/
Kamis, 06 Oktober 2022 | 19:51 WIB
Ketua PSSI, Mochammad Iriawan atau Iwan Bule di Malang menyebut seluruh pertanggungjawaban Tragedi Kanjuruhan di Panpel.

Tanggung jawab PSSI dalam Tragedi Kanjuruhan masih dipertanyakan publik. Namun, publik justru menilai PSSI cuci tangan dalam insiden yang menewaskan ratusan Aremania itu.

Ketua Umum PSSI, Mochamad Iriawan atau Iwan Bule mengatakan tanggung jawab penuh pertandingan Liga 1 antara Arema FC vs Persebaya Surabaya ada pada panitia pelaksana atau Panpel.

Menurut dia, pertanggungjawaban pertandingan sudah ada dalam aturan PSSI dan FIFA.

"Petanggungjawaban harus dilakukan oleh Panpel semuanya. Tidak bisa mengaitkan dengan PSSI dan lainnya. Itu sudah ada aturannya," kata Iwan Bule pada awak media di Malang, Selasa (4/10/2022).

Iwan Bule mengatakan perkara pintu Stadion Kanjuruhan tidak dibuka karena Panpel Arema FC merasa penonton aman di dalam stadion sebab tidak ada suporter Persebaya Surabaya yang datang.

"Kalau dibuka harusnya tidak ada masalah. Kelalaiannya di situ. Tapi bagaimana pun kondisinya stadion harus dibuka," kata dia.

Iriawan juga dituntut mundur oleh penggemar sepak bola sebagai tanggung jawab terjadinya Tragedi Kanjuruhan yang menewaskan 131 orang.

Netizen pecinta sepakbola Indonesia terang-terangan meminta Iriawan mundur dari kursi ketua umum PSSI.

Terkait desakan itu, Iriawan mengatakan jika dirinya datang ke Malang sebagai bentuk tanggung jawab sebagai ketua PSSI.

Baca Juga: Kisah Tragedi Kanjuruhan : Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kabupaten Malang, Nazarudin Hasan Seliant Mengatakan 32 CCTV Stadion Aktif.

“Bentuk pertanggungjawaban saya adalah seperti sekarang ini (ke Malang). Ini bentuk saya sebagai ketua umum. Saya kalau mau lepas tanggung jawab di Jakarta saja. Ini saya mengunjungi anggota keluarga ke rumah duka. Saya di Malang sampai selesai,” ujarnya. 

Load More