakit bawaan yang menjadi pemberat, "Kalau pasien tidak ada comorbid, tidak ada pemberat-pemberat yang lain, Insya Allah pasien ini bisa sembuh sendiri. Makanya kita tenang, dengan maksud sebetulnya cacar monyet ini bisa sembuh sendiri, dengan masa inkubasi 21 sampai 28 hari, pasien ini akan sembuh sendiri," tegas Syahril.
Dan dalam masa penyembuhan, pasien terinfeksi cacar monyet bisa melakukan isolasi mandiri di rumah, tidak harus diisolasi di ruangan tekanan negatif yang biasanya dilakukan oleh pasien penderita Covid-19. Atas pernyataan Juru Bicara Kemenkes, Mohammad Syahril diatas, maka informasi yang mengatakan bahwa virus cacar monyet lebih mematikan dari pada virus Covid-19 tidaklah benar.
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Mahasiswi Tergeletak Bersimbah Darah Dibacok Mahasiswa di UIN Suska Riau
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- DPR akan Panggil Kajari Batam Buntut Tuntutan Mati ABK Pembawa 2 Ton Sabu, Ada Apa?
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
Pilihan
-
Jenazah Alex Noerdin Disalatkan di Masjid Agung Palembang, Ini Suasana Lengkapnya
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
Terkini
-
7 Fakta Viral Ayah Aniaya Anak di Sragen, Alasannya Bikin Publik Marah!
-
Gus Ipul: 869 Ribu Peserta BPJS PBI Aktif Kembali
-
CPNS 2026 Segera Dibuka? Simak Informasi Resmi dan Proyeksi Formasi Terbaru
-
Harga Emas 27 Februari 2026 di Pegadaian Stabil, Saatnya Beli?
-
4 Kiper Liga Italia Saingan Emil Audero untuk Dilirik Juventus
-
Eks Bos Pertamina Riva Siahaan Dihukum 9 Tahun Penjara
-
Riva Siahaan Dinilai Tak Nikmati Uang Korupsi: Hakim Bebaskan Uang Pengganti, Blokir Rekening Dibuka
-
29 Kode Redeem FF 27 Februari 2026, Klaim Gloo Wall Ramadan dan Bocoran Inkubator 3-in-1
-
Dividen TLKM Bakal Lebih Besar dari Tahun Lalu, Kapan Cair?
-
Pesta Gol 5-0 Persib Bandung Atas Madura United Jadi Modal Berharga Beckham Putra Tatap Gelar Juara