Kapten Timnas Ekuador, Enner Valencia tidak bisa menahan air matanya tatkala dirinya membuat penyataan maaf kepada negaranya karena tidak berhasil lolos ke babak 16 besar di Piala Dunia 2022, Qatar.
Ekuador nyaris mengulang sejarah mereka jika dapat lolos ke babak 16 besar sebagaimana yang pernah mereka lakukan di Piala Dunia tahun 2006.
“Kami menawarkan permintaan maaf kepada seluruh Ekuador," kata Valencia, menangis setelah kekalahan 2-1 Selasa dari juara Afrika Senegal yang menghentikan mereka untuk maju. "Kami tidak mengharapkan ini, kami sangat senang dengan apa yang kami lakukan. Sayangnya kami tidak dapat memenuhi harapan Ekuador," tambahnya.
Namun, pemain berusia 33 tahun itu tetap menjadi pahlawan bagi negaranya karena menjadi pencetak gol terbanyak Ekuador sepanjang masa dengan mengantongi tiga gol dalam kemenangan 2-0 atas Qatar dan hasil imbang 1-1 melawan Belanda ketika mereka pantas menang dan mengamankan tiket ke babak sistem gugur.
Hasil imbang akan terjadi melawan Senegal, tetapi Ekuador membayar dua penyimpangan konsentrasi untuk memberikan penalti dan kemudian gol kedua langsung setelah euforia untuk menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
"Sayangnya itu sepak bola, itu menggigit Anda," kata bek Angel Preciado. "Kami sangat menyesal tidak lolos dan kami berterima kasih kepada bangsa kami atas dukungan sepenuh hati mereka,” kata dia.
Pendukung Ekuador sedih tetapi juga bangga bahwa tim peringkat 44 mereka telah melakukannya dengan baik. "Mereka memberikan segalanya dan pada akhirnya tidak bisa menang, tapi mereka menunjukkan bahwa mereka bisa menyamai tim yang lebih besar," kata Margarita Vidal, 36, di sebuah taman di kota pantai Guayaquil.
"Ekuador dibicarakan dan dikenal di banyak negara, itu adalah pencapaian yang tidak dapat diambil oleh siapa pun dari kami," tuturnya.
Media Ekuador kemudian bersatu memuji pelatih Gustavo Alfaro yang mengubah tim dengan suntikan bakat segar untuk melengkapi pengalaman Valencia. "Pemuda: warisan Gustavo Alfaro untuk tahun 2026," adalah tajuk utama surat kabar terkemuka Ekuador El Comercio, menantikan Piala Dunia berikutnya.
Ekuador sebenarnya melangkah dengan optimis tatkala mereka mampu mengalahkan tuan rumah Qatar dengan skor 2-0 dan menahan imban Belanda 1-1. Namun, peluang lolos 16 besar yang sudah di depan mata semuanya sirna karena mereka dikalahkan Senegal di partai penentuan tersebut. Ekuador ditaklukkan Senegal dengan skor 2-1.
Tag
Berita Terkait
-
Timnas Senegal Dedikasikan Kemenangannya untuk Mendiang Papa Bouba Diop
-
Menteri Olahraga Inggris Kenakan Ban Lengan One Love saat Pertandingan Piala Dunia Qatar
-
Tersingkir dari Piala Dunia, Pendukung Wales Tetap Pulang dengan Kepala Tegak
-
Profil Mathew Leckie, Pahlawan Australia Lolos ke Babak 16 Besar Piala Dunia 2022
-
Wojciech Szczesny Bangga Gagalkan Penalti Messi: Ini Pencapaian Spesial Seorang Kiper di Piala Dunia 2022
Terpopuler
- Prabowo Disebut Habiskan Rp5,8 Miliar untuk Hotel di Paris, Sandhy Sondoro: Asoy Geboy Gemoy
- Budget Rp2 Juta Dapat HP Samsung Apa? Ini 3 Pilihan dengan RAM 8 GB, Kamera OIS, Layar AMOLED
- Pandji Pragiwaksono Soroti 'Pengakuan Terbuka' Prabowo Soal Keterlibatan Partai dalam Tender Negara
- Sepatu Lari Cocok untuk Jalan Kaki? Ini 3 Sepatu Terbaik Menurut Pakar Beserta Harganya
- 5 Sunscreen Lokal untuk Hempas Flek Hitam, Lengkap dengan Review dan Harganya
Pilihan
-
674 Korban Kebakaran Kemayoran Mengungsi, Posko Bantuan dan Layanan Kesehatan Disiagakan
-
Kebakaran Kemayoran: Ratusan KK Terdampak, Korban Dievakuasi ke RS Hermina
-
Atma Jaya Yogyakarta Temukan Empat Mahasiswa Terlibat Kasus Riset AI, Kampus Siapkan Sanksi
-
Prabowo: Kalau Kita Lapar, Tidak Ada Bangsa Lain yang Kasihan dan Bantu
-
Prabowo Tabuh Genderang Perang: Kita Lawan Kelompok Anti Tanah Air
Terkini
-
Pakar UMY Soroti Respon Seskab Teddy ke Dino: Waspada Diksi yang Picu Tafsir Liar!
-
Asus ProArt OLED PA27USD Meluncur: Monitor Impian Editor Video dan Colorist
-
Suhu Minimum NTB Naik 2 Derajat Celcius, BMKG Ungkap Penyebabnya
-
Gerindra Sebut Keakraban Prabowo dan Megawati Sebagai Simbol Persatuan Hadapi Tantangan Global
-
Habiburokhman Puji Keakraban Prabowo-Megawati, Bandingkan dengan Dino Patti Djalal
-
Kisah Cinta Remaja Penuh Haha Hihi di Buku The Kolor of My Life
-
Kecelakaan Pesawat T-34 Taiwan, Kegagalan Simulasi Mesin Tewaskan 2 Pilot Militer di Kaohsiung
-
Malaysia Kutuk Pengibaran Bendera Israel di Masjid Al-Aqsa, Desak PBB Tindak Rezim Zionis
-
Eks Rider MotoGP Puji Aksi Veda Ega Pratama di Sirkuit Mugello: Balapan Sangat Kacau
-
Mikroba Bawah Tanah Ditemukan Mampu Atasi Krisis Iklim, Bagaimana Caranya?