Inflasi yang tinggi juga akan membuat bank sentral menaikkan suku bunganya. Suku bunga yang tinggi ini berfungsi untuk melindungi nilai mata uang. Jika terjadi secara besar-besaran, perbankan bisa kolaps.
4. Deflasi
Selain inflasi, deflasi juga bisa menyebabkan resesi ekonomi. Deflasi ditandai dengan turunnya harga barang atau jasa.
Sekilas deflasi bisa meningkatkan daya beli masyarakat, namun jika terjadi berlebihan akan merugikan penyedia barang dan jasa.
5. Gelembung aset
Gelembung aset adalah fenomena yang terjadi di pasar saham dan properti. Dalam hal ini, jika ada investor yang mengambil keputusan gegabah, maka bisa merusak pasar.
6. Perkembangan Teknologi
Secara tidak langsung, melesatnya perkembangan teknologi juga bisa menyebabkan resesi. Misal adanya Artificial Intelligence (AI) dan robot akan menggantikan banyak pekerjaan manusia.
Jika ini terjadi secara masal dan tidak terkendali, maka banyak pekerja yang berpotensi menjadi pengangguran.
Baca Juga: Tips Mengatur Keuangan Yang Baik
Contoh Resesi Ekonomi
Contoh resesi ekonomi bisa dilihat dari krisis yang menimpa Indonesia pada tahun 1998. Saat itu, krisis mata uang di beberapa negara Asia menjalar ke Indonesia.
Akibatnya pondasi perekonomian nasional rapuh dan mengalami pertumbuhan yang minus. Inflasi Indonesia melonjak hingga 77% sementara ekonomi terkontraksi 13,7% lebih.
Krisis tersebut kemudian menjadi pemicu runtuhnya kekuasaan Orde Baru yang telah berkuasa selama 32 tahun di Indonesia.
Selain itu, ada juga contoh lain resesi ekonomi pada tahun 2020 di mana pertumbuhan ekonomi Indonesia mengalami minus pada dua kuartal berturut-turut.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II-2020 minus 5,32%, kemudian pada kuartal III-2020 pertumbuhan ekonomi juga minus 3,49%. Hal itu membuat Indonesia dinyatakan mengalami resesi.
Berita Terkait
Terpopuler
- Deretan Tokoh Top Bakal Turun Gunung ke UGM Besok, Bahas Nasib Bangsa Lewat Konferensi Republik
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Terpopuler: Lipstik Tahan Lama untuk Bibir Hitam, Sepatu New Balance Tanpa Tali untuk Jalan Jauh
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
Pilihan
-
Evaluasi Besar-besaran: 8.182 SPPG Pernah Ditangguhkan, 2.213 Masih Berstatus Suspend
-
Kabar Duka, Eks Menhan Jenderal Ryamizard Ryacudu Meninggal Dunia di RSPAD
-
Strategi Berani John Herdman: Mengapa Piala AFF 2026 Jadi Panggung Khusus Pemain Domestik?
-
Insiden Noni Madueke Tanpa Penalti, Eks Wasit Liga Inggris Buka Suara
-
Drama Final Liga Champions: Sakitnya Arsenal, PSG Back to Back Juara
Terkini
-
Ritual Ganjil Suami di Kendari: Usai Injak Istri hingga Tewas, Jasad Korban Dimandikan dan Disisir
-
Review Sepatu Lari Carbon Plate Lokal: Worth It Nggak Buat Pelari Pemula, Cuma Lari 5 KM?
-
Gudang Limbah Membara di Cikarang, Api Sambar Pemukiman dan Truk
-
Presiden Prabowo: Cahaya Kebijaksanaan Waisak Jadi Fondasi Karakter dan Persatuan Bangsa
-
Cikeas Penuh Karangan Bunga, Para Tokoh Beri Penghormatan Terakhir untuk Ryamizard Ryacudu
-
Liburan Berubah Jadi Duka, Bocah 7 Tahun Meninggal Usai Bermain di Waterpark Ketapang
-
12 Unit Damkar Berjibaku Jinakkan Kebakaran Gudang Limbah di Rawajulang
-
ASN Depok Dilarang Live Medsos Selama Jam Kerja, Melanggar Bisa Kena Sanksi Disiplin
-
Remaja Pembunuh Gadis 12 Tahun di Makassar Dijerat Pasal Berlapis, Ibu Korban Desak Hukuman Mati
-
Uang Tunai Rp65 Juta Jadi Abu, Tabungan Lansia di Blora Ludes akibat Kebakaran Rumah