Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yoedhoyono (SBY) mengumumkan akan turun gunung dalam Pemilihan Presiden (PilPres) 2024.
Hal ini dikarenakan SBY mendengar kabar terlihat tanda bahwa Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan diselenggarakan dengan tidak jujur dan adil.
"Para Kader, mengapa saya harus turun gunung menghadapi Pemilihan Umum 2024 mendatang? Saya mendengar, mengetahui, bahwa ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa tidak jujur dan tidak adil," ungkap SBY pada pidato dalam acara Rapat Pimpinan Nasional Partai Demokrat, Kamis (15/4/2022).
SBY mengatakan berdasarkan informasi yang ia terima, Pilpres 2024 akan diatur agar diikuti oleh dua pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden. "Konon, akan diatur dalam Pemilihan Presiden nanti yang hanya diinginkan oleh mereka. Dua pasangan Capres dan Cawapres saja yang dikehendaki oleh mereka," kata SBY.
Tidak dijelaskan siapakah ‘mereka’ yang ia maksud dalam perkataannya, namun menurutnya, hak rakyat terinjak-injak dengan adanya aturan tersebut.
“Informasinya, Demokrat sebagai oposisi jangan harap bisa mengajukan capres-cawapresnya sendiri, bersama koalisi tentunya. Jahat bukan? Menginjak-injak hak rakyat bukan" ujar SBY.
SBY menegaskan, pemikiran tersebut merupakan sebuah kejahatan karena rakyat memiliki hak untuk memilih dan dipilih.
Sekjen PDI Perjuangan atau PDIP, Hasto Kristiyanto memberikan tanggapan atas pidato Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat tersebut.
"Pak Jokowi tidak pernah punya pikiran batil sebagaimana dituduhkan Pak SBY. Pak Jokowi juga tidak menginjak-injak hak rakyat. Dengan blusukan Pak Jokowi mengangkat martabat rakyat," ungkap Hasto dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/8/2022).
Baca Juga: Pengertian, Contoh, dan Cara Menjadi Reseller
SBY sebelumnya memang mengungkapkan bahwa Demokrat tidak pernah melakikan kebatilan terhadap rakyat selama ia menjabat sebagai Presiden terdahulu.
Hasto pun menyindir pernyataan "turun gunung" yang disampaikan SBY, dengan menyebut bahwa SBY tak pernah lagi naik gunung.
"Setahu saya beliau tidak pernah lagi naik gunung, jadi turun gunungnya Pak SBY sudah lama dan berulang kali, monggo turun gunung," kata Hasto.
Hasto juga memberi peringatan agar SBY tidak mengganggu Presiden Jokowi, atau PDIP akan naik gunung.
"Tetapi kalau turun gunungnya itu mau menyebarkan fitnah kepada Pak Jokowi, maka PDI Perjuangan akan naik gunung agar bisa melihat dengan jelas apa yang akan dilakukan oleh Pak SBY. Sebab informasi yang diterima Pak SBY sangat tidak tepat, jadi hati-hati kalau mau ganggu Pak Jokowi," tambah Hasto.
Berita Terkait
-
Tanggapi Pernyataan Sekjen PDIP Soal Kecurangan Pemilu 2009, Demokrat Sebut Baru di 2019 Ada Komisioner KPU Tertangkap
-
Ganjar Pranowo Tak Diundang di Acara PDI Perjuangan, Ini Alasan Bambang Pacul
-
Jelang Pemilu 2024, Puan Maharani Minta Kader PDI Perjuangan Jateng Solid, dan Berharap Bisa "Hattrick"
Terpopuler
- Menteri Agama RI Nasaruddin Umar Disebut Mengundurkan Diri
- Partai Kaesang Tutup Pintu Rapat untuk Ketum Projo: Tempat Budi Arie Bukan di PSI
- Desil Tak Akurat Bisa Bikin Warga Kehilangan Hak Bansos!
- Dilaporkan ke Bareskrim Polri, Gus Lilur Tantang 4 Tokoh NU Ngaji Kitab Kuning Saat Muktamar
- Harga Kulkas Mini 1 Pintu Termurah di Pasaran, Ini 3 Rekomendasinya Mulai Rp400 Ribuan
Pilihan
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Terus Melawan
-
Dua Sepeda Motor yang Dibakar Massa di Pos Polisi Pejompongan Diduga Milik Intel
-
Sepeda Motor Dibakar Dekat Pos Polisi Pejompongan, Bentrok Pecah
-
Tolak MBG dan Kopdes, FMN: Anggaran Hanya Lari ke Prabowo dan Kroni-kroninya!
Terkini
-
Momen Hangat Rudy Susmanto di Balai Kesejahteraan Sosial: Dari Beri Makan Warga hingga Cek Fasilitas
-
Massa Pati Dikecam Ojol usai Tinggalkan Aksi DPR, Botok Buka Suara
-
Palmerah Dihujani Gas Air Mata oleh Polisi, Massa Masih Terus Melawan
-
Cerita Suara Dentuman Kagetkan Warga Pandeglang: Rumah Hancur Meledak, Penghuni Berhamburan
-
AMPB Akhirnya Minta Maaf ke Ojol Usai Dikecam karena Tinggalkan Massa Aksi di Jakarta
-
Perang 400 Anggota Gangster Pecah di Jalan Raya Jakarta-Bogor, Satu Orang Terluka Bacok
-
Massa Bikin Barikade di Jalan Palmerah Utara, Hadapi Polisi yang Tembakkan Gas Air Mata
-
Revaldo Kembali Tergiur Narkoba Setelah Bertemu Pemasok di Bogor
-
Demo DPR Ricuh, Polisi Bubarkan Massa dengan Gas Air Mata
-
Palmerah Membara: Pospol Petamburan Dikabarkan Dibakar Massa, Gas Air Mata Pecah Berkali-kali