Cek fisik kendaraan merupakan prosedur yang harus dilewati untuk memperpanjang STNK 5 tahunan. Petugas akan mengecek dan menggesek nomor rangka serta nomor mesin. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 76 Tahun 2020 tentang Jenis dan Tarif atas Jenis Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP), tidak disebutkan adanya biaya yang harus dikeluarkan untuk cek fisik kendaraan.
Publik Figur Soleh Solihun menuliskan dalam akun twitter pribadinya, tentang adanya pungutan biaya sebesar Rp30.000 sebagai biaya cek fisik. Berikut tulisan Soleh dalam akunnya @solehsolihun, "Perpanjang STNK 5 tahunan. Jam 8 pagi sampe samsat di Polda Metro, langsung cek fisik. Bayar 30 ribu. Setelah cek fisik, motor diparkir, saya tunggu di ruang ini. Jam 8.13, berkas diterima. Lanjut lantai 4," Selasa (27/9).
Cuitannya menjadi viral, dan sampai ke telinga pihak Samsat Jakarta Selatan. Kanit Samsat Jaksel, AKP Mulyono diketahui menghubungi Soleh untuk mengklarifikasi. Dan ketika keduanya bertemu, AKP Mulyono menjelaskan bahwa pungutan biaya yang diterapkan bukanlah biaya resmi, alias pungutan liar. Hal tersebut dilakukan oleh oknum, bukan merupakan perintah dari pihak Samsat.
"Perkara 30 ribu cek fisik, ternyata ulah oknum. Barusan AKP Mulyono Kanit Samsat Jakarta Selatan menghadap saya dan meminta maaf atas ulah oknum (di sebelah saya) dan mengatakan si oknum akan diberi hukuman. Pak mulyono sekali lagi memastikan: cek fisik gratis!," kata Soleh dalam lanjutan cuitannya di Twitter. Soleh pun memperlihatkan foto bersama AKP Mulyono dan seorang pria berseragam yang disebutnya sebagai oknum pelaku pungutan liar yang dialaminya.
Soleh menyampaikan harapannya, bahwa itikad baik AKP Mulyono untuk membersihkan pungli dalam pengurusan perpanjangan STNK di Samsat Jaksel semoga terlaksana.
Soleh pun mengunggah foto bersama AKP Mulyono dan menyampaikan pesan yang diberikan AKP Mulyono, bagi yang terkena pungli untuk tidak membayar dan sebaiknya melaporkan.
"Perkenalkan, ini akp mulyono, kanit samsat jaksel. Pesannya cuma satu: kalo ada yang minta duit ketika ngurus perpanjangan stnk (di luar duit pajak dan fotokopi ya), gak usah bayar. Laporin aja katanya," tulis Soleh.
REAKSI WARGANET
Dari unggahan Soleh, banyak warganet bereaksi. Banyak dari pemberi komentar mengungkapkan telah mengalami hal serupa dengan Soleh, yakni terkena pungutan liar ketika mengurus perpanjangan STNK. Berikut diantaranya,
Akun @awdis, 'Samsat Jakarta Barat juga ada pungli 30rb'.
Baca Juga: Komentar Komedian Senior Malih Tong Tong untuk Program Lawak Kekinian, 'Tertawa Penonton Dipaksakan'
Akun @dedipetet, 'Di samsat Jaktim.. tetep bayar 30k.. cek fisik.. kalo kita ngadu.. kita yg di musuhin.. kita mah cuma rakyat jelata yg duitnya di peras terus oleh oknum'.
Akun @adrianpuspaka, 'di samsat cinere waktu saya ngurus perpanjangan stnk kendaraan status leasing (bpkb masuk sekolah haha) selalu ada biaya 25rb cuman dikasi tanda centang doank. tp kalo kita berani minta kuitansi, lsg dg ketus suruh bawa aja ga pake bayar'.
TERPASANG TULISAN CEK FISIK GRATIS
Soleh sempat memberikan saran kepada AKP Mulyono untuk memberikan tulisan bahwa tidak adanya biaya pungutan untuk cek fisik kendaraan, guna mencegah berulangnya pungutan liar dilakukan oleh oknum.
Terkini, Rabu, 28 September 2022 siang, Soleh mengunggah foto loket Samsat Jakset yang sudah ditaruh banner bertuliskan 'PROSES CEK FISIK TIDAK DIPUNGUT BIAYA'.
Merasa puas karena sarannya didengarkan, Soleh menuliskan "Update kisah cek fisik di samsat, sehari setelah kejadian saya bayar 30 ribu, akhirnya di lokasi cek fisik sekarang dipasang banner yang bertuliskan bahwa cek fisik tidak dipungut biaya".
Berita Terkait
-
DPRD DIY Minta Kasus Pungli Sekolah Tak Digeneralisir
-
Tiga Pelaku Pungli Pasar Baru Padarincang Ditahan, Pelaku ASN dan Juru Parkir
-
Petugas Terima Uang Urus Cek Fisik Kendaraan, Warganet: Teriak Berantas Pungli Padahal Sarangnya Pungli
-
Bukan Pungli Calo! Miris, Kades Karang Agung Memungut Jasa Pencairan BLT Kepada Warga
Terpopuler
- 6 HP 5G Terbaru Paling Murah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Jempolan
- Proyek 3 Triliun Dimulai: Makassar Bakal Kebanjiran 200 Ton Sampah dari Maros dan Gowa Setiap Hari
- 5 Sunscreen Wardah Terbaik untuk Flek Hitam Segala Usia
- Berapa Gaji Pratama Arhan? Kini Dikabarkan Bakal Balik ke Liga 1
- 3 HP Murah Rp1 Jutaan RAM 8 GB April 2026 untuk Multitasking Lancar
Pilihan
-
Banjir Rendam 40 Titik Palembang, Dua Lansia Sakit Tak Berdaya hingga Dievakuasi dari Rumah Terendam
-
Baru 17 Tahun, Siti Khumaerah Sudah Diterima di 5 Kampus Dunia
-
Sidoarjo Mencekam! Tim Jibom Turun Tangan Selidiki Ledakan Maut di Pabrik Baja Waru
-
Siap-siap, Kejari Sleman Beri Sinyal Tersangka Baru Kasus Korupsi Dana Hibah Pariwisata
-
Belajar Empati dari Peristiwa Motor Terbakar di SPBU Sriwijaya, Pakai APAR Tidak Perlu Izin
Terkini
-
Wings Group Jadi Benteng Utama Kebersihan Keluarga di Tengah Ancaman Virus Campak
-
Diskon Home Care Alfamart April 2026: Rinso hingga Downy Turun Harga, Hemat Sampai 40 Persen
-
Rp850 Juta Dihapus, Anggaran Rumah Dinas DPRD Sumsel Rp8,6 Miliar Masih Dipertanyakan
-
Bukan Makar, Saiful Mujani Jelaskan Maksud Pernyataan 'Turunkan Prabowo'
-
Gandeng Swasta, Pemerintah Kebut Bangun 1.000 Rumah Murah
-
7 Tips Menata Meja Kerja Minimalis di Apartemen Sempit agar WFH Lebih Produktif
-
Imbas Konflik Timur Tengah, Pasokan Bahan Baku Pupuk Kimia Berpotensi Terancam
-
Denyut Nadi di Sudut Tebet: Kisah Bu Entin dan Warung Madura yang Menolak Tidur
-
BMKG: Kalbar Masuk Waspada 6-12 April, Hujan Turun Tapi Risiko Karhutla Meningkat
-
Profil Brian Ardianto, Jebolan MasterChef Indonesia 5 yang Meninggal Dunia Hari ini