/
Jum'at, 20 Mei 2022 | 17:56 WIB
Instagram

TANTRUM - Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung membantah bahwa pihaknya telah lalai dalam memberikan pelayanan terhadap pasien yang videonya viral di media sosial. Meski demikian, RSHS prihatin dan simpati terhadap pasien yang meninggal dunia tersebut

Video pasien yang viral tersebut misalnya diunggah akun Instagram @infobandungbarat, Jumat (20/5). Selain menggambarkan seorang perempuan yang berbaring di ranjang pasien dan dibantu oksigen medis, video ini dilengkapi keterangan sebagai berikut:

KENAPA RAKYAT KECIL SELALU DILAYANI KURANG BAIK?

Info yang saya dapat dari suami pasien, telah terjadi kelalaian dalam penanganan pasien

Di awal video, istrinya masih dalam keadaan stabil dan suami sudah mengingatkan petugas bahwa isi tabung oksigennya udah mau habis namun jawaban petugas hanya "entar dan entar"

Selang waktu berjalan tabung juga tidak diganti-ganti dan kondisi istri mukanya sudah pucat membiru

Sang suami sudah memastikan bahwa tabung sudah tidak ada isinya, namun petugas tidak juga menggantikannya

Setelah beberapa lama akhirnya meneriaki seluruh petugas untuk menangani istrinya, namun apa daya sang istri sudah tak bernyawa

Suami pasien kini harus membesarkan ketiga anaknya

Kita Doakan bersama semoga diberikan kesabaran dan kemampuan untuk keluarga mereka semua

Repost: @banjarnahor

Semoga kita semua dapat memetik hikmah dan pelajaran dari peristiwa ini.

Sebagai informasi, pasien meninggal tersebut bernama Asih Sekarningsih (34), warga Kota Bandung yang meninggal dunia Senin (16/5).

Dr Yana Akhmad selaku Plh Direktur Utama RSHS mengatakan bahwa memang benar video tersebut mengenai pasien yang dirawat di ruang rawat inap RSHS dan kemudian meninggal. Namun ada beberapa poin video viral yang ia bantah.

Yana Akhmad menegaskan bahwa RSHS telah melayani pasien sesuai standar dan prosedur pelayanan. Yana juga menyatakan bahwa pasien tidak mengalami kehabisan oksigen medis, ini dapat dilihat dari adanya beberapa tabung oksigen yang ada di ruangan pasien.  

Load More