- Gempa magnitudo 6,2 berpusat di selatan Pacitan pada Jumat dini hari berdampak signifikan di Kabupaten Bantul.
- BPBD Bantul mencatat 15 warga mengalami luka-luka akibat kepanikan saat gempa terjadi dini hari.
- Gempa merusak belasan bangunan, termasuk fasilitas pemerintah seperti BB Labkesmas Yogyakarta, meski layanan kesehatan tetap berjalan.
Suara.com - Gempa bumi bermagnitudo 6,2 yang berpusat di selatan Pacitan, Jawa Timur pada Jumat (6/2/2026) dini hari, berdampak cukup signifikan hingga ke wilayah Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bantul melaporkan sejumlah kerusakan pada belasan bangunan serta warga yang mengalami luka-luka.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Bantul, Mujahid Amrudin, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima laporan dampak gempa dari masyarakat dan hasil identifikasi lapangan.
"Jadi dampak gempa semalam itu, hasil identifikasi kami dan laporan dari masyarakat yang sampai ke kami tadi jam 08.00, itu ada dampak di bangunan dan manusia," kata Mujahid saat dihubungi, Jumat siang.
Berdasarkan data yang dihimpun hingga pukul 08.55 WIB pagi tadi, sebanyak 15 warga Bantul mengalami luka-luka akibat peristiwa ini.
"Korban manusia, itu ada yang patah tulang maupun luka ringan," ucapnya.
Lebih lanjut, Mujahid menjelaskan bahwa mayoritas korban luka terjadi akibat kepanikan warga.
"Iya karena itu kan jam tidur ya, itu jam 01.00 lebih sedikit itu kan jam tidur, masyarakat mungkin tertidur sehingga lari, nabrak tembok. Itu sebagian besar seperti itu," ungkapnya.
Selain menyebabkan korban luka, gempa juga merusak infrastruktur di sejumlah kecamatan atau kapanewon, mulai dari Imogiri, Jetis, Pundong, Kasihan, Srandakan, Banguntapan, Pleret, Bantul serta Pajangan.
Baca Juga: Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
Kerusakan fisik ini tidak hanya menimpa rumah warga, tetapi juga fasilitas pendidikan dan gedung pemerintahan.
Salah satu fasilitas pemerintah yang terdampak adalah Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BB Labkesmas) Yogyakarta di Banguntapan, Bantul.
Kepala BB Labkesmas Yogyakarta, M. Budi Hidayat, mengungkapkan kerusakan terkonsentrasi di lantai atas gedung yang difungsikan sebagai aula pertemuan.
"Ya, kita ada kerusakan di lantai 5, yaitu plafon yang jebol dan juga tembok-tembok yang retak, yang jebol mungkin sekitar 20 meteran, dan runtuh," ungkap Budi.
Meskipun tembok di lantai 3 dan 4 mengalami keretakan, Budi memastikan operasional pelayanan kesehatan tidak terganggu. Area vital yang menyimpan peralatan laboratorium dan ruang pemeriksaan sampel tetap berfungsi normal.
"Tetapi untuk ruang laboratorium dan peralatan laboratorium masih aman. Tidak dampak, dan masih berjalan seperti biasa," tegasnya.
Berita Terkait
-
Gempa M 4,2 Guncang Pacitan Terasa hingga Yogyakarta: 7 Orang Luka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
11 Perlengkapan Wajib dalam Tas Siaga Bencana, Sudah Punya?
-
Apa Penyebab Gempa Pacitan M 6.4 Hari Ini? Terasa di 26 Wilayah, BMKG Buka Suara
-
DIY Diguncang Gempa M4,5, Dua Orang Terluka dan Sejumlah Bangunan Rusak
-
Sesar Opak Picu Gempa M 4,5 di Bantul, BMKG Catat Puluhan Gempa Susulan
Terpopuler
- 6 Rekomendasi Sepatu Lokal Rp 200 Ribuan, Kualitas Bintang Lima
- 7 Parfum Lokal Wangi Segar Seperti Habis Mandi, Tetap Clean Meski Cuaca Panas Ekstrem
- 5 HP Samsung Galaxy A 5G Termurah Mulai Rp1 Jutaan, Performa Gak Kaleng-kaleng
- 7 Sepatu Lari Lokal yang Wajib Masuk List Belanja Kamu di Awal Mei, Nyaman dan Ramah Kantong
- Promo Alfamart Double Date 5.5 Hari Ini, Es Krim Beli 1 Gratis 1
Pilihan
-
16 Korban Tewas Bus ALS Terbakar di Muratara Berhasil Dievakuasi, Jalinsum Masih Mencekam
-
'Celana Saya Juga Hancur', Cerita Saksi yang Kena Sisa Air Keras Saat Bantu Andrie Yunus
-
Kala Harga Kebutuhan Meroket, Menulis Jadi Andalan Saya untuk Nambal Dompet
-
Hakim Gemas Anggota BAIS Siram Air Keras ke Andrie Yunus: Amatir Banget, Malu-maluin!
-
10 WNI Diamankan di Arab Saudi Terkait Haji Ilegal, Kemenhaj Pastikan Tak Akan Intervensi
Terkini
-
Menuju Pemilu 2029 yang Berbeda, Titi Anggraini Soroti Potensi Keragaman Calon Pemimpin Nasional
-
33 Tahun Tragedi Marsinah, Aksi Kamisan ke-907 Soroti Militerisasi
-
Hantavirus: Antara Risiko Global di MV Hondius dan Kesiagaan di Pintu Masuk Indonesia
-
Jelaskan Istilah Mitra dengan Homeless Media, Bakom RI Beri Kronologi Pertemuan bersama INMF
-
Kaesang Lantik Pengurus DPW PSI Papua Tengah, Nama Jokowi Diteriakkan
-
Ada Kasus Pencabulan Anak di Balik Kasus Narkoba Etomidate WNA China
-
Pemerintah Bahas Pengelolaan Kepegawaian dan Keuangan Daerah
-
Wamendagri Bima: Sinkronisasi Program Pusat dan Daerah Penting dalam Penyusunan RKP
-
Geruduk DPRD DKI, Aktivis Endus 'Bau Busuk' Dugaan Korupsi Proyek RDF Rorotan Rp 1,3 Triliun
-
Dituding jadi Biang Kerok Laga Persija vs Persib Batal di Jakarta, GRIB Jaya Buka Suara