Beredar Video yang menjadi viral, tampak seorang Pria bernama Riko Pujianto, menceritakan tentang dirinya yang pernah bekerja sebagai Salesman di perusahaan produsen jaring baja las, yakni PT.Pratama Prima Bajatama yang berlokasi di Bekasi. Dalam video berdurasi 2 menit 20 detik tersebut, Riko menceritakan bahwa dirinya menemukan adanya penggelapan pajak yang dilakukan petinggi di perusahaannya bernama Dedi Setiawan. Ketika berusaha melaporkan, Riko kemudian disekap dan disiksa oleh Dedi, dan berujung Riko yang dilaporkan oleh Dedi ke Polsek Bantar Gebang.
Berikut perkataan Riko dalam video, dalam bentuk tulisan:
Isi Ucapan Riko Dalam Video
Perkenalkan nama saya Riko Pujianto. Sebelumnya saya bekerja di PT.Pratama Prima Bajatama, Bekasi, sebagai Salesman. Pada tanggal 10 Oktober 2020, saya mengalami tindakan penganiayaan dan penyekapan yang dilakukan oleh Bapak Dedi Setiawan, selaku Pemilik Perusahaan. Motif atau alasan beliau melakukan penganiayaan terhadap saya, karena saya bermaksud untuk membongkar dugaan penggelapan pajak yang selama ini dilakukan oleh Perusahaan.
Pada saat saya ingin melaporkan penganiayaan tersebut ke Polres Metro Bekasi, Bapak Dedi Setiawan mengajak kami untuk berdamai. Karena Bapak saya (ayah Riko) tidak ingin diajak berdamai, Bapak Dedi menjadi takut dan melaporkan saya terlebih dahulu di Polsek Bantar Gebang, Kota Bekasi. Dengan tuduhan saya melakukan penipuan dan penggelapan di perusahaan. Padahal meskipun saya tidak pernah melakukan tuduhan tersebut, tapi sampai sekarang malah dijadikan tersangka.
Ketika proses penyidikan di Polsek Bantar Gebang, Polres Metro Kota Bekasi, hingga sampai akhirnya sekarang ditarik ke Polda Metro Jaya, saya mengalami banyak bentuk intimidasi dan tekanan dari oknum-oknum polisi. Salah satunya di Polda Metro Jaya yang dilakukan oleh Bapak Panit AKP Ridwan, di Unit 4 Jatanras Polda Metro Jaya. Dan selain itu juga, tindakan oknum Iptu Wendri Johan, Kanit Reskrim Polres Metro Bantar Gebang, yang mengintimidasi saksi saya dengan memberikan sejumlah uang.
Untuk masalah penggelapan pajak yang dilakukan oleh perusahaan, saya sudah melaporkan ke Dirjen Pajak RI Pusat. Saya yang tadinya ingin membela kepentingan dengan membocorkan, ingin menbongkar masalah penggelapan pajak yang ingin dilakukan Bapak Dedy Setiawan, malah saya dikriminalisasi oleh oknum-oknum Polisi yang ingin meloloskan Bapak Dedi Setiawan dari jerat hukum.
Melalui video singkat ini, saya berharap agar Bapak Ibu berkenan membantu saya menghadapi masalah hukum di Polda Metro Jaya. Demikian video saya buat dengan sesungguhnya, dan sesuai dengan fakta yang terjadi. Atas perhatian Bapak dan Ibu, saya ucapkan banyak terima kasih.
Diceritakan oleh Riko bahwa ia telah mendapatkan banyak bentuk intimidasi dan tekanan dari oknum-oknum Polisi yang diduga memihak kepada Dedi. Dan video tersebut ia buat untuk meminta bantuan untuk menghadapi masalah hukum yang menjeratnya di Polda Metro Jaya.
Melihat riwayat dari beberapa sumber, kasus ini sudah pernah mencuat pada tahun 2020, namun tidak ada penyelesaian, dan mendapatkan bantahan dari pihak perusahaan. Kemudian pada tahun 2021 pun Riko dan ayahnya telah berusaha mengadukan kasus ini ke beberapa pihak. Namun dilihat dari beredarnya video ini, diduga belum ada perkembangan baik untuk Riko dalam menangani masalah hukum yang menimpanya.
Video tersebut di unggah oleh beberapa akun di media sosial Twitter dan media sosial Instagram, hingga akhirnya menjadi perbincangan publik. Hingga kabar ini diturunkan, belum ada klarifikasi kembali dari pihak yang diceritakan oleh Riko. Dan belum diketahui bagaimana kelanjutan kasus tersebut di Polda Metro Jaya.
Berita Terkait
Terpopuler
- 50 Orang Berambut Cepak 'Serbu' Polda Metro Jaya: 'Mau Ambil Saksi Kasus Jampidsus'
- Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
- Mencekam! 50 Pria diduga Tentara Datangi Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan Rumah Febrie Adriansyah
- Surat Edaran Rahasia Kejagung Bocor, Jaksa Diminta Waspada dan Dilarang Berkomentar soal Perkara
- Rumah Jampidsus Febrie Adriansyah Dijaga Ketat Tentara Usai Polisi Geledah Kafe deClan Signature
Pilihan
-
BREAKING NEWS: Penyidik Geledah Ruko di Cipete terkait 3 Perkara Korupsi
-
BREAKING NEWS! KPK Dikabarkan OTT Bupati Sukoharjo dan Sejumlah Orang
-
Jampidsus Febrie Adriansyah Tengah Disorot Publik, Keberadaannya Masih Misterius
-
Mobil Dinas TNI Tabrak Tiang Rambu di Depan DPR, Polisi Duga Pengemudi Microsleep
-
Bantah Isu TNI 'Serbu' Polda Metro Usai Ramai Kasus Jampidsus, Kapuspen: Waspada Provokator!
Terkini
-
Rudal AS Hujani Iran Dua Hari Beturut-turut, Proses Damai di Ambang Kehancuran
-
Gol ke-64 Kylian Mbappe Bawa Prancis ke Babak Semifinal Piala Dunia 2026
-
Polisi dan Tentara Prancis Siaga 1 Jelang Laga Lawan Maroko: Trauma Kerusuhan 2022
-
Ricuh! Dua Jurnalis Baku Pukul di Konferensi Pers Prancis vs Maroko
-
Argentina Raja Statistik Piala Dunia 2026: Terdepan dalam Gol, Umpan, dan Akurasi
-
Resmi Jadi Pelatih Baru Chelsea, Xabi Alonso: The Blues Klub Terbaik Dunia
-
FIFA Pasang Badan! Collina Bela Putusan Kontroversial Wasit Francois Letexier
-
Di Balik Layar Piala Dunia 2026: Begini Cara FIFA Tangkis 500 Juta Serangan Siber per Hari
-
Sesaat Lagi Kick Off! Prancis vs Maroko: Duel Lini Tengah Jadi Kunci
-
Gagal di Piala Dunia 2026, Hong Myung-bo Tinggalkan Korsel: Keluarga Saya Mau Dibunuh