Nama Sugieswhana Pratiwi sedang menjadi perbincangan publik twitter, setelah video protesnya terhadap mahasiswa yang sedang unjuk rasa di jalan perintis kemerdekaan makassar muncul di media sosial. Timbul reaksi pro dan kontra atas hal yang dilakukan Whana. Namun komentar publik menjadi terarah negatif setelah muncul video kedua yang memperlihatkan Whana berteriak "Pembunuh" ke mahasiswa.
Akun twitter @YoSejahtera yang memang sejak awal menunjukkan reaksi negatifnya terhadap Whana, mengunggah tangkapan layar yang diduga diambil dari media sosial pribadi Whana, yang merupakan tulisan tanggapan Whana terhadap komentar publik. Berikut tulisannya,
Dalam akun @whana_tiwi
Wwihhh... seru banget yaa medsos ini, banyak hoax beredar...
Sy Uda lama ga main Ig ato FB, ternyata serem ya..
Coba dicerna baik2 videonya, atau benernya sih yg ga ikutan kena macet diem aja napa sihhh...
Tuh judulnya aja "minta BLOKADE DIBUKA, bukan dilarang demo!!!"
Ada yg taw jalan perintis bagian daerah sekitaran pintu Unhas di Makassar profilnya seperti apa? Apakah ada jalan tikus disitu??? #yg bukan orang Makassar dilarang jawab hehe...
Netijen suka banget ya komen tanpa taw kondisi benernya kek mana...
Yg saya bilang ke MAHAsiswa adalah kalau demo jangan di jalan begini, silahkan pikir, kalian demo tentang BBM naik --- tapi pada praktiknya kalian buang2in BBMnya rakyat tuh
Krn dibikin macet...
Kalo demo tuh di kantor DPR/D, kantor gubernur, kantor pemerintahan, kalo di jalan begitu target yg mau dengerin aspirasi kalian siapa??? Masyarakat yang dibikin macet disuruh dengerin mah juga bukannya simpati malah kesel... (Sekali lagi liat videonya yaaaa, cerna baik2 omongan sy)
Bukan pembunuh kah namanya kalo gara2 terjebak macet ini, pasien sy di mobil jd tidak tertolong? Ada anak demam riwayat kejang, kalau tiba2 kejang dan apneu, apakah kalian tidak merasa bersalah karena bikin macet dan akses anak ini ke rumkit jd terhambat, sampai harus arahkan mobil2 lain yg sebelah kanan saya nyebrangin trotoar tanaman tengah jalan yg tinggi itu? Mobil2 sampe kandas
Next silahkan demo di tempat yang TEPAT dan ga BLOKADE jalan
Terlihat dalam unggahannya, Whana mengklarifikasi kabar yang beredar. Ia menjelaskan bahwa yang ia lakukan adalah melakukan protes atas penutupan jalan yang menyebabkan kemacetan, bukan melarang mahasiswa melakukan demonstrasi.
Dan terkait video yang memperlihatkan ia berteriak "Pembunuh" ke mahasiswa, Whana tidak membantah ataupun merasa salah mengucapkan kata tersebut. Karena menurutnya, pendemo dapat dikatakan pembunuh apabila dalam kemacetan yang ditimbulkan ternyata menghalangi pasien darurat yang sedang sakit dan butuh segera sampai di rumah sakit, menjadi tidak tertolong dan hilang nyawa dalam perjalanan.
Berita Terkait
Terpopuler
- 5 Sepatu Tanpa Tali 'Kembaran' Skechers Versi Murah, Praktis dan Empuk
- 6 Rekomendasi Sabun Mandi di Alfamart yang Wangi Semerbak dan Antibakteri
- Tembus Pelosok Bumi Tegar Beriman: Pemkab Bogor Tuntaskan Ratusan Kilometer Jalan dari Barat-Timur
- Bupati Kulon Progo Hapus Logo Geblek Renteng hingga Wajibkan Sekolah Pasang Foto Kepala Daerah
- Ahmad Sahroni Resmi Kembali Jabat Pimpinan Komisi III DPR, Gantikan Rusdi Masse
Pilihan
-
Jadwal Buka Puasa Bandar Lampung 21 Februari 2026: Waktu Magrib & Salat Isya Hari Ini
-
Siswa Madrasah Tewas usai Diduga Dipukul Helm Oknum Brimob di Kota Tual Maluku
-
Impor Mobil India Rp 24 Triliun Berpotensi Lumpuhkan Manufaktur Nasional
-
Jadwal Imsak Jakarta Hari Ini 20 Februari 2026, Lengkap Waktu Subuh dan Magrib
-
Tok! Eks Kapolres Bima AKBP Didik Resmi Dipecat Buntut Kasus Narkoba
Terkini
-
Selamat! Lina Mukherjee Dikaruniai Anak Pertama Berjenis Kelamin Laki-Laki
-
Rahasia Kecil antara Aku, Ibu, dan Ramadan
-
6 Shio Paling Beruntung Hari Ini 22 Februari 2026, Hoki Menanti di Akhir Pekan
-
50 Kode Redeem FC Mobile Terbaru 22 Februari: Raih Paket Ramadhan 115-117 dan Voucher
-
Terpopuler: Batasan Alumni LPDP Tinggal di Luar Negeri, Mudik Gratis DKI Jakarta Dibuka
-
Reuni Jarak Jauh: Alejandro Catena Terima Jersi Persija dari Jordi Amat
-
65 Kode Redeem FF Terbaru 22 Februari: Sikat Evo Scorpio, Trogon, dan Tiket Luck Royale
-
Anggaran Mobil Dinas Gubernur Kaltim Rp8,5 Miliar, Pemprov Buka Suara
-
Gelas Kelima di Meja Tanpa Takjil
-
Istri Polisi di Riau Terlibat Dugaan Penipuan Rp1,5 Miliar, Modus Kredit iPhone