/
Kamis, 24 November 2022 | 18:57 WIB
Para Jerman menutup mulut mereka sebagai tanda protes mereka pada FIFA. (AFP)

Para pemain timnas Jerman menutupi mulut mereka dengan satu tangan ketika sesi foto sebelum laga melawan Jepang di Stadion Internasional Khalifa pada Rabu (23/11/2022) kemarin. Tindakan tersebut merupakan bentuk protes mereka terhadap keputusan FIFA yang melarang para pemain menggunakan ban kapten ‘One Love’ sebagai bentuk protes mereka terhadap kebijakan FIFA di Piala Dunia 2022 tahun ini.

Isyarat itu muncul setelah asosiasi federasi sepak bola Jerman (DFB) mengatakan kepada kapten timnas Jerman, Manuel Neuer untuk tidak mengenakan ban kapten pelangi pada pertandingan melawan Jepang kemarin menyusul sanksi yang akan diberikan oleh FIFA kepada siapa saja melanggar pertaran tersebut.

Pelatih Jerman, Hansi Flick mengatakan bahwa foto tersebut menunjukkan isyarat bahwa mereka sedang dibungkam. “Menyampaikan pesan bahwa FIFA membungkam kami. Mereka tidak akan menghadapi tindakan disipliner dari FIFA atas gerakan pra-pertandingan mereka,” ujarnya.

DFB kemudian membawa FIFA ke Pengadilan Abitrase Olahraga (CAS) atas kejadian ini. Keputusan cepat oleh CAS terhadap validitas larangan itu bisa berarti Neuer akan dapat mengenakan ban kapten untuk pertandingan grup Jerman melawan Spanyol pada hari Minggu nanti.

Semetara itu, Divisi ad hoc khususCAS ini dibentuk untuk Piala Dunia ini bertujuan untuk membuat keputusan dalam waktu 48 jam setelah menerima aplilkasi. Menteri Dalam Negeri Jerman, Nancy Faeser yang duduk di dekat Presiden FIFA, Gianni Infantino mengenakan ban lengan OneLove sebagai bentuk duukungan terhadap timnas Jerman.

Manuel Neuer tidak memakai ban lengan OneLove di pertandingan pembukaan Jerman tetapi bisa melawan Spanyol jika banding CAS DFB berhasil. (AFP) (sumber:)

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) juga telah menolak untuk berkomentar apakah mereka akan mengikuti jejak Jerman dan membuat gerakan tutup mulut sebelum pertandingan Inggris berikutnya melawan Amerika Serikat.

DFB sendiri kehilangan salah satu mitar komersial mereka pada Selasa kemarin ketika jaringan supermarket Jerman REWE mengakhiri kesepakatan kerjsa sama sponsor karena sengketa ban kapten tersebut.

Chief Executive REWE, Lionel Souque mengatakan bahwa mereka mendukung keragaman dan sepak bol adalah keberagaman. “Perilaku skandal FIFA bagi saya sebagai CEO dari perusahaan yang beragam serta penggemar sepak bola, benar-benar tidak dapat diterima,” kata dia.

Berita ini muncul setelah DFB mengatakan tim yang berencana mengenakan ban lengan One Love selama pertandingan mereka menjadi sasaran pemerasan ekstrem. Direktur DFB, Steffen Simon mengatakan bahwa Inggris merupakan tim pertama yang berencana memakainya telah diancam dengan berbagai sanksi olahraga oleh FIFA.

Baca Juga: DPR dan Pemerintah Setuju Lanjutkan Pembahasan, RKUHP Tinggal Selangkah Lagi Resmi Disahkan

Load More