/
Rabu, 18 Mei 2022 | 16:53 WIB
Kat Smith/Pexels

TANTRUM - Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat segera membentuk unit respon cepat menyusul munculnya penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak di sejumlah daerah. 

Menurut Kepala DKPP Jawa Barat M. Arifin Soedjayana usai Dinas Peternakan Jawa Timur melaporkan adanya kasus PMK, otoritasnya langsung berkoordinasi dengan 27 daerah di untuk mencegah dan mewaspadai adanya temuan kasus PMK.

“Jawa Timur melaporkan tanggal 5 Mei, dari informasi tersebut, kami langsung koordinasi dengan daerah agar meningkatkan kewaspadaan, juga membentuk Tim Unit Respons Cepat PMK. Ada laporan dari Garut diduga ada kasus PMK di sana,” ujar Arifin ditulis Bandung, Rabu, 18 Mei 2022. 

Arifin mengatakan pada 7 Mei 2022, DKPP Jawa Barat bersama Tim Balai Veteriner Subang langsung mengambil sampel terduga PMK di Garut. 

Selain di Garut, pada hari berikutnya sampel juga diambil di lokasi terduga di wilayah Kabupaten Tasikmalaya, dan Kota Banjar. 

“Sejumlah sampel terkonfirmasi 100 persen positif PMK,” kata Arifin. 

Arifin merinci temuan kasus PMK positif ada di Leles, Garut sebanyak 25 ekor sapi potong, 3 ekor sapi perah dan 5 ekor domba. 

Sementara di Tasikmalaya 18 sampel sapi dinyatakan positif PMK,  dan 11 ekor sapi di Kota Banjar dinyatakan positif 100 persen PMK. 

“Kami juga menggelar rapat koordinasi dengan stakheholder peternakan di Jabar, sekaligus inspeksi ke Pasar Hewan Tanjung Sari Sumedang dan Manonjaya, Tasikmalaya,” ucap Arifin. 

Atas adanya temuan itu, otoritasnya langsung menerbitkan surat edaran pada kepala dinas yang membidangi fungsi peternakan dan kesehatan hewan di kabupaten dan kota di Jawa Barat untuk mewaspadai penyebaran PMK. 

Arifin mengaku saat in tegah menyiapkan strategi dan rencana penutupan jalur pengeluaran ternak dan pasar ternak. 

Selain itu juga penutupan pemasukan media pembawa dan melalukan pengawasan lalu lintas ternak terutama di dua check point Losari dan Banjar. 

“Dari 1 April sampai 10 Mei ada 5.025 ekor sapi potong, 294 domba, 578 kambing, dan 11 kerbau masuk lewat dua check point itu yang berasal dari Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Bali,” terang Arifin. 

Hingga Selasa (10/5/2022) otoritasnya aktif melakukan penelusuran dan pencegahan di sejumlah titik. 

Sekaligus memperkuat informasi dan sosialisasi terkait PMK,  hingga vaksinasi dan pengobatan suportif. 

Load More