/
Rabu, 31 Agustus 2022 | 16:20 WIB
Ilustrasi Minyak Goreng (Suara)

Sempat menjadi teriakan keluhan masyarakat, ketika beberapa bulan yang lalu harga minyak goreng melambung sangat tinggi hingga menginjak diatas Rp50ribu. Bukan hanya untuk rumah tangga, pedagang kecil maupun kelas restoran pun mengeluhkan tingginya harga minyak goreng. Hal ini dikarenakan hampir seluruh jenis masakan membutuhkan minyak goreng untuk menjadikannya matang. Baik untuk menggoreng, ataupun sekedar menumis.

Namun, dilihat di pasaran, harga minyak goreng belakangan sudah berangsur turun. Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat, harga minyak goreng pada 30 Agustus 2022 turun sudah di angka Rp17.400 per liter untuk jenis kemasan sederhana. Sementara itu, harga minyak goreng curah tercatat bertengger di Rp13.900, lebih rendah dibandingkan target eceran tertinggi pemerintah. Yaitu, Rp14.000 per liter atau Rp15.500 per kg. Dan untuk harga minyak goreng kemasan premium tercatat bertengger di Rp22.000 per liter.

Harga ini sangat jauh menurun dibandingkan pada bulan Maret 2022, dimana harga minyak goreng sempat mencapai harga tertinggi Rp57.000/2liter, yang artinya adalah Rp28.500/liter.

Kenaikan harga minyak goreng akibat efek domino menggeliatnya perekonomian global setelah pembatasan aktivitas dan lockdown karena merebaknya pandemi Covid-19. Harga komoditas, termasuk CPO (crude palm oil/minyak sawit mentah) terus melonjak. Kondisi ini diperparah perang Rusia-Ukraina yang membuat harga-harga komoditas terus terbang.

Untuk meredam lonjakan harga minyak goreng, pemerintah mengeluarkan berbagai jurus. Mulai dari wajib pemenuhan domestik (domestic market obligation/ DMO) 2 jilid, program minyak goreng bersubsidi, dilanjutkan curah rakyat, kemudian program Minyakita, bahkan mewajibkan penggunaan PeduliLindungi.

Ditambah jurus-jurus lain, yakni buka tutup keran ekspor, menaikkan dan memangkas bahkan menghapus sementara pajak ekspor, mengubah rumusan pajak ekspor, hingga rentetan kebijakan mendongkrak ekspor bahan baku minyak goreng, yaitu CPO dan turunannya.

Kini harga minyak goreng terpantau semakin terjangkau, meskipun belum benar-benar kembali normal. Terpantau, di Swalayan Prima Freshmart kawasan Jakarta Timur, harga minyak goreng kemasan Premium sudah dibawah Rp40.000/2liter. Untuk merk Tropical kemasan botol dan kemasan pouch di harga Rp39.900/2liter, untuk merk Rosebrand di harga Rp35.900/2liter, dan untuk merk Seira di harga Rp34.900/2liter.

Dilihat di Situs Klik Indomaret, harga minyak kemasan 2liter pun dapat dibeli di kisaran Rp30ribuan. Merk Fortune Rp33.900, merk Filma Rp35.900, merk Sania Rp35.400, merk Tropical Rp37.900, bahkan untuk merk Sovia kemasan 2liter berada di harga Rp27.900.

Melihat keadaan pasar dan penjelasan diatas, terlihat fakta bahwa memang harga minyak goreng sudah sangat mengalami penurunan. Dan benar bahwa harga per liternya di kisaran belasan ribu. Namun, belum bisa dikatakan normal seperti sebelum mengalami kenaikan, dimana rata-rata harga minyak premium kemasan 2liter hanya di kisaran harga Rp26.000 sampai Rp31.000.

Baca Juga: VIRAL: Pria Pekerja di Bekasi Melaporkan Penggelapan Pajak Perusahaan, Malah Dianiaya, Disekap dan Dikriminalisasi

Load More