Mantan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono sebelumnya mengatakan bahwa ia melihat ada tanda-tanda Pemilu 2024 bisa dilaksanakan dengan tidak jujur dan tidak adil.
Sekjen PDI Perjuangan (PDIP), Hasto Kristiyanto berbalik menuding SBY menuduh tanpa didasari fakta. Hasto menganggap SBY menaruh kecurigaan dan kekhawatiran yang berlebihan.
Dalam Rapat Pimpinan Nasional Demokrat yang digelar di Jakarta pada 15 September 2022 lalu, SBY juga menyampaikan dugaan dalam Pilpres 2024 nanti ada pihak yang menginginkan hanya ada dua pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden yang boleh berlaha.
Menanggapi perkataan SBY tersebut, Hasto mengatakan keberatan atas pernyataan yang dikumandangkan SBY. Menurutnya, seharusnya Rapimnas digunakan untuk menyampaikan politik kebenaran.
"Rapimnas hendaknya dipakai untuk menyampaikan politik kebenaran, bukan politik fitnah. Kami tidak terima karena hal tersebut dituduhkan secara langsung pada pemerintahan Joko Widodo,” kata Hasto dalam Konferensi Pers yang dilakukan secara online pada Minggu, 18 September 2022.
TUDINGAN KECURANGAN DEMOKRAT PADA PEMILU 2009
TUDINGAN ADANYA SISTEM PEMILU YANG DIUBAH
Hasto menyampaikan adanya dugaan SBY mengubah sistem Pemilu dan meniadakan nomor urut pada Pemilu 2009, sehingga membuat semakin kompleks.
"Ini ada dalil dari Afrika, 'semakin kompleks pemilu, semakin mudah dimanipulasi'. Perubahan sistem Pemilu saat itu dilakukan 4 bulan sebelum Pemilu, itu seharusnya tidak boleh,” tegas Hasto.
Hasto pun adanya manipulasi Daftar Pemilih Tetap (DPT) dalam Pemilu 2009. Menurutnya, DPT dimanipulasi begitu masif di bawah kepemimpinan SBY. “Zaman Pak Harto saja nggak pernah lakukan manipulasi DPT. Ini dapat dimanipulasi secara masif,” katanya.
Manipulasi DPT merupakan sumbangsih terbesar atas kemenangan SBY pada Pemilu 2009, menurut Hasto. Dan ia pun memastikan, dokumen Pemilu 2009 tersebut, sudah dimusnahkan untuk menutupi jejak.
Baca Juga: Program Pemutihan Pajak Sampai 15 Desember, Jangan Sampai Kelewatan
Tag
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Harga Pangan Nasional Hari Ini: Cabai Turun Tajam, Daging Sapi dan Ikan Kembung Masih Menguat
-
Gamis Mertua Series Seperti Apa Modelnya? Jadi Tren Baju Lebaran 2026
-
Terima Hotman Paris dan Keluarga ABK Sea Dragon, Ketua Komisi III Singgung Rasa Keadilan Masyarakat
-
SIMULASI TKA SD: 15 Soal Matematika Materi Pecahan Senilai Beserta Kunci Jawaban dan Pembahasan
-
Apa Menu Buka Puasa di Masjid UGM Hari Ini 26 Februari 2026? Begini Cara Ngambilnya
-
KPK akan Periksa Eks Menhub Budi Karya Pekan Depan Terkait Kasus DJKA
-
Ole Romeny Melempem, 3 Mesin Gol Super League Ini Bisa Jadi Solusi Lini Depan Timnas Indonesia
-
Dilarang di Jakarta, Viral di Jombang: Kenapa SOTR Jadi Polemik Tiap Ramadan?
-
Kondisi Terkini Mahasiswi Korban Pembacokan Mahasiswa di UIN Suska Riau
-
Presiden RI Prabowo Subianto Tiba di Yordania, Disambut Jet Tempur F-16 dan Putra Mahkota Kerajaan