Jakarta - Pengamat politik Airlangga Pribadi, pengajar di Departemen Politik FISIP Universitas Airlangga (Unair) itu menyebut rekam jejak Ganjar selama menjadi gubernur Jawa Tengah (Jateng) telah memupus sebutan 'boneka partai' yang didengung-dengungkan pihak lain. Dia menganggap tudingan soal 'boneka partai' yang diarahkan kepada Ganjar Pranowo tidak memiliki dasar.
"Tudingan Ganjar Pranowo sebagai boneka partai tidak memiliki dasar yang jelas apabila kita melihat track record politiknya," ujar Airlangga saat dihubungi JPNN.com, Senin malam (18/9).
Menurut Airlangga, sebagai politikus tentu Ganjar menghadapi berbagai dinamika. Namun, dinamika itu pula yang menggembleng Ganjar menjadi politikus tangguh dan berkarakter yang merintis karier dari bawah.
"Sebagai politikus yang berangkat dari bawah, GP (Ganjar Pranowo, red) telah melalui berbagai gemblengan, termasuk dengan menjadi gubernur Jawa Tengah, selanjutnya pencalonan presiden yang ia dapat dari PDI Perjuangan," tutur Airlangga.
Peraih gelar PhD dari Murdoch University, Australia, itu menegaskan Ganjar bisa memperoleh tiket capres karena memiliki dukungan dari arus bawah dan konstituen yang secara elektoral meyakinkan.
"Penguatan basis elektoralnya bukan karena katrolan politik dari atas," imbuh Airlangga.
Namun, Airlangga juga menganggap Ganjar harus melalui proses politik yang keras sebelum akhirnya memperoleh rekomendasi pencapresan dari PDIP. Proses itu juga yang membuat Ganjar sebagai politikus makin tertempa.
Oleh karena itu, Airlangga menilai tudingan tentang boneka partai yang diarahkan kepada Ganjar adalah bentuk kesalahpahaman atas term petugas partai yang digunakan di internal PDI Perjuangan.
Menurut Airlangga, sistem demokrasi perwakilan modern menjadikan suara rakyat untuk memilih pemimpin disalurkan melalui medium partai politik. Selanjutnya, parpol dengan basis ideologi politiknya mengartikulasikan kepentingan dari aspirasi rakyat.
Baca Juga: Kebakaran Lahan Bromo Meluas dan Denda ke Pelaku Masih Kurang
Ganjar saat masih menjadi gubernur, kata Airlangga, merupakan pejabat publik yang terikat ideologi partai dalam menjalankan pemerintahan.
"Dalam khazanah politik modern, itu yang disebut sebagai party officer," tutur Airlangga.
Berita Terkait
Terpopuler
- 7 Skema Suami Dwi Sasetyaningtyas Kembalikan Dana Beasiswa LPDP
- Gerbang Polda DIY Dirobohkan Massa Protes Kekerasan Aparat, Demonstran Corat-coret Tembok Markas
- Setahun Andi Sudirman-Fatmawati Pimpin Sulsel, Pengamat: Kinerja Positif dan Tata Kelola Membaik
- Viral Bocah Beragama Kristen Ikut Salat Tarawih 3 Hari Berurut-turut, Celetukannya Bikin Ngakak
- 4 HP Motorola Harga Rp1 Jutaan, Baterai Jumbo hingga 7.000 mAh
Pilihan
-
John Tobing Sang Maestro 'Darah Juang' Berpulang, Ini Kisah di Balik Himne Reformasi
-
Pencipta Lagu 'Darah Juang' John Tobing Meninggal Dunia di RSA UGM
-
Hidup Tak Segampang Itu Ferguso! Ilusi Slow Living di Magelang yang Bikin Perantau Gulung Tikar
-
Hujan Gol, Timnas Indonesia Futsal Putri Ditahan Malaysia 4-4 di Piala AFF Futsal 2026
-
Mandiri Tunas Finance Terancam Sanksi OJK Buntut Debt Collector Tusuk Advokat
Terkini
-
Tarif Parkir di Medan, Dinaikkan Bobby Nasution, Diturunkan Rico Waas
-
Aksi Ugal-ugalan Berujung Petaka, Toyota Calya Diamuk Massa
-
5 Night Cream untuk Kulit Kusam, Bikin Wajah Auto Cerah di Pagi Hari!
-
Cara Cek Lokasi Penukaran Uang Baru Terdekat Lewat PINTAR BI, Mudah dan Resmi
-
Anak Pejabat Terima Beasiswa LPDP? Dirut Sudarto Buka Suara: Kami Cari Top of The Top Talenta
-
Siapa Bermain di Balik Bansos Beras PKH? KPK Periksa Pejabat dan Direksi Perusahaan
-
8 Fakta Pembacokan di Bantul: Pria Tewas Saat Tidur, Polisi Duga Pelaku Dua Orang
-
Disorot soal Kontribusi LPDP, Tasya Kamila Minta Maaf dan Bahas Pajak
-
Warning Bagi Awardee! LPDP Sanksi Alumni Tak Pulang, Wajib Kembalikan Dana Hingga Rp2 Mi
-
Apakah Kerja 2 Bulan Dapat THR? Simak Penjelasan dan Perhitungannya